13 Makanan Khas Malang yang Terkenal Enak & Murah

Malang adalah kota terbesar kedua di Jawa Timur yang terletak 90 km di sebelah selatan Surabaya. Dari segi geografis dan perkembangan kotanya, Malang mempunyai kemiripan dengan Bandung. Selain itu, hawa sejuk kota Malang juga selalu mengundang keinginan setiap orang dari berbagai pelosok untuk memanjakan diri kala liburan tiba. Berbicara tentang keindahan kota Malang, jangan sampai kita melupakan kenikmatan kuliner khasnya juga.

Kota Malang mempunyai banyak sajian kuliner yang bisa menambah keseruan para pengunjung yang datang untuk mengisi momen liburannya. Bahkan, setiap pengunjung bisa melakukan wisata kuliner menggunakan angkutan pariwisata bernama Bus Macyto atau Malang City Tour ke beberapa spot yang menjajakan kuliner khas Malang. Setidaknya, ada belasan makanan khas Malang yang wajib dicicipi oleh para wisatawan. Apa saja? MakananOlehOleh.com telah membuat daftarnya berikut ini.

1. Bakso Malang

Bakso menjadi salah satu ikon kuliner kota Malang yang telah menggurita penjualnya hingga ke berbagai kota-kota di Indonesia. Bakso khas Malang bagaikan primadona di bumi pertiwi. Mulai dari pedagang kaki lima, kios, kedai, warung, depot, bahkan restoran di kota-kota besar di Indonesia ada yang menjadikan bakso malang sebagai menu utamanya.

Dalam satu mangkuk bakso malang, terdapat beragam isian. Selain bakso, ada juga tahu putih atau kulit, pangsit isi, tauge, mie, bihun, dan siomay. Penggunaan bumbu yang tepat bisa menciptakan kelezatan pada kuah bakso sehingga mampu membangkitkan selera. Agar lebih mantap, biasanya orang menyantap bakso malang bersama sambal cabai yang bisa menyengat lidah.

2. Orem-orem

Kota Malang dikenal akan produksi tempenya yang masif. Oleh karena itu, adalah wajib mencoba makanan khas Malang yang terbuat dari bahan dasar tempe khas Malang. Orem-orem adalah salah satu contoh kuliner asli Malang yang menggunakan bahan dasar sajian berupa tempe. Dahulu, orem-orem hanya disajikan pada waktu-waktu tertentu, biasanya ketika pernikahan dan syukuran. Masuk ke pertengahan tahun 1980, orem-orem mulai dijual di warung-warung makan tradisional.

Orem-orem merupakan hidangan berkuah yang menyajikan irisan tempe goreng yang sudah dibumbui bersama ayam. Penyajian orem-orem dilakukan di dalam mangkuk yang berisikan irisan tempe, ayam, dan kuah kental yang gurih dari santan. Rasa dari kuah orem-orem mirip seperti sayur lodeh, tapi lebih pedas dan bisa ditambah dengan kecap manis serta sambal. Agar makanan ini lebih mengenyangkan perut, maka warga Malang kerap menyantapnya bersama ketupat dan tauge.

3. Bakso Bakar

loading...

Saat ini orang yang meskipun tidak mempunyai latar belakang yang kuat di bidang kuliner bisa melakukan kreasi pada beragam bahan pangan untuk dijadikan makanan yang unik dan khas. Seperti di Malang, ada bakso bakar yang kian hari dianggap sebagai makanan khas Malang yang terkenal. Pertama kali bakso bakar diperkenalkan oleh Soeparman, biasa dipanggil pak Man, lewat warung Bakso Bakar Pak Man miliknya yang berlokasi di Jl. Diponegoro No. 19 A, Malang.

Kehadiran warung bakso milik pak Man menambah ensiklopedia kuliner kota Malang. Bakso bakar yang disajikan oleh pak Man mempunyai ragam cita rasa, dari bakso rebus hingga bakar ada, tapi yang paling digemari adalah bakso bakarnya. Alasannya, bakso yang dibakar mengeluarkan aroma yang lebih sedap. Selain itu, pak Man juga memberikan level kepedasan pada bakso bakarnya, mulai dari yang tidak pedas, sedang, hingga sangat pedas.

4. Cwie Mie

Cwie mie adalah kuliner peranakan Tionghoa yang tersebar luas di sekitaran kota Malang. Saat ini, nama cwie mie mulai berganti sebutan menjadi pangsit mie. Alasan pengubahan naam cwie mie menjadi pangsit mie dikarenakan pangsit yang selalu hadir mendampingi mie. Di Malang cukup banyak depot pangsit mie yang berdiri, seperti Depot Sawahan, Depot Lima Satu, Depot Gang Jangkring, Pangsit Mie Bromo Pojok, Depot Gajah Mada, dan Pangsit Mie Dempo.

Sebagian besar depot menyajikan mie yang dibuat sendiri dengan metode tradisional hingga modern. Ukuran mie untuk cwie malang cenderung kecil. Cwie mie disajikan bersama ayam yang sudah dicacar, kuah, dan taburan daun bawang. Tampilan makanan khas Malang ini sangat sederhana, tapi rasanya bisa bikin ketagihan. Biasanya cwie mie dimakan bersama menu pendamping yang dijual terpisah, seperti siomay, tahu isi, dan bakso udang goreng.

5. Soto Lombok

Soto lombok adalah makanan asli kota Malang, jadi sudah jelas kalau makanan ini bukanlah kuliner khas Lombok. Selain itu orang juga menganggap kalau lombok yang melekat pada namanya menggambarkan rasa dari makanan ini yang pedas. Padahal, lombok pada nama makanan ini merujuk pada lokasi warung sotonya yang berada di Jl. Lombok. Warung soto lombok sudah berdiri sejak tahun 1955. Di warung tersebut pembeli bisa menikmati cita rasa khas dari soto lombok.

Soto lombok berbeda dari soto-soto lainnya. Biasanya dalam satu mangkuk soto lombok terdiri dari ragam isian seperti kentang, daging ayam kampung, tauge, telur rebus, dan irisan kol. Selain itu pada bagian kuahnya yang kental ditambah dengan taburan koya yang meningkatkan kelezatannya. Penyajian soto lombok biasa ditemani dengan beragam jenis kerupuk yang ukurannya besar-besar.

6. Nasi Buk

loading...

Nasi buk bukanlah kuliner asli kota Malang, tetapi dari daerah Madura. Dikarenakan penjualnya banyak ditemui di Malang [penjualnya keturunan Madura], jadi orang beranggapan kalau nasi buk adalah makanan khas kota Malang. Nasi buk sendiri berasal dari desa Banjeman Bangkalan, Madura. Istilah buk pada makanan ini dialamatkan untuk wanita Madura.

Nasi buk adalah makanan berat yang terkenal akan rasanya yang khas dan mantap, lauknya yang bermacam-macam jenis, sayur lodehnya yang enak, hingga dendengnya yang gurih. Adapun pelengkap yang bisa dipilih sebagai pendamping antara lain lodeh tewel, lodeh bung, mendol, bakwan jagung, ayam goreng, empal, jantung, limpa, usus, paru, babat, dan rempelo ati. Biasanya penduduk Malang menyantap nasi buk sebagai menu sarapan.

7. Pecel Pincuk

Penduduk kota Malang yang sudah diterpa lapar biasanya mencari pelarian ke warung-warung makan tradisional yang menjajakan pecel pincuk. Pecel pincuk merupakan hidangan favorit berisikan sayuran yang disajikan di atas pincuk. Untuk kamu yang tidak tahu apa itu pincuk, pincuk adalah daun pisang yang digunakan sebagai alas pecel yang ditusuk dengan lidi pada salah satu sisinya.

Pecel pincuk berisikan aneka komposisi standar yang nikmat dan mengenyangkan seperti sayuran bayam, kacang panjang, tauge, dan yang tak lupa adalah guyuran sambal kacang. Selain itu juga ada tambahan lain yang menjadi pembeda antara pecel pincuk khas Malang dengan pecel-pecel di daerah lain seperti irisan mentimun, daun kemangi, dan remahan rempeyek kacang. Untuk lauknya bisa berupa telur dadar, tempe goreng, tahu goreng, atau gorengan bakwan.

8. Sop Sumsum

Sop adalah makanan berkuah yang biasa dikreasikan dengan beragam bahan pangan dan bumbu sehingga menghasilkan hidangan yang selalu melekat di lidah setiap orang. Di Malang ada satu jenis sop yang terkenal, yakni sop sumsum. Salah satu penjual sop sumsum yang terkenal enak di Malang bisa dirasakan di Sop Sumsum Pak Kayin yang berada di Jl. Cengger Ayam 1 No. 10. Sop yang disajikan bukan cuma berisikan sayuran segar dan kuah kaldu yang nikmat, tetapi juga tulang sapi dengan sumsum yang siap diseruput.

Sop sumsum milik pak Kayin menjadi pelopor pertama di Malang sehingga tak heran jika warungnya selalu ramai pembeli yang ingin mencicip kelezatan dari sopnya. Rasa sop yang tidak mengecewakan lidah sudah bisa diperoleh dengan beragam harga, tergantung varian sop sumsum yang dipilih. Ada sop sumsum seharga 20 ribuan, sop sumsum istimewa seharga 25 ribuan, dan sop sumsum tulang kecil seharga 15 ribuan.

9. Sate Kelinci

Apakah kamu pernah mengunyah bagaimana cita rasa dari daging kelinci? Jika belum, saat bertandang ke Malang, jangan sampai melewatkan salah satu makanan khas Malang berupa sate kelinci. Sate kelinci menjadi sajian kuliner yang selalu menjadi incaran para wisatawan yang datang ke Malang, terutama ke kota Batu. Di sepanjang jalan yang menghubungkan Malang – Batu, ada banyak restoran atau rumah-rumah makan yang menjajakan menu sate kelinci.

Dilihat dari tampilannya, tak ada yang berbeda antara sate kelinci dengan sate daging hewan lainnya. Selain itu juga dari bumbu, sate kelinci hanya menggunakan bumbu kacang di mana banyak jenis sate yang juga menggunakan bumbu kacang. Tapi yang menjadikannya lebih istimewa adalah penggunaan daging hewan yang tak biasa, yakni daging kelinci. Sate kelinci biasanya disajikan bersama lontong atau nasi hangat.

10. Bakso Bakwan

Malang memang terkenal akan baksonya yang melegenda. Dari sekian banyak jenis bakso, ada bakso bakwan yang menjadi alternatif untuk mereka yang sudah bosan makan bakso bakwan atau cwie mie. Bakso bakwan adalah makanan khas Malang yang menghidangkan bakso dengan isian lebih komplit dibanding bakso khas Malang lainnya.

Dalam semangkuk bakso bakwan terdapat beragam isian seperti bakso urat, bakso goreng, bakso halus, bakwan rebus, tahu rebus, dan pangsit. Yang beda dari bakso bakwan dengan bakso-bakso lain mungkin ketidakhadiran mie kuning atau bihun putih. Untuk kuahnya bakso bakwan menggunakan kuah kaldu sapi asli sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih gurih, segar, dan menggugah selera.

11. Tempe Mendol

Mendol adalah salah satu varian tempe yang terkenal di Malang. Tempe mendol atau tempe penyet adalah makanan tradisional khas Malang berbahan dasar tempe yang diolah dengan ragam jenis bumbu sehingga menghasilkan panganan dengan cita rasa yang gurih. Biasanya tempe mendol diolah untuk menjadi lauk pecel dan rawon, tapi ada juga orang yang suka menyantap tempe mendol tanpa disertai menu lain.

Satu hal yang perlu kamu tahu, tempe mendol ini dibuat dari tempe yang warnanya sudah agak kehitaman alias agak basi. Meskipun demikian, jangan kamu anggap makanan ini tidak menyehatkan. Namun masalahnya, saat ini penjual tempe mendol sudah berkurang sehingga masyarakat Malang terbiasa membuat sendiri di rumah jika ingin mengobati kerinduannya dengan makanan tradisional satu ini.

12. Angsle

Suhu kota Malang yang terkadang membuat tulang terasa seperti ditusuk bisa diatasi dengan mencicip hidangan hangat semacam angsle. Angsle adalah makanan khas Malang yang berupa wedang hangat. Wedang angsle biasanya ramai ditemui saat malam tiba. Wedang dalam khazanah kuliner Jawa sendiri dialamatkan untuk segala bentuk minuman panas yang terbuat dari air yang direbus bersama jahe, serai, dan gula jawa.

Bagi pecinta minuman hangat, mungkin akan teringat dengan sekoteng setelah meneguk secangkir angsle. Cita rasa angsle yang dihasilkan dari jahe begitu khas. Selain itu isian dari angsle seperti roti, kacang tanah sangrai, dan kacang hijau rebus juga mirip dengan sekoteng. Tapi perbedaan yang dimiliki oleh angsle yakni penyajiaannya bersama petulo atau putu mayang, ketan putih kukus, dan tape singkong.

13. Tahwa

loading...

Selain angsle, Kota Apel [julukan untuk kota Malang] juga mempunyai hidangan segar yang bisa membantu mengatasi tubuh yang kedinginan akibat hawa sejuk kota Malang. Hidangan tersebut adalah tahwa. Tahwa tidak berbentuk seperti minuman, melainkan makanan ringan yang mempunyai kuah hangat. Menurut Merdeka, Tahwa adalah makanan peranakan Tionghoa yang sudah masuk ke Indonesia sejak lama

Tahwa juga kerap disebut dengan kembang tahu oleh masyarakat Indonesia, terutama di Malang. Hidangan ini berisikan tahu lembut yang bisa lumer di mulut yang direndam dalam kuah dari campuran jahe dan gula merah. Saat sesuap kembang tahu masuk ke mulut menuju organ pengolah makanan di tubuh, terlebih dahulu tahwa menciptakan kehangatan di tenggorokan. Hidangan tradisional ini selalu ramai dibeli saat malam hari. Harga dari tahwa hanya dijual 4.000 rupiah saja.

Kota Wisata [julukan kota Malang] memang bisa dijadikan destinasi yang tepat untuk melepaskan rasa penat akibat rutinitas yang saban hari dilakukan. Mulai dari kondisi alamnya yang elok, penduduknya yang ramah, iklimnya yang sejuk, situs-situs sejarahnya yang menyimpan segudang cerita, hingga makanan khas Malang yang selalu berhasil menggoda selera membuat kota Malang sangat cocok disambangi sebagai tempat pelarian dari beban pekerjaan yang kerap datang tanpa permisi.

Leave a Reply