24 Oleh-oleh Khas Jepang yang Terkenal dan Bagus

Liburan ke tanah Eropa mungkin telah menjadi idaman sebagian besar masyarakat Indonesia. Namun perlu diketahui bahwa ada sebagian lain yang ternyata tak ingin berkelana jauh ke negeri orang. Seperti Korea dan Jepang, negara yang masih tergabung ke dalam dataran Asia tersebut ternyata juga menjadi tujuan berlibur yang dinanti-nanti oleh sebagian lain penduduk Indonesia.

Saat berlibur ke Jepang, pastikan kamu telah membuat daftar makanan khas Jepang apa yang akan kamu coba. Selain itu, jangan sampai terlupa juga untuk menyiapkan uang khusus untuk membeli buah tangan yang terkenal unik dan aneh. Jika kamu kebingungan mau membeli apa, berikut akan MakananOlehOleh.com bantu kamu memilih oleh-oleh khas Jepang yang bagus, murah, dan lucu-lucu.

1. Nama Chocolate

Memakan cokelat bisa membuat pemakannya merasa lebih bahagia dan mampu menghilangkan stres. Sehingga saat berkunjung ke Jepang, ada baiknya mencicipi dan membeli oleh-oleh Jepang makanan bernama Nama Chocolate, produk buatan Royce’ untuk menghilangkan stres. Terbuat dari 25% krim segar yang langsung didatangkan dari peternakan sapi di Hokkaido dan terdiri dari cukup banyak bubuk cokelat murni.

Rasa yang dihasilkan tidak main-main, enak dan manis, apalagi saat di mulut, cokelatnya langsung lumer dan tidak akan meninggalkan noda di gigi. Ada banyak perpaduan cokelat pada produk buatan Royce’ seperti yang dipadu menggunakan potato cokelat, kacang, marshmallow, cokelat wafer, cokelat bar, cokelat crunch, cokelat murni (dark, milk dan white), dan cokelat kopi.

Rasa yang ditawarkan juga berbeda-beda, tercatat ada 5 varian rasa yang meliputi yakni white, au laut, mild cacao, champagne, dan bitter. Dalam satu wadahnya yang selalu ditaruh pada suhu 10 derajat Celcius, terdapat 20 potong cokelat dengan tambahan pisau kecil untuk menyantapnya. Karena ini adalah makanan yang harus dalam kondisi dingin, maka sangat tidak cocok dibawa pulang sebagai oleh-oleh Jepang halal.

2. Kendama

Kendama merupakan permainan tradisional dari Jepang dengan menggunakan tongkat yang memiliki 3 mangkuk berbeda ukuran serta terdapat bola yang nantinya dimasukkan ke dalam mangkuk tadi dengan teknik yang ada. Walaupun dikatakan tradisional karena telah ada sejak tahun 1777, namun sampai sekarang masih banyak peminatnya.

Kendama dijadikan sebagai pendidikan pada sekolah dasar dan dianggap sebagai olahraga. Unsur olahraga yang ada pada oleh-oleh Jepang yang bagus ini adalah karena cara memainkan kendama membuat tangan aktif bergerak, dan sangat cocok dilakukan saat di dalam ruangan maupun di luar. Selain itu, alasan kenapa diajarkan di sekolah-sekolah adalah karena dalam memainkan kendama, akan melatih konsentrasi dan ketekunan para siswa.

Saat memasukkan bola ke dalam mangkuk bukanlah suatu hal yang mudah, sehingga harus menyiapkan konsentrasi yang tinggi dan tekun dalam melakukannya. Karena saking populernya, telah banyak kompetisi kendama di negeri Sakura sejauh ini, bahkan telah diikuti oleh beberapa negara.

3. Sensu

loading...

Sensu merupakan kipas tradisional Jepang dengan kelebihan bisa dibuka tutup dan akan mengipaskan angin bila digerakkan. Kipas asli negeri matahari terbit ini telah ada sejak zaman dahulu, tepatnya pada 1200 tahun yang lalu, namun baru eksis pada abad ke-19 dengan masuknya sensu ke Eropa.

Pembuatannya dilakukan oleh para pengrajin dengan cara tradisional, bahkan disebut ada 80 langkah untuk menyelesaikan kipas ini. Dari kedelapan puluh langkah tersebut, hanya pembuatan rangka dan pelukisan motif adalah yang paling utama. Dibuat dengan cara memotong bambu tebal berjumlah 10 sampai 30 buah dengan bentuk sama, namun bagian bawahnya harus ditempel sedang bagian atasnya diberi kertas.

Kertas tempelan tersebut nantinya akan diberi motif tertentu sesuai keinginan hati pengrajin, atau pesenan seseorang yang ingin menjadikannya oleh-oleh khas Jepang. Kipas yang telah melang lang buana sampai ke Perancis yang sering dipakai selir kerjaan ini, memiliki bentuk lain bernama Evantail dengan perbedaan penggunaan bulu dan sutera. Bahkan di Jepang kipas ini sering digunakan saat pertunjukan seni, salah satunya tarian kabuki atau noh.

4. Tenugui

Tenugui adalah handuk dari Jepang yang memiliki motif beraneka ragam, namun dibuat dengan gaya Jepang dan bahan pembuatannya dari katun. Tenugui biasanya dijadikan sebagai alat untuk menyeka tangan atau muka setelah terkena air, namun ada yang menggunakannya di kepala dengan terlebih dahulu dibentuk layaknya ikat kepala lalu dikenakan.

Baca juga: 13 Oleh-oleh Khas Batam yang Paling Disukai Wisatawan

Orang-orang yang membeli tenugui kerap menjadikannya sebagai oleh-oleh Jepang unik yang nantinya dijadikan hadiah bagi sanak saudara. Salah satu toko yang menjualnya adalah Toko Koiki Shinjuku di dekat Stasiun Shinjuku, dan hanya 1 menit jalan kaki untuk menuju kesana dari stasiun. Toko yang telah ada sejak 1995 itu memiliki ratusan model tenugui yang pastinya keren semua.

Rata-rata, harga untuk satu handuk dihargai dengan 800 yen atau jika dalam bentuk rupiah hanya Rp94.000. Ada handuk yang limited edition, yakni dengan pola bunga empat musim dan ikan koi yang menaiki air terjun, harga keduanya adalah 1200 yen. Untuk yang khusus membelinya sebagai hadiah, pilih saja Gift Set Tenugui karena dalam satu wadah terdapat handuk dan berbagai hadiah khas Jepang lain.

5. Yukata

Yukata merupakan pakaian sejenis Kimono namun dibuat dengan kain katun yang lebih tipis agar mudah dilewati angin karena fungsinya adalah menjadi pakaian seusai mandi dan menyejukkan badan di sore hari atau dipakai saat tidur karena mampu membuat pemakainya tetap sejuk. Selain itu, yukata kerap digunakan pada acara nonformal maupun pada kegiatan saat musim panas.

Walaupun identik dengan wanita, nyatanya yukata dapat dipakai oleh para pria, baik tua maupun muda. Namun terdapat perbedaan antara yukata bagi pria dan wanita yakni pada warna dasarnya yang berbeda, misalnya pada kalangan pria, cenderung warna-warna gelap seperti hitam, ungu tua, dan biru tua. Sedangkan bagi kaum hawa, dibuat dengan warna yang cerah dan memiliki corak yang terang.

Biasanya yukata wanita motifnya adalah bunga-bunga, sepeti Poppy, sakura, seruna, atau jenis ikan seperti ikan mas koki. Tidak hanya yang telah dewasa yang boleh memakainya, anak-anak juga bisa, bahkan ada aneka motif bagi anak kecil yakni karakter-karakter anime seperti Hamtaro, Pokemon, dan Hello Kitty. Yukata termasuk oleh-oleh khas Jepang yang bagus dan wajib untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

6. Omamori

loading...

Sama halnya dengan orang Indonesia, orang Jepang juga percaya akan hal supernatural seperti ditunjukan dengan penggunaan omamori yang notabene adalah jimat keberuntungan. Omamori sendiri merupakan jimat berbentuk kantung berisi kertas dengan tulisan nama dewa yang telah didoakan sebelumnya.

Dengan jimat yang mengandung arti “melindungi” ini, maka dalam waktu satu tahun, pemilik akan diberi perlindungan. Namun dalam waktu satu tahun itu, jangan sampai kantungnya dibuka, karena itu adalah hal tabu, begitu pula dengan membuangnya. Terdapat beberapa jenis omamori yang biasa ditemui dengan fungsi berbeda-beda, speerti untuk kesehatan, keselamatan, dan untuk kebahagiaan pasutri.

Baca juga: 14 Oleh-oleh Khas Balikpapan Berupa Barang & Makanan

Ada juga yang untuk pelajar agar sukses dan jimat untuk bisnis agar beruntung dan sukses. Biasanya jimat-jimat tersebut dijual di kuil Buddha dan Shinto, begitu pula saat jimat telah satu tahun, maka harus dikembalikan ke kuil. Agar jimat tadi memberkati pemiliknya, bisa juga ditempatkan sebagai gantungan pada tas dan ponsel, bahkan di spion kendaraan.

7. Sampuru

Sampuru adalah replika makanan yang dibuat menggunakan lilin, namun sekarang ini lebih sering dibuat menggunakan plastik agar lebih mudah dicetak. Sejarah ditemukannya sampuru adalah ketika banyak makanan yang dipajang di depan toko harus selalu diganti setiap jamnya agar tidak basi.

Makanan yang dipajang di depan toko bertujuan agar pembeli tahu, makanan apa yang dijual disana, namun karena bisa kadaluarsa akhirnya diganti dengan makanan replika. Takizo Iwasaki adalah orang yang mempopulerkan makanan replika dengan mendirikan pabrik Iwasaki Be-I dan jadi yang tertua dan terbesar untuk pabrik sampuru.

Sampuru yang menjadi oleh-oleh asal Jepang selain dibuat sebagai replika bagi makanan yang nantinya akan dipajang di depan restauran, juga bisa dibuat untuk oleh-oleh. Misalnya adalah pembuatan gantungan kunci dengan menjadikan makanan sebagai gantungannya. Juga ada magnet kulkas dengan bentuk makanan maupun buah, yang sangat cocok diberikan kepada kerabat untuk menghias kulkas atau menempelkan catatan.

8. Noren

Noren atau biasa disebut dengan gorden adalah tirai dari kain yang digunakan sebagai hiasan atau penutup pada pintu ruangan atau pada kaca-kaca pada rumah. Fungsi awalnaya adalah sebagai penangkal angin ataupun debu, namun lambat laun dialihfungsikan menjadi alat identitas yang ditulisi nama restauran atau toko dengan huruf kanji. Pembuatan noren dilakukan dengan bahan dasar kain, baik katin, drill, kanvas, maupun blancu yang ditambah dengan motif tertentu.

Baca juga: 25 Oleh-oleh Khas Aceh yang Paling Menarik Wisatawan

Dalam pembeliannya, kamu dapat memesan motif yang diinginkan pada bagian depan noren. Selain itu, kamu juga dapat memesan tulisan pada noren, misalnya nama usaha ataupun nama alamat rumah. Untuk membeli oleh-oleh dari Jepang ini jangan lupa untuk menyesuaikan ukurannya dengan ukuran pintu agar nanti tidak kebesaran atau malah kekecilan. Dengan hadirnya noren dengan motif yang disukai, pasti bisa mempercantik rumah maupun bangunan.

9. Kiriko

Kiriko atau bisa disebut dengan kaca potong adalah benda yang biasa digunakan sebagai gelas yang terbuat dari kaca. Kebanyakan kiriko memiliki motif yang enak dipandang mata dengan warna cerah, entah itu hanya setengah gelas yang bercorak, atau keseluruhannya. Kiriko telah ada sejak zaman dahulu, yakni diperkirakan sudah ada tahun 1834 dengan dua jenis, yakni Edo-kiriko dan satsuma-kiriko.

Saat ini edo-kiriko dibuat dengan motode Eropa dan masih eksis sampai sekarang. Sedangkan yang satsuma-kiriko, metode pembuatannya telah berubah, sehingga satsuma yang dibuat dengan metode lawas bisa dihargai sangat mahal. Bentuk kiriko sampai sekarang terdapat beraneka ragam macamnya, mulai dari yang pendek, hingga yang tinggi.

Ada juga yang memiliki gagang untuk mempermudah memegang kiriko. Untuk motif, sampai saat ini telah banyak motif mulai dari ada yang menyerupai Batik dari Indonesia hingga bentuk daun, segitiga, maupun corak lain yang bisa saja dipadukan. Jika ingin membeli carilah bentuk sesuai yang disukai dan jika akan dibawa ke Indonesia sebagai oleh-oleh asli Jepang, usahakan agar jangan sampai pecah.

10. Alat Tulis Lucu

Di Jepang, menulis adalah hal yang sangat diagungkan, sehingga telah banyak berkembang alat tulis lucu nan imut bagi anak-anak maupun dewasa agar makin rajin menulis. Beberapa peralatan tulis menulis yang dapat dibeli adalah penghapus. Penghapusnya memiliki bentuk yang unik, seperti buah-buahan, karakter fiksi, maupun bunga.

Kemudian yang kedua, selotip dengan motif bunga-bunga, polkadot, hingga permen. Lalu ada stiker tag dengan beraneka ragam bentuk hewan dan karakter. Ada juga produk inovatif, Frixion Ball yaitu sejenis pulpen yang dapat dihapus dengan rubber di bagian atasnya.

Inovasi lainnya adalah Frixion Stamp, stempel dengan ratusan motif lucu yang bisa dihapus seperti Frixion ball. Untuk yang suka menulis, ada buku catatan yang dibalut sampul keren, atau ada juga buku catatan dari Jepang dengan nama Techo. Bagi yang suka berkreasi, rasa-rasanya washi atau kertas (layaknya origami) sangat cocok karena dibuat dengan serat tanaman dengan hasil yang lembut.

Washi dapat dibuat menjadi origami berbagai bentuk untuk menghias sekitar ruangan. Masih ada lagi magnet dengan bentuk mobil, binatang, dan bentuk lain untuk menempelkan kertas dimanapun. Terakhir ada yang namanya Clearfile untuk menyimpan dokumen-dokumen penting dengan sampul figur animasi seperti Hello Kitty dan Pokemon. Bicara harga, ATK ini termasuk oleh-oleh khas Jepang yang murah.

11. Produk Kosmetik

Sebagai salah satu negara yang memiliki inovasi yang tiada habisnya dan dibarengi dengan banyak penduduk wanitanya yang cantik-cantik, rasanya tak perlu diragukan lagi kualitas kosmetik di Jepang. Beberapa produk tersebut antara lain Shiseido’s Benefique dengan bahan pembuatannya adalah ekstrak ginseng dan dipadu rempah lain. Salah satu model ternama di sana, Yuri Ebihara adalah model pengguna Benefique. Untuk harga produk ini berkisar antara 4000 sampai 6000 yen.

Untuk contoh brand kedua ada Kanebo’s Twany yang dibuat dengan tujuan menjaga keseimbangan hormon, sehingga mampu mampu menjaga kualitas kulit. Walaupun memiliki kemasan yang sederhana, namun hasilnya yang menjanjikan, membuatnya dihargai 3000 sampai 20.000 yen atau 400 ribu sampai 2,2 juta rupiah setiap produknya.

Ketiga ada brand Kose’s Predia yang menggunakan lebih dari 600 jenis mineral yang kaya akan rumput laut. Soal harga, mulai dari uang 2200-12.000 yen atau 300 ribu sampai 1,3 juta rupiah bisa untuk membawanya pulang. Terakhir ada Albion’s Ignis dengan menggunakan bahan herbal dari 11 jenis tumbuhan berbeda. Soal harga untuk satu produknya berkisar antara 400 ribu sampai 2,2 juta rupiah atau 3000-20000 Yen.

12. Kokeshi

Kokeshi adalah boneka yang dibuat menggunakan kayu yang memiliki bentuk wajah dan badan, namun biasanya tidak memiliki kaki karena bagian bawahnya dibentuk datar. Bentuk tubuhnya sangatlah unik, karena membentuk tabung tanpa adanya tangan, kalau ada tangannya hanya dibuat dengan proses pengecatan.

Kokeshi telah ada sejak zaman Edo, yakni mulai tahun 1600-an yang dikenal di wilayah Tohoku ujung Utara pulau Honshu. Dulu untuk membuat satu bentuk kokeshi, pengrajin harus membuat seluruh anggota badan dengan mesin bubut. Namun sekarang ini, penggunaan mesin bubut bisa dilakukan hanya pada badannya saja, atau kepalanya saja.

Untuk melengkapi ekspresi dan baju yang digunakan, oleh-oleh khas Jepang bernama kokeshi ini harus diberi sentuhan akhir dengan melukis mukanya agar tampak hidup, begitu pula untuk rambut dan pakaiannya. Hasilnya adalah boneka yang keren dan bisa dipajang di atas meja untuk memperindah ruangan.

13. Koinobori

Koinobori merupakan sejenis bendera namun memiliki lambang ikan koi yang nantinya akan dipajang pada tongkat seperti layakanya bendera negara. Maksud dari penggunaan ikan koi pada bendera tersebut adalah karena ikan koi memiliki kekuatan yang kuat dalam melawan arus, sehingga diharapkan anak-anak bisa seperti ikan koi, yakni sehat, kuat, dan sukses. Bahkan, di Jepang terdapat festival koinobori untuk memperingati jatuhnya hari anak.

Sampai sekarang festival tersebut masih dijalankan karena memiliki maksud yang baik bagi perkembangan anak, khusunya laki-laki. Untuk warna ikan koi pada bendera beraneka ragam dengan maksud yang beraneka ragam pula. Misalnya warna hitam yang dilambangkan ayah pada keluarga, lalu merah yang melambangkan anak laki-laki paling tua, dan ada juga hijau dan biru untuk melambangkan anak laki-laki lainnya.

14. Kairo

Kairo adalah pemanas portabel yang bisa ditempatkan dimanapun, namun biasanya ditempel pada pakaian. Inovasi ini dibuat karena di Jepang memiliki empat musim, salah satunya musim dingin yang mampu menciptakan suhu dengan rata-rata 0 sampai 7 derajat celsius.

Bahkan, pada waktu-waktu tertentu, suhu di sana berada pada titik di bawah 0 derajat. Hal itulah yang membuat munculnya kairo alias penghangat portabel yang ditempatkan di baju dan bisa membuat pemakainya hangat, entah saat keluar rumah ataupun saat di dalam ruangan.

Bentuk kairo mirip dengan kemasan teh celup di negera kita tercinta sehingga bisa dengan mudah ditempelkan dimanapun atau juga bisa dimasukkan ke dalam saku. Cara kerjanya adalah saat kairo yang telah dibuka bersentuhan dengan udara, maka akan menimbulkan reaksi kimia yang menciptakan udara hangat bahkan mampu menghasilkan suhu 60 derajat.

Untuk yang ditempel, kehangatannya bisa bertahan 14 jam, sedangkan yang tidak ditempel, mampu bertahan 20 jam lamanya. Yang ingin membelinya bisa dengan mudah menemukannya di toko-toko maupun supermarket di Jepang. Apabila kairo dibeli sebagai oleh-oleh khas Jepang untuk dibawa ke Indonesia, rasanya kurang pas dengan iklim di Indonesia yang rata-rata cuacanya dominan panas, kecuali untuk kamu yang tinggal di kawasan pegunungan.

15. Topeng Kabuki

Kabuki adalah sejenis pertunjukan teater yang telah ada sejak zaman dahulu, yakni sekitar tahun 1603. Sejarahnya adalah saat ada pertunjukan dramatari yang dibawakan oleh Okuni, dia berpakaian mencolok layaknya laki-laki dengan gerakan-gerakan aneh saat pertunjukan berlangsung. Karena keunikannya, tarian yang dibawa oleh Okuni menyebar dengan cepat, dan banyak yang menirunya. Bahkan wanita-wanita penghibur juga turut menarikannya saat di undang oleh para pembesar.

Untuk membawakan tarian ini, orang yang menjadi lakonnya harus menggunakan topeng Kabuki. Jadi jika berkunjung ke Jepang, tak ada salahnya untuk membeli topeng kabuki karena memiliki sejarah yang panjang. Apalagi topeng polos ini bisa dijadikan sebagai barang koleksi, maupun untuk pertunjukan pentas seni atau event di sekolah, bahkan bagi yang eksis bisa dipakai saat foto-foto atau menakuti teman.

16. Furoshiki

Furoshiki adalah kain dari Jepang berbentuk segi empat dengan beraneka macam motif dan corak yang bisa digunakan sebagai pembungkus kado atau barang lain. Namun pada zaman dahulu, yakni sekitar 1600-an, kain tersebut digunakan untuk membungkus pakaian dan alat mandi pada tempat pemandian umum.

Semakin ke sini furoshiki semakin berubah penggunaannya, yakni tidak hanya menjadi pakaian saja, namun kotak makanan, kue, dan seserahan bisa diberi furoshiki agar terlihat lebih cantik dan menarik. Bahkan karena saking cepatnya perkembangan, furoshiki dijadikan sebagai kerajinan tangan yang unik, misalnya adalah tas, hingga dijadikan untuk mendekorasi ruangan.

Hal tersebut dilakukan karena furoshiki adalah kebudayaan Jepang yang harus dilestarikan agar tetap hidup sampai nanti. Untuk membuatnya menjadi kain pembungkus atau kreasi lain, kamu tak perlu khawatir dengan pilihan corak dan warna, karena telah ada bentuk bangau, kipas, cemara, ombak, dan motif-motif lain. Motif-motif tersebut memiliki makna tersendiri, yaitu simbol pengharapan agar penggunanya mendapat berkah dan kebahagiaan.

17. Gamaguchi

Gamaguchi merupakan dompet koin yang dibuat dengan cara dirajut bagian body-nya, kemudian ada behel dompet yang menjadikannya unik. Kebanyakan bentuknya adalah melebar pada bagian tengahnya, sehingga terlihat menggendut dan pada bagian bawah dan atasnya lebih ramping dengan behel yang terpasang di atas untuk membuka dan menutup dompet.

Untuk mempercantik tampilan dompet, biasanya diberi aksesoris sesuai keinginan atau menambah rajutan dengan membentuk bunga. Material untuk membuat dompet ini adalah Benang Poly Cherry yang bisa dipilih warnanya sesuka hati, lalu ada hakpen alias jarum rajut, dan terakhir behel dompet.

Selain itu, mesin jahit juga dibutuhkan untuk menjahit kain yang berada di dalam rajutan. Bagi yang ingin membuatnya, kamu harus tahu cara merajut dan memasang behel ke hasil rajutan yang terkenal memerlukan kesabaran. Jika tidak bisa, tak ada salahnya untuk membelinya sebagai oleh-oleh khas Jepang saat berkunjung ke negara matahari terbit itu.

18. Daruma

Daruma adalah boneka yang bisa dijadikan sebagai permainan berbentuk hampir bulat karena dibagian depannya terdapat muka yang dibuat lebih menjorok ke belakang. Bentuk daruma adalah Bodhidharma sebab asal usul boneka ini tak lepas dari boneka okiagari koboshi yang sangat berat, sehingga saat dimiringkan akan kembali tegak.

Dikarenakan hal tersebut, boneka daruma dikait-kaitkan dengan Bodhidharma yang tegar bermeditasi menghadap ke vihara shaolin selama 9 tahun. Namun kini Daruma dibuat dengan dalaman yang kosong, sehingga akan ringan untuk dibawa kemana-mana, terutama dibawa ke Indonesia sebagai oleh-oleh khas Jepang untuk wanita. Daruma memiliki warna merah di hampir seluruh bagiannya, kecuali bagian muka yang dilukis membentuk wajah.

Pemberian warna merah dikarenakan menjadi warna yang sama dengan pakaian Bodhidharma dan melambangkan kekuatan untuk menolak bala. Permainan yang terkenal dengan menggunakan daruma adalah Daruma otoshi, yakni permainan yang menaruh daruma di bagian atas dari potongan beberapa kayu. Cara mainnya adalah dengan memukul kayu-kayu tadi, namun dengan syarat, tidak boleh menjatuhkan daruma.

19. Wagasa

Wagasa adalah payung tradisional yang telah ada sejak tahun 1550 asal Jepang dengan dibuat menggunakan bambu dan washi (kertas Jepang). Untuk membuatnya, diperlukan keahlian khusus, mengingat payung ini terkenal dengan mekanisme buka tutupnya yang pas.

Pada zaman awal ditemukannya, hanya orang-orang kalangan atas yang bisa mendapatakan wagasa, walaupun saat zaman Edo payung ini dengan mudah diakses semua kalangan. Fungsi utama dari oleh-oleh khas dari Jepang saat itu adalah untuk melindungi dari hujan dan teriknya sinar matahari, namun sekarang telah berubah, karena digunakan untuk gaya dan upacara adat.

Pembuatan wagasa harus terlebih dahulu membuat kerangkanya dengan ukuran yang tepat, agar nanti saat dibuka tutup bisa pas, setelah itu, diberi washi di bagian atasnya dengan bentuk melingkar. Nantinya washi akan dilukis dengan motif tertentu untuk memperindah tampilan, ada motif bunga, daun, dan motif lain. Namun sebelum diberi motif, pemberian cat dasar dengan warna sesuka hati sebelum akhirnya diberi sentuhan finishing.

20. Furin

Furin adalah lonceng gantung yang akan berbunyi saat tertiup oleh angin khas dari Jepang. Untuk mendapatkan suara yang merdu tanpa meniupnya, kamu harus menggantungnya di depan rumah atau taman agar nanti saat ada angin yang lewat, furin akan bergoyang dan menimbulkan suara.

Selain untuk memberikan suara merdu, oleh-oleh khas Jepang untuk pria atau untuk anak ini juga menjadi hiasan di rumah dan taman-taman. Selain itu di varian lain, ada juga kertas dengan tulisan tertentu yang menggantung di bawah, yang bisa ditulisi apapun. Bahan untuk membuatnya beragam, mulai dari kaca, kayu, batu, kulit, bambu dan bahan-bahan lain yang bisa menghasilkan suara.

Bentuk-bentuk furin juga beraneka ragam, bahkan ada jutaan bentuk sampai saat ini yang digantung di depan rumah. Bahkan di Jepang dalam satu rumah bisa memiliki lebih dari satu furin. Untuk yang terbuat dari kaca, umumnya di bagian samping terdapat motif-motif unik, mulai dari daun dan ikan koi. Untuk mempercantik, di bagian tali diberi hiasan seperti ikan, dan lain-lian.

21. Tatami

Tatami adalah semacam pelapis lantai atau tikar yang secara tradisional dibuat dengan jerami yang telah ditenun kemudian diberi kain brokade atau kain hijau polos di sekelilingnya. Namun karena semakin sulitnya menemukan jerami, kini tatami lebih sering dibuat menggunakan styrofoam dengan bentuk dan ukuran yang beragam.

Tatami telah melekat erat dengan Jepang karena telah digunakan sejak abad ke 7 pada zaman Heian. Pada saat itu para pemiliknya masih orang-orang bangsawan, sampai akhirnya kini tatami telah digunakan pada rumah-rumah tradisional. Rata-rata tatami memiliki ukuran sebesar 90×180 cm dengan ketebalan 1 3/4 – 2 ½ inchi, walaupun terkadang antara pabrik satu dengan pabrik lain berbeda ukuran.

Keunikan dari oleh-oleh khas negara Jepang ini adalah warna awalnya yang hijau, namun lama-kelamaan akan memudar menjadi cokelat. Hal ini dikarenakan sinar matahari yang masuk ke rumah membuatnya menjadi berubah warna. Jika tatami kotor, cara membersihkannya adalah dengan mengelap menggunakan kain basah atau dengan vacuum cleaner.

22. Maneki Neko

Maneki Neko adalah pajangan yang terbuat dari keramik atau porselen dengan bentuk kucing yang mengangkat satu tangannya. Beda tangan, beda pula maksud dan tujuan, misalnya bila yang diangkat adalah kaki depan (tangan) bagian kanan, maka dipercaya akan mendatangkan uang bagi pemiliknya.

Sedangkan untuk tangan kiri yang diangkat, maka akan mampu mendatangkan pembeli bagi toko-toko. Namun jika dibuat dengan mengangkat kedua tangan, maka itu tidak maneki neko, karena akan melambangkan simbol pasrah. Oleh-oleh souvenir khas Jepang ini sekarang banyak sekali ditemui di toko-toko, mulai toko berskala kecil, sedang, hingga besar sekalipun.

Penggambaran kucing dengan mengangkat tangannya, konon karena kucing tersebut mencuci mukanya dengan hanya menggunakan satu kaki bagian depan. Maneki neko juga dibuat menjadi robot, sehingga bisa bergerak mengayunkan tanggannya, bahkan ada variasi lain seperti celengan, gantungan kunci, dan pengharum ruangan. Varian dari maneki neko menjadikannya sangat recommended untuk dibeli sebagai oleh-oleh barang khas Jepang.

23. Geta

Geta adalah sandal asal Jepang yang terbuat dari kayu dengan tali berbentuk huruf V pada bagian atasnya untuk mempermudah memasukkan kaki, dan agar tidak mudah terlepas saat dipakai. Uniknya, saat dipakai dengan hentakan yang lebih, geta akan menghasilkan suara dengan nada “Klotak klotak”. Bahkan Geta telah ada sejak tahun 1970 untuk mengurangi resiko kimono terkena noda lumpur saat berjalan.

Untuk membuat geta, diperlukan dua buah kayu besar atau jika kecil-kecil, bisa ditempel menjadi satu, namun nanti harus jadi dua bentuk dengan ukuran yang sama. Jika sudah membuat 1 lubang dengan bor pada bagian ujung depan dan 2 lubang di belakang samping kiri dan kanan, lalu tali yang telah disiapakn dipasang ke lubang tadi layaknya sandal jepit.

Untuk mempercantik, kayu bisa dicat atau dilukis sesuai keinginan dengan bentuk tertentu. Karena sudah sangat terkenal sampai ke penjuru dunia, geta alias bakiak ini telah banyak disewakan pada tempat penyewaan baju tradisional, bahkan tak jarang banyak penjual yang menjualnya.

24. Kumade

loading...

Penduduk Jepang sangat percaya akan hal-hal yang berbau magis dari barang berupa jimat untuk mendapatkan keberuntungan, hal itu tidak ada salahnya untuk dicoba dengan membeli kumade. Kumade adalah sapu yang dibuat menggunakan bambu, kemudian diberi tambahan seperti bentuk dewa-dewa maupun hewan-hewan yang melambangkan kemakmuran. Sedangkan sapu itu sendiri memiliki makna menyapu kekayaan dan keberuntungan menuju kepada penggunanya.

Dalam satu sapu kumade terdapat jimat-jimat lain yang dipasang untuk menambah keberuntungan, misalnya adalah topeng wanita Otafuku yang dipasang pada sapu agar membawa kemakmuran dan kebahagiaan. Lalu ada tambahan koin koban emas kuno agar memperlancar usaha dan memberi keberuntungan pada bisnis yang sedang digeluti. Bahkan ada bentuk dewa Ebisu pelambang kemakmuran, dan terakhir adalah ikan koi, yang melambangkan kekuatan dan ketekunan.

Itulah rekomendasi oleh-oleh khas Jepang untuk kamu bawa pulang ke tanah air. Sebagai negara dengan nilai kebudayaan yang begitu melekat pada kehidupan masyarakatnya, tentu ada banyak pilihan atribut budaya Jepang yang bisa kamu beli sebagai kenang-kenangan. Selain atribut-atribut berbentuk benda mati, kamu juga bisa dengan leluasa membeli buah tangan berupa makanan.

Leave a Reply