Makanan Daerah Yang Dimodifikasi

Makanan daerah sangat identik dengan berbagai ciri khas daerah khususnya dalam pembuatan dan juga bahan yang digunakan. Selain memiliki rasa yang enak dan juga nikmat makanan khas tradisional biasanya memiliki kreasi seperti makanan khas daerah yang di modifikasi.
 
Makanan khas yang dimodifikasi ini terdapat dalam buku prakarya dan kewirausahaan oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan yang bertujuan memberi varian bentuk dan resep yang kekinian.
 
Ada beberapa makanan khas daerah yang tidak bisa dimodifikasi karena resepnya tidak dapat dirubah dan juga faktor adat istiadat.
 
Nah berikut ini makananoleholeh.com akan merangkum 15 makanan khas daerah yang dimodifikasi.
 

Mengapa makanan khas daerah dimodifikasi?

 
Dengan perubahan tahun ke tahun tentunya makanan khas akan tertinggal dengan mengikuti resep yang kekinian. Namun beberapa makanan khas daerah tidak dapat dimodif.
 
Dalam dunia bisnis, perubahan resep makanan biasanya disebabkan karena adaptasi dari para pembeli. Misalnya dari bentuknya, rasanya, maupun dari teknik produksinya.
 

Contoh Makanan Daerah Yang Dimodifikasi

Makanan Daerah Yang Dimodifikasi berbahan hewani

 
Membuat makanan daerah pastinya menggunakan resep tradisional yang memiliki rasa dan teknik yang berbada pada umumnya. Namun ada beberapa ubahan agar menjadi lebih kekinian mengikuti perkembangan zaman.
 

1. Pisang Goreng

 
Pisang Goreng menjadi salah satu makanan yang bisa kamu nikmati kapanpun dan dimanapun. Makanan ini sering sekali dijual saat kamu berada di pasar. Pisang Goreng menjadi makanan khas daerah yang dimodifikasi dengan kreasi nugget dan berbagai jenis toping yang enak seperti red valvet, keju, dan juga coklat.
 

2. Nasi Uduk

 
Salah satu makanan yang nikmat perbaduan antara makanan khas jakarta dan juga perancis. Nasi uduk asal betawi memang memiliki rasa dan aromah rempah yang khas dan juga biasanya terdapat timun, tahu goreng, emping, irisan telur, irisan tempe, bawang goreng, abon, suwiran ayam, dan sambal kacang.
 
Dengan sentuhan invasi dari negara perancis tentunya rasa yang dihasilkan lebih gurih dan juga manis.
 

3. Cireng

 
Makanan khas sunda ini terbuat dari tepung tapioka dan dulu makanan ini hanya satu jenis saja. Namun saat ini ada berbagai variasi jenis cireng yang bisa kamu olah dengan berbagai resep yang memiliki rasa enak dan lezat.
 
Cireng adalah makanan khas daerah yang dimodifikasi. Misalnya, beberapa penjual memodifikasi cireng dengan membungkusnya dengan bakso, kornet, dan keju. Cireng juga dianggap sebagai jajanan khas yang dimodifikasi dengan keju mozzarella.
 

4. Martabak

Salah satu makanan khas Bangka Belitung yang disukai masyarakat Bangka Belitung. Mirip dengan oleh-oleh saat ingin menjenguk pacar di rumah. Orang-orang juga menyukai martabak modern yang bentuk dan ukurannya sama dengan yang dibuat untuk pacar.
 
Anda dapat menambahkan berbagai macam topping kontemporer ke martabak ini, yang membuatnya unik untuk kue-kue lainnya. Alih-alih satu panci, Anda bahkan dapat menumpuk beberapa panci di atas satu sama lain.
Sebelum ada gula merah atau pisang, makanan ini identik dengan bumbu-bumbu biasa seperti santan, gula merah, meses, oncom, atau taburan gula. Hal ini disebabkan fakta bahwa rempah-rempah umum pernah dipanggil saat membuat hidangan ini.
 

5. Kue Cubit

Bagian tengah kue ini sangat lembut dan menambahkan sentuhan modern pada gaya tradisional. Jika topping kuenya hanya taburan gula, maka bisa ditemukan sejumput kue yang bertekstur kekinian.

Semua orang menyukai The Great Cookie karena beragam topping yang mereka tawarkan. Ini termasuk remah-remah Oreo, keju, marshmallow, potongan KitKat, saus cokelat, taburan dan banyak lagi. Selain itu, adonan dapat diwarnai dengan berbagai cara. Saya tidak sabar untuk mencicipi suguhan lezat ini!

6. Kue Rangin

Menggunakan berbagai topping modern, makanan bisa menonjol dari hidangan modern lainnya. Ini termasuk daging yang diparut menjadi potongan-potongan kecil, sepotong sosis dan mozzarella yang dilelehkan. Makanan ini juga memiliki rasa pedas karena gula pasir. Tampilan baru ini menawarkan berbagai tampilan berkat konsep yang digunakan. Bagi siapa pun yang tertarik, mencobanya.

7. Surabi

Sebelum oncom, selai durian atau gula tersedia sebagai topping, orang biasanya menikmati pancake dengan pilihan terbatas. Beberapa orang juga menikmatinya dengan oncom, topping populer di Surabaya, Bandung, dan Bogor. Berbagai pilihan topping kue Surabi ada; beberapa kue termasuk stroberi, blueberry atau keju.

8. Kue Bandros

Pada tahun 1900-an, tepung terigu Belanda menerapkan tepung terigu di Bandung ke Bandros. Ide pembuatan kue Bandros ini terinspirasi dari kebijakan tersebut.

Tepung adalah bahan makanan yang mahal dan diinginkan di masa lalu. Alhasil, kue bandros lahir dari kalangan bawah dengan cara yang mirip dengan kue bangsawan. Ada perbedaan yang signifikan antara bahan dan metode kue.

Tepung terigu digunakan sebagai pengganti bahan baku tradisional kue ini. Hal ini disebabkan karena tepung terigu dapat diproduksi secara murah dengan menggunakan bahan alternatif seperti tepung beras dan tepung kelapa. Selain itu, kue ini berisi cetakan baja yang unik untuk periode waktu.

9. Onde-Onde

Jajanan tradisional dari Mojokerto, Jawa Timur ini adalah yang paling ringan dari semua kue onde-onde. Itu dibuat dengan jajanan pasar murah, dan sangat kental.

Kue Onde-onde diyakini sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit. Itu adalah makanan ringan untuk anak-anak raja, yang juga memakan kue itu. Kue Onde-onde berbentuk bulat dan memiliki tekstur yang keras, meskipun juga memiliki kulit luar yang tipis.

Bahan dasar kue isi kacang hijau ini adalah tepung terigu. Itu diisi dengan isian manis – yang terbuat dari kacang hijau – itulah namanya. Kue onde-onde unik karena menggantikan isian kacang hijau yang manis dengan tepung ketan yang gurih. Tambalan tambahan dapat ditambahkan ke kue ini, seperti cokelat, yang membuatnya semakin menggugah selera.

Segala macam modifikasi makanan lokal memungkinkan untuk menemukan resep baru di sekitar kita. Selain itu, banyak vendor lokal memasukkan resep yang dimodifikasi ini ke dalam produk mereka.

10. Klepon

Makanan penutup tradisional Jawa Indonesia diinovasi melalui makanannya. Ini terdiri dari adonan dengan berbagai isian modern, seperti ubi ungu, kacang tumbuk, ubi jalar hitam, dan cokelat. Selain itu, menggunakan buah-buahan kontemporer seperti manggis, jeruk, pisang, jambu biji dan banyak lagi. Makanan penutup ini sangat cocok untuk acara kumpul keluarga.

macam-macam bahan untuk modifikasi makanan khas daerah
resep makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan nabati dan hewani
makanan khas daerah yang dimodifikasi yang mudah dibuat
contoh makanan yang dimodifikasi
makanan modifikasi adalah
modifikasi makanan khas daerah jawa tengah
makanan khas daerah yang dimodifikasi dari bahan nabati
makanan tradisional yang dimodifikasi modern

Tinggalkan komentar