13 Makanan Khas Kalimantan Selatan dan Penjelasannya

Berkunjung ke Kalimantan Selatan jangan hanya menikmati pesona alamnya saja, tetapi juga ragam kuliner yang menggoda selera. Provinsi dengan ibukota Banjarmasin ini terdiri dari dua belas kabupaten dan satu kota yang di setiap daerah mempunyai kuliner khas yang kemudian menyatu ke wilayah provinsi sehingga menjadi salah satu makanan khas Kalimantan Selatan.

Kalimantan Selatan yang terkenal dengan obyek wisata alam berupa laut, pantai, danau, dan gunung selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Di samping sektor pariwisata yang potensial, penduduk Kalimantan Selatan juga memanfaatka peluang usaha pada sektor kulinernya. Dari sekian banyak kuliner asal Kalimantan Selatan, MakananOlehOleh.com telah mengumpulkan belasan makanan khas Kalimantan Selatan yang tak perlu diragukan lagi kelezatannya.

1. Soto Banjar

Banjarmasin adalah ibukota provinsi Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin mempunyai kuliner khas berupa soto yang sangat terkenal. Jika datang ke Banjarmasin, setiap pengunjung harus mencoba makanan khas Kalimantan Selatan ini. Soto banjar berbeda dengan sajian soto di kota-kota lain. Soto asli Banjar terdiri dari banyak isian. Bukan cuma bihun dan suwiran ayam, tetapi juga ada telur rebus dan taburan bawang goreng.

Ayam yang digunakan untuk soto banjar adalah jenis ayam kampung. Selain ayam, bihun, dan telur, soto banjar juga disajikan bersama perkedel kentang. Jika selama ini soto lebih sering dihidangkan bersama nasi putih, beda halnya dengan cara penyajian soto banjar yang dilakukan bersama lontong atau ketupat. Agar bisa menikmati semangkuk soto banjar, para penjualnya hanya mematok harga yang berkisar antara Rp20.000 – Rp30.000 saja.

2. Dodol Kandangan

Kandangan adalah nama kota yang terletak di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Kota yang sekaligus menjadi ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan ini mempunyai makanan khas yang terkenal, seperti dodol kandangan. Dodol kandangan merupakan dodol terenak yang dimiliki oleh Kota Seribu Sungai. Dodol satu ini termasuk makanan khas Banjarmasin yang paling sering dibeli sebagai oleh-oleh para wisatawan.

Dodol yang berasal dari Kandangan berbeda dengan dodol di tempat-tempat lain. Setiap orang yang sudah pernah mencoba dodol kandangan menuturkan kalau dodol kandangan mempunyai tekstur yang lebih legar dan lembut. Bukan hanya itu, dodol kandangan juga mempunyai rasa yang tingkat manisnya pas. Para wisatawan yang ingin membeli dodol kandangan bisa datang ke pusat oleh-oleh atau langsung ke tempat produksinya yang berada di kabupaten Hulu Sungai Selatan.

3. Sayur Kambang Tigarun

Pada zaman dulu, masyarakat Banjar begitu gemar menyantap nasi, lauk, dan lalapan sayur. Ada banyak macam sayur yang biasa dipilih, seperti kambang tigarun salah satunya. Kambang tigarun merupakan tanaman sayur yang bagian kembangnya paling banyak dipakai sebagai lalapan. Meskipun banyak disukai penduduk Banjar, sayuran ini termasuk tanaman musiman sehingga keberadaannya tidak selalu di setiap waktu.

Kambang tigarun yang hendak diolah juga harus memilih yang sudah mengembang bunganya. Perlu diketahui juga kalau tanaman kambang tigarun mempunyai rasa pahit, jadi mereka yang biasa menyantapnya masuk dalam kategori penyuka makanan pahit. Kambang tigarun atau jaruk tigarun yang akan dijadikan lalapan sebelumnya harus direndam terlebih dahulu selama berhari-hari. Kalau sudah tiga sampat empat hari proses perendaman, biasanya kambang tigarun sudah bisa dinikmati bersama cacapan asam.

4. Cacapan Asam

Pada poin sebelumnya sempat dituliskan kalau sayur kambang tigarun biasanya dihidangkan bersama cacapan asam. Apa itu cacapan asam? Cacapan asam adalah makanan khas Kalimantan Selatan yang mudahnya bisa dianggap sebagai sambal, tapi sebenarnya bukan. Jika sambal biasanya padat, beda dengan cacapan asam yang justru cair karena dibuat dengan komposisi air serta makanan ini berwarna bening, bukan kemerahan seperti sambal.

Cacapan asam terbuat dari buah asam yang diproses dengan cara dicacah. Karena proses tersebut makanan ini juga disebut cacahan asam oleh orang Banjar. Sementara arti cacapan sendiri merujuk pada cara penyajiannya yang mencacap atau meresapkan suatu bahan ke dalam cairan [yang dipilih adalah buah-buahan yang asam seperti mangga muda, belimbing wuluh, binjau, atau ramania]. Rasa dari cacapan asam berpadu antara asam dan pedas.

5. Sate Tulang

Banyak orang menganggap kalau sate hanya banyak ditemukan di pulau Jawa, padahal tidak. Seperti di Kalimantan Selatan, kita bisa mendapati kuliner sate yang menjadi primadona di kota Banjar, sate tulang namanya. Jika kamu sedang menapakkan kaki di Banjarmasin, jangan sampai melewatkan makanan khas Kalimantan Selatan ini.

Sate tulang bukanlah sate yang menusuk tulang, itu hanya nama saja. Lalu, bahan apa yang dijadikan sate? Bahan yang digunakan adalah sisa-sisa tubuh ayam yang biasanya tidak terpakai, seperti leher, kulit, dan lemaknya. Semua bahan tersebut digiling dan diberi bumbu habang atau bumbu merah yang dominan cabai. Rasa dari sate tulang sebenarnya tidak hanya pedas, tetapi ada juga manisnya.

6. Lontong Orari

Menjelajah ke tanah Banjar jangan sampai melewatkan salah satu kuliner khas Kalimantan Selatan yang enak dan terkenal, lontong orari namanya. Setiap orang yang singgah ke kota Banjarmasin harus memasukkan lontong orari ke dalam daftar kuliner yang wajib dicoba. Lontong orari adalah makanan khas dari Banjarmasin yang bisa dijadikan menu sarapan, santap siang, atau makan malam saat berada di Bumi Antasari.

Lontong orari adalah makanan berkuah gurih yang secara fisik tampilannya tidak jauh berbeda dengan lontong sayur yang bisa ditemukan di Jakarta. Tapi saat lontong terbang ke lidah baru terasa perbedaannya. Pertama, bentuk dari lontong orari tidak bulat panjang, tetapi segitiga. Kedua, lauk yang digunakan pada lontong orari lebih banyak dari lontong sayur pada umumnya selain itu ada juga yang unik, yakni terdapatnya ikan haruan dalam seporsi lontong orari.

7. Nasi Itik Gambut

Rata-rata makanan khas Kalimantan Selatan memang paling banyak berasal dari Banjarmasin. Seperti di daerah Gambut yang menjadi daerah penyangga kota Banjarmasin dan Banjarbaru terdapat kuliner khas berupa nasi itik. Nasi itik gambut disebutnya, adalah kuliner berupa nasi putih yang dihidangkan bersama lauk itik dengan bumbu habang atau bumbu merah khas Banjar.

Satu porsi itik gambut biasanya dibungkus menggunakan daun pisang. Cara penyajian yang identik dengan masakan Sunda atau Jawa ini membuat nasi itik gambut mudah diterima hingga berbagai lapisan masyarakat. Nasi itik gambut sendiri bisa ditemukan di warung-warung yang banyak berjejer di sekitaran kota Banjarmasin, terutama di daerah Gambut.

8. Bubur Baayak

Bubur baayak adalah makanan tradisional khas Kalimantan Selatan yang menjadi warisan kuliner di Banjarmasin. Bubur tradisional ini mempunyai warna cokelat dengan paduan cita rasa manis dan gurih. Bubur baayak terbuat dari campuran tepung beras, tepung gandum, santan, gula merah, garam, dan air. Adonan bubur baayak berbentuk butiran-butiran yang diproses dengan cara disaring sembari digoyang-goyang hingga adonannya kalis.

Penjual bubur baayak sendiri cukup banyak ditemukan di kota Banjarmasin karena proses pembuatannya yang terbilang mudah. Bagi setiap pembeli yang ingin menikmati semangkuk bubur baayak, mereka hanya perlu mengeluarkan uang tidak lebih dari Rp10.000. Biasanya bubur baayak menjadi menu sarapan sehingga warung penjualnya pun sudah tutup di siang hari.

9. Ketupat Kandangan

Ketupat kandangan [katupat kandangan orang Banjar menyebutnya] adalah salah satu makanan khas Kalimantan Selatan yang berasal dari daerah Kandangan yang juga mempunyai kuliner khas lain berupa dodol kandangan. Ketupat dari Kandangan juga sama seperti ketupat pada umumnya yang terbuat dari bahan baku beras. Sedangkan perbedaannya dengan ketupat lainnya adalah penggunakan ikan haruan sebagai menu pelengkap di dalam setiap porsi ketupat.

Ikan haruan atau gabus yang digunakan tidak diolah dengan cara digoreng, melainkan dimasak bersama santan yang sehingga menghasilkan kuah gurih. Kuah tersebut nantinya akan disiram ke potongan ketupat. Ketupat kandangan bisa dimakan pada pagi, siang, ataupun malam hari. Sebagai tambahan, selain terdapat ikan haruan, biasanya ketupat kandangan juga disajikan bersama sepotong ikan gurame atau patin yang diasap.

10. Lamang

Masih berkutat di daerah Kandangan, Kalimantan Selatan. Jika tadi ada dodol dan ketupat, maka kali ini ada makanan khas Kandangan lainnya yang bernama lamang. Mungkin sebagian dari kamu sudah tahu atau setidaknya pernah mendengar nama makanan ini [lamang juga termasuk makanan khas Banten]. Lamang adalah makanan khas Kalimantan Selatan yang dimasak dalam seruas bambu.

Lamang kandangan biasa dihidangkan dengan sambal sate yang terbuat dari beberapa bumbu seperti kacang tanah, kemiri, dan cabai merah. Penyajiannya dilakuakn di atas piring atau mangkuk, tergantung selera. Setelah lamang diguyur bumbu sate selanjutnya ditambahkan telur bebek asin dan kacang nagara yang dimasak bumbu kareh. Lamang kandangan mempunyai rasa yang lebih gurh dan ketannya tidak alot seperti lamang di daerah lain.

11. Apam Batil

Para wisatawan yang datang ke Banjarmasin untuk menghabiskan waktu berlibur bersama keluarga harus menjajal kue apam batil, terutama untuk mereka yang sudah mempunyai anak, dijamin anak-anak mereka akan menyukai kue khas Kalimantan Selatan ini. Kue apam batil atau orang Banjar menyebutnya surabi adalah kue yang menjadi warisan nenek moyang suku Banjar. Apam batil biasanya dimakan dengan tangan alias bakucau dalam bahasa Banjar.

Kue apam batil yang menurut sebagian penduduk Banjar berasal dari Hulu Sungai Selatan adalah kue yang terbuat dari tepung terigu. Kue apam atau apem batil mungkin tidak sepopuler kue donat atau bolu, tapi untuk rasanya boleh diadu, apalagi jika dimakan bersama kuah gula aren, akan double nikmatnya. Kue yang menjadi kesukaan anak-anak Banjar ini paling sering dimakan pagi hari atau oleh umat Muslim dijadikan menu berbuka puasa.

12. Kalangkala

Kalangkala adalah nama makanan berkuah sejenis sayuran yang bentuk penyajiannya sangat sederhana. Meskipun makanan khas Kalimantan Selatan ini dianggap sebagai sayur, tapi bahan utama yang disajikan adalah buah. Adapun untuk buahnya sendiri mempunyai nama sama, buah kalangkala. Buah kalangkala mempunyai bentuk bulat, warnanya merah muda ketika matang, dan banyak tumbuh di hutan Kalimantan.

Buah kalangkala mempunyai daging yang lembut dan rasanya mirip dengan alpukat. Buah ini umumnya dimakan bersama kuah yang diberi cabai, meskipun ada juga yang tidak menggunakan cabai, tergantung selera pembuatnya. Untuk kuahnya berwarna bening dan rasanya gurih. Kuahnya sendiri hanya ditaburi sedikit garam sebagai penyedap sehingga sayur kalangkala ini benar-benar menjadi makanan dengan bentuk penyajian yang sangat sederhana. Biasanya sayur ini dimakan bersama ikan, sambal, dan nasi.

13. Iwak Samu

Iwak samu atau iwak basamu adalah makanan khas Kalimantan Selatan yang memanfaatkan hasil laut berupa ikan yang disamu. Samu dalam bahasa Banjar berarti proses mengasinkan ikan dengan dibumbui oleh garam, kunyit, dan beras yang disangrai dan kemudian ditumbuk kasar. Ikan yang biasa dipilih untuk disamu adalah ikan gabus, sepat, saluang, dan papuyu.

Iwak samu bisa dimakan bersama nasi, sayur, sambal, ataupun lauk pauk lainnya. Iwak samu yang ingin dimakan harus digoreng terlebih dahulu hingga matang [tentunya ikan sudah dibumbui dengan bumbu-bumbu tadi]. Rasa dari iwak samu asin bercampur gurih dan tak lupa terdapat sensasi kriuk yang bisa menambah selera makan.

Itulah ke-13 makanan khas Kalimantan Selatan yang berasal dari daerah-daerah yang termasuk dalam kawasan provinsi Kalsel, seperti di daerah Hulu Sungai Selatan bisa terkenal akan ketupat kandangan dan dodolnya. Di Barabai terkenal dengan apam dan kacang jaruknya. Kemudian di Amuntai ada kuliner dari daging itik. Daerah Martapura terdapat kelepon buntut dan di Banuang terkenal akan olahan pisang sale atau rimpinya.

Leave a Reply