21 Makanan Khas Maluku yang Menarik Wisatawan

Maluku terdiri dari sekelompok pulau yang terletak di lempeng Australia. Pada zaman dahulu, penduduk Eropa memberi sebutan Maluku sebagai “Kepulauan Rempah-rempah” dikarenakan provinsi Maluku menjadi penghasil rempah-rempah terbaik, seperti cengkeh dan pala. Di samping kekayaan perkebunannya, Maluku juga terkenal akan hasil lautnya yang melimpah sehingga makanan khas Maluku lebih banyak menggunakan bahan utama berupa ikan laut.

Berbicara tentang Maluku, masyarakat yang tinggal mempunyai makanan pokok yang berbeda dari masyarakat yang tidak berada di kawasan Timur Indonesia. Jika kebanyakan penduduk Jawa, misalnya, menjadikan nasi sebagai makanan pokok, Maluku menjadikan sagu sebagai makanan pokoknya. Meskipun demikian, Maluku tetap menyimpan kekayaan kuliner yang bisa membuat semua orang jatuh hati. Dari sekian banyak daftar kuliner yang ada, MakananOlehOleh.com telah memilih sederet makanan khas Maluku terbaik yang paling disukai wisatawan.

1. Papeda

Papeda adalah makanan dari Maluku yang sangat disukai oleh masyarakatnya. Makanan ini bahkan menjadi ikon kuliner Maluku yang wajib dicoba oleh mereka yang berkunjung ke Kota Manise. Makanan khas Papua satu ini begitu tersohor di Maluku dan Papua. Papeda adalah makanan tradisional yang dibuat dari bahan dasar tepung sagu yang diolah hingga berubah bentuk menjadi seperti bubur yang lengket dan kental.

Papeda mempunyai warna putih dengan rasa yang tawar. Makanan satu ini biasanya disajikan bersama ikan tongkol atau mubara yang sudah diberi bumbu kunyit. Papeda mengandung serat yang banyak, rendah kalori, dan menyimpan sejumlah nutrisi yang cukup. Pada saat penyajiannya, papeda harus dituang ke atas piring menggunakan sepasang sumpit. Cara mengambil papeda yang unik seperti ini terkadang yang menimbulkan rasa penasaran para pengunjung yang datang ke Maluku.

2. Kasbi Komplet

Di kepulauan Maluku memang terkenal akan makanan pokoknya yang bukan nasi atau beras, melainkan jenis karbohidrat lain seperti papeda yang berbahan dasar sagu. Selain sagu, Maluku juga memiliki makanan khas yang terbuat dari sumber karbohidrat selain beras, yakni kasbi atau singkong. Kasbi juga mempunyai rasa tawar seperti papeda. Dikarenakan rasanya yang tawar, kasbi lebih sering dihidangkan bersama menu pelengkap lainnya.

Kasbi yang dihidangkan bersama lauk-pauk disebut kasbi komplet. Kasbi komplet yang dibuat dari singkong rebus, ubi rebus, atau keladi rebus dimakan bersama menu pendamping seperti tumis kangkung bunga pepaya, ikan bakar bumbu rica, sayur jantung pisang, dan kohu-kohu ikan puri. Kasbi tawar juga nikmat apabila hanya disajikan dengan colo-colo atau sambal khas Maluku.

3. Gohu Ikan

Bukan cuma Korea dan Jepang yang mempunyai kuliner berupa ikan mentah. Di Indonesia, tepatnya Maluku, juga terdapat makanan khas yang terbuat dari daging ikan mentah. Di Maluku Utara, khususnya Ternate, bisa ditemukan makanan berbahan dasar ikan mentah yang bernama gohu ikan. Gohu ikan adalah makanan khas Maluku yang menyerupai sashimi dari Jepang. Nama makanan ini [gohu ikan] sudah satu paket, sehingga kalau ada orang yang mencarinya maka harus menyebut nama makanan ini dengan lengkap.

Ikan yang digunakan pada umumnya adalah ikan tuna atau cakalang yang disajikan dalam keadaan mentah. Pembuatan gohu ikan sangat sederhana dan mudah. Pertama-tama, daging ikan dipotong dadu, dicuci, lalu dilumuri garam dan perasam lemon. Setelah itu, tambahkan daun kemangi dan diamkan adonan selama beberapa saat. Untuk penambah selera, masyarakat Ternate biasanya menambahkan bumbu tumisan berupa bawang merah dan cabe rawit yang dirajang dan disiramkan apda adonan ikan untuk kemudian disajikan.

4. Ikan Asar

Kepulauan Maluku yang dianugerahi kekayaan lautnya oleh Tuhan bagaikan buah manis yang selalu bisa dinikmati oleh penduduknya. Di Ambon, ada satu makanan khas Maluku berbahan dasar ikan yang terkenal tak hanya di kawasan Maluku, bahkan merebak ke wilayah luar Maluku hingga ke negara Eropa seperti Belanda. Nama makanan tersebut adalah ikan asar atau ikan asap. Ikan yang biasa dipilih adalah ikan tuna dan cakalang.

Ikan tuna dan cakalang kerap dipilih karena dagingnya yang tahan saat dan setelah diasap. Biasanya ikan asar dibeli oleh wisatawan untuk oleh-oleh. Tingkat ketahanannya lama hingga maksimal 7 hari. Ikan asar biasa dijual dengan harga Rp20.000 – Rp50.000an. Dalam penyajiannya, ikan asar lebih nikmat jika ditemani dengan nasi dan sambal colo yang juga berasal dari Maluku.

5. Acar Kuning

Acar adalah makanan yang terdiri dari beragam sayuran padat seperti wortel, timun, dan bawang yang direndam dalam kuah dengan cita rasa asam. Biasanya, acar menjadi menu pelengkap yang terdapat di rumah-rumah makan. Di Maluku, ada jenis acar yang terkenal. Bedanya, acar khas Maluku ini menggunakan rebung sebagai bahan utamanya. Nama makanan khas Maluku ini adalah acar kuning.

Acar kuning sangat terkenal di kepulauan Maluku. Bahan-bahan yang dipilih untuk dibuat acar antara lain rebung, kecipir muda, bawang merah, cabai merah, mentimun, nanas, dan daun salam. Dari sejumlah bahan tersebut ada yang kemudian dihaluskan. Setelah semua bahan sudah siap diolah, proses yang dilakukan berikutnya adalah menumis semua bahan serta bumbu halusnya. Jika sudah matang, acar kuning bisa langsung dihidangkan sebagai teman makan nasi dan lauknya.

6. Kue Asida

Kue asida menjadi makanan khas Maluku yang digemari masyarakatnya sebagai camilan di waktu pagi dan sore hari. Menurut penuturan sejumlah warga Maluku, kue asida merupakan panganan yang terinspirasi dari budaya Timur Tengah. Biasanya kue asida ramai dibuat ketika bulan Ramadhan untuk dijadikan hidangan berbuka puasa. Kue ini bercita rasa manis dan teksturnya legit.

Untuk membuat kue asida, masyarakat Kota Manise membuat adonan yang terdiri dari campuran gula merah dan tepung gandum atau tepung terigu. Karena kue asida atau asidah mempunyai rasa yang manis, maka penduduk Muslim yang tinggal di provinsi Maluku memilih panganan khas tanah kelahirannya tersebut sebagai menu untuk berbuka. Selain masyarakat Muslim, kue asida juga disukai oleh masyarakat non-Muslim yang berada di ibukota provinsi Maluku.

7. Kue Bagea

Kue bagea adalah camilan khas Maluku berbentuk kue yang mudah dijumpai. Makanan ringan yang hanya bisa ditemukan di provinsi Maluku ini mempunyai rasa serta tekstur kue yang enak, renyah, serta gurih. Kue bagea pada umumnya berbentuk bulat dengan tampilan retak pada bagian permukaannya. Warna kue ini krem. Sagu merupakan bahan utama yang digunakan untuk membuat kue abgea.

Selain sagu, ada juga bahan lain yang turut ditambahkan seperti kayu mansi dan berbagai jenis kacang. Salah satu jenis bagea yang terkenal di Maluku adalah kue bagea kacang kenari. Untuk bagea kenari, orang Maluku menggunakan kenari yang berasal dari Pulau Makian, Maluku Utara di mana daerah tersebut dikenal sebagai Pulau Kenari. Kue bagea paling nikmat jika dimakan bersama kopi ataupun teh hangat.

8. Gatang Kenari

Jika menyebut Ternate, maka orang yang pernah berkunjung ke sana akan langsung kepikiran tentang gatang kenari ataau ketam kenari. Makanan khas Maluku bernama unik ini terbuat dari kepiting kenari. Di tempat asalnya, kepiting kenari sebenarnya menjadi satwa yang dilindungi. Akan tetapi, demi pariwisata, sejumlah restoran yang berdiri di Ternate memiliki izin untuk menyajikan kuliner dari kepiting kenari.

Dikarenakan populasinya yang tak banyak, harga satu porsi kepiting kenari dibandrol hingga mencapai 350 ribu rupiah. Jelas, kepiting kenari bukanlah hidangan yang bisa masuk ke perut sembarangan orang. Alasan lain yang membuat kepiting kenari sangat mahal ialah karena hanya di alam Halmahera kepiting kenari bisa ditemukan. Sebagai informasi, kepiting kenari sendiri adalah hewan darat yang bisa memetik dan bahkan mengupas buah kelapa.

9. Halua Kenari

Saat mendatangi Maluku Utara, kita bisa menemukan camilan enak bernama halua kenari. Halua kenari merupakan makanan khas Maluku Utara [di Maluku Utara terdapat pulau Makian yang terkenal akan hasil kenarinya yang melimpah] yang terbuat dari campuran kenari dan gula merah. Camilan bercita rasa manis dengan tekstur yang legit ini bisa menjadi menu untuk membantu program diet. Pasalnya, kenari hanya tidak mengandung banyak lemak tetapi justru menyimpan protein yang tinggi.

Selain bagus untuk membantu program diet, berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Marshall University, kenari juga sangat baik untuk menurunkan risiko kanker payudara. Camilan yang dipenuhi manfaat ini biasa dibeli sebagai oleh-oleh bagi setiap wisatawan yang memilih Maluku sebagai tempat pelancongannya. Jika kamu saat ini sedang berada di Maluku juga, jangan lupa untuk membelinya. Sebagai informasi saja, kacang kenari mempunyai rasa yang lebih enak dan gurih dibanding jenis kacang lainnya.

10. Ikan Kuah Pala Banda

Hasil laut yang banyak menuntut masyarakat Maluku harus kreatif dalam mengolahnya sebagai masakan. Dari sederet makanan khas Maluku berbahan dasar ikan, ada yang tak boleh dilewati oleh setiap pengunjung yang datang yaitu ikan kuah pala banda. Ikan kuah pala banda merupakan kuliner yang berasal dari kepulauan Banda, kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku. Hidangan ini menjadi salah satu kuliner favorit dan kebanggaan penduduk setempat.

Ikan yang digunakan untuk diolah menjadi ikan kuah pala banda pada umumnya adalah ikan kakap dan kerapu. Ikan kerapu atau kakap segar kemudian dicampur dengan bumbu dari buah pala, merica, dan rempah-rempah lain. Ikan kuah pala banda menawarkan rasa asam bercampur pedas yang bisa bikin ketagihan. Dahulu, ikan kuah pala banda hanya dibuat untuk hidangan khusus para petinggi Belanda. Ikan kuah pala banda umumnya dihidangkan bersama nasi, sambal bekasang, dan ulang-ulang.

11. Kohu-kohu

Kuliner khas Maluku selanjutnya yang wajib dicoba adalah kohu-kohu. Kohu-kohu adalah makanan yang mirip seperti urap khas Sunda dengan isian yang sangat berbeda. Sayuran yang digunakan untuk membuat kohu-kohu adalah sayuran mentah yang dicampurkan dengan kelapa parut. Adapun untuk sayuran yang biasa dijadikan kohu-kohu adlaah tauge, kacang panjang, dan daun kemangi.

Selain bahan dasar berupa aneka jenis sayuran, kohu-kohu juga dimakan bersama kelapa parut, irisan bawang merah mentah, suwiran ikan cakalang asap, dan perasan lemon Cina. Rasa gurih yang berpadu dengan asam segar yang dihasilkan oleh lemon Cina membuat lidah menari liar saat menyantap makanan khas Maluku ini. Di Maluku sendiri, khususnya Ambon, kohu-kohu biasa dihidangkan sebagai makanan sehari-hari.

12. Nasi Lapola

Entah sejak kapan masyarakat Maluku mulai memalingkan diri dari sagu yang selama ini menjadi makanan pokoknya. Nasi lapola menjadi salah satu bukti dari perkembangan seni kuliner di tanah Maluku. Nasi lapola kini sudah mulai dijadikan makanan pokok oleh seumlah masyarakat Maluku. Makanan ini terbuat dari beras, kacang tolo, dan parutan kelapa muda.

Penyajian nasi lapola tidak dilakukan sendirian, melainkan ditemani dengan lauk pendamping seperti kohu-kohu yang menggunakan ikan tongkol atau ikan teri basah bersama lalapan mentah dan campuran kelapa parut berbumbu cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan perasan jeruk nipis. Nasi lapola juga kerap dimakan dengan sambal colo-colo khas Maluku yang dibuat dari campuran tomat, cabai rawit, bawang merah, dan kecap.

13. Sambal Colo-colo

Sambal colo-colo sangat sering menemani santap besar masyarakat Maluku dengan tujuan agar makanan lebih sedap dan menggugah selera. Colo-colo mempunyai kemiripan dengan dabu-dabu yang dibawa sebagai istilah sambal dari Manado. Sambal colo-colo bisa dikreasikan secara bebas. Tapi pada umumnya, sambal khas Maluku ini menggunakan campuran tomat, bawang merah, cabai rawit, dan perasan jeruk nipis.

Selain keempat bahan tersebut, colo-colo juga kerap ditambahkan daun kemangi. Ada pula masyarakat yang menggunakan kecap asin meskipun menurut orang-orang tua di Maluku, sambal colo-colo yang asli tidak menggunakan kecap. Makanan khas Maluku ini biasanya dijadikan cocolan ikan bakar atau ikan goreng. Salah satu jenis masakan berbahan dasar ikan yang paling sering dimakan bersama colo-colo adalah ikan asar.

14. Lapis Palaro

Jika kamu menganggap lapis palaro adalah panganan berbentuk kue, maka itu salah besar. Lapis palaro sejatinya adalah makanan yang menghidangkan daging sapi sebagai sajian utamanya. Makanan yang menggunakan bahan dasar daging sapi ini sangat enak dengan baluran bumbu-bumbu rempahnya. Jika kamu ingin mencoba makanan ini, kamu bisa menemukan lapis palaro di sejumlah warung makan di provinsi Maluku. Namun apabila kamu mau memakannya di rumah, lapis palaro bisa dibuat sendiri.

Bahan yang digunakan untuk membuat lapis palaro utamanya adalah daging sapi yang diiris tipis, air, garam, gula pasir, dan tepung maizena yang dilarutkan dengna air. Kemudian ada juga bumbu halus yang terdiri dari cabai merah besar, bawang merah, bawang putih, jahe, kencur, cengkeh, pala, jintan, dan ketumbar. Untuk proses pembuatannya, kamu bisa mencari lebih lanjut pada halaman ini.

15. Woku Komo-komo

Sagu memang dianggap seperti primadona di tanah Maluku dan wilayah Timur lainnya. Tak heran jika kebanyakan panganan khas Timur, semisal Maluku, lebih umum dijumpai yang berbahan dasar sagu. Seperti woku komo-komo misalnya, makanan khas Maluku ini juga terbuat dari bahan utama sagu. Bagi yang belum mengenalnya, mungkin akan menganggap woku komo-komo sama dengan talam sagu bakar, padahal tidak.

Meski sama-sama dibuat dari tepung hasil olahan teras batang rumbia, woku komo-komo lebih cocok dihidangkan sebagai lauk untuk makanan utama. Woku komo-komo sendiri diolah dengan mengawali proses perendaman sagu di dalam air. Bumbu yang dipakai antara lain bawang putih, serai, jahe, dan jeroan ikan yang ditumis. Dikarenakan terdapat campuran jahe dan jeroan ikan, sagu woku komo-komo sudah cukup jika dijadikan hidangan utama.

16. Sagu Lempeng

Sagu lempeng adalah makanan khas Maluku yang sering dibawa sebagai buah tangan oleh para wisatawan. Camilan sederhana yang menjadi ciri khas kepulauan Maluku ini ada yang bercita rasa gurih tapi ada juga yang tawar. Biasanya sagu lempeng dijadikan teman minum kopi atau teh di waktu sore. Jika kamu tertarik untuk membawa pulang sagu lempeng saat berada di Maluku, kamu perlu tahu kalau tekstur sagu lempeng ini cukup keras saat digigit.

Sagu lempeng terbuat dari tepung sagu yang diolah dalam cetakan yang terbuat dari batu atau tanah liat bernama forna. Adonan tepung sagu yang sudah berada di dalam cetakan kemudian dibakar hingga berwarna kecokelatan. Bukan cuma cokelat sebenarnya tetapi ada juga sagu lempeng yang berwarna merah muda sehingga lebih menarik tampilannya.

17. Bubur Sagu Ubi

Selain papeda yang juga dikenal dengan sebutan bubur sagu, Maluku juga punya jenis bubur sagu lain yang dicampurkan dengan ubi. Bubur sagu ubi menjadi makanan tradisional di Maluku yang mempunyai cita rasa manis dan sangat cocok dimakan sebagai menu berbuka puasa. Panganan ini dibuat dari campuran sagu lempengan, ubi merah, dan kenari. Sedangkan bahan yang biasa dipilih untuk memberikan rasa pada bubur sagu ubi antara lain gula merah, gula pasir, dan daun pandan.

Sama seperti woku komo-komo, sagu yang dipakai untuk membuat bubur sagu ubi juga harus direndam terlebih dahulu selama satu jam hingga mengembang. Kemudian sagu tersebut dicampur bersama bahan perisa alami dan dimasak hingga semua gula larut. Proses berikutnya ialah mendidihkan kembali air gula, kemudian tambahkan ubi merah dan sagu yang sudah lunak. Semua bahan dalam panci terus dimasak hingga matang dan kental. Saat bubur sagu ubi sudah siap dihidangkan, biasanya orang Maluku menyiramkannya dengan saus khusus dari campuran santan, kelapa parut, daun pandan, dan garam, serta taburan kenari.

18. Kopi Sibu-sibu

Tidak hanya daftar makanan khas Maluku sebetulnya yang penulis tampilkan di sini, tetapi ada juga minuman khas Maluku yang sangat recommended untuk kamu coba selagi berkunjung ke Maluku. Kopi sibu-sibu namanya, minuman ini terbuat dari biji kopi asal Maluku. Sibu-sibu sendiri berarti angin sepoi-sepoi dalam bahasa Maluku, sedangkan dalam bahasa Melayu Ambon berarti rumah tempat melepas penat.

Kopi sibu-sibu dibuat dair jenis kopi robusta yang digiling dengan cara tradisional sehingga aroma asli kopi bisa terus menempel pada saat berubah menjadi minuman. Penyajian kopi sibu-sibu biasanya dilakukan bersama tambahan cacahan biji ketapang dan campuran bubuk cengkeh halus. Aroma kopi yang kuat dengan cita rasa yang khas dari biji ketapang dan bubuk cengkeh akan mengenalkan lidah pada pengalaman baru yang tak terbayangkan sebelumnya.

19. Bubur Ne

Apa kamu pernah mendengar nama makanan khas Maluku ini? Jika tidak, mari berkenalan sebentar dengannya. Bubur ne adalah panganan tradisional yang dibuat dari sagu yang dibentuk bulatan kecil-kecil seperti telur kodok yang beraneka macam warna, seperti putih, merah muda, dan merah terang. Bulatan sagu tersebut kemudian dimasak dalam santan hingga empuk dan kemudian dicampur ke dalam gula merah, daun pandan, dan kayu manis.

Bubur ne biasanya dimakan oleh masyarakat Maluku sebagai hidangan penutup setelah menyantap makanan utama. Bubur ne juga bisa dibilang sebagai minuman karena bisa dihidangkan bersama es. Selain pakai es, bubur ne juga nikmat disajikan dalam keadaan panas. Tapi dikarenakan bubur ne panas disajikan dengan sagu lagi, rasanya tidak cocok apabila sehabis makan besar kemudian perut diisi lagi dengan karbohidrat yang dikirimkan oleh sagu.

20. Sagu Gula

Masyarakat Maluku memang seakan tak bisa lepas dari yang namanya sagu. Hampir semua jenis makanannya yang terkenal dibuat dari bahan dasar berupa sagu. Memang wajar jika masyarakat Maluku dan sekitarnya menjadikan sagu sebagai produk pangan utama mengingat minimnya tanaman padi di perkebunan Maluku. Biasanya beras hanya dihidangkan pada saat-saat tertentu saja, selebihnya mereka mengonsumsi sagu, jagung, umbi-umbian, dan ketela.

Kembali membahas tentang sagu, ada satu jajanan yang sangat digemari warga Maluku, yakni sagu gula. Sagu gula biasanya mempunyai bentuk persegi panjang yang pada bagian atasnya terdapat jejeran gula merah cair yang sudah meresap ke dalam sagu. Sagu gula atau gula sagu kerap dijadikan camilan oleh orang Maluku yang sedang menunggu waktu senja. Biasanya sagu gula dimakan bersama kopi sibu-sibu sebagai bentuk kecintaannya terhadap tanah Maluku.

21. Suami

Kamu pasti sedikit bingung kenapa makanan khas Maluku yang satu ini bernama suami. Sekilas memang terdengar lucu namanya, tapi tidak ada yang tahu pasti siapa yang pertama kali atau alasan apa sehingga seseorang menamakan makanan ini dengan nama suami. Jika kamu baru kali ini mendengarnya, suami adalah makanan yang berasal dari kota Ambon.

Suami terbuat dari ubi parut yang sebelumnya sudah diperas dan dikukus. Bagi warga Ambon dan daerah-daerah di kepulauan Maluku lainnya sudah tak asing dengan suami. Menurut salah seorang penjual suami di Pantai Mardika, Ambon, suami sudah ada di Ambon dan menjadi kuliner temurun-temurun yang diwariskan. Makanan ini biasanya dijual dalam tiga macam, ada yang pakai gula, kelapa setengah tua, dan ada juga yang tidak pakai apa-apa. Setiap jenis suami mempunyai bentuk penyajiannya sendiri.

Perlu kamu ketahui bahwasanya rata-rata makanan khas Maluku menggunakan bahan dasar sagu dan ikan. Kemudian orang Maluku juga memanfaatkan hasil perkebunannya yang melimpah untuk dijadikan bumbu rempah, seperti kunyit, belimbing wuluh, kemiri, bawang merah, asam mawe, dan lain-lain. Selain itu pula masyarakat asli Maluku masih menggunakan alat masak yang tradisional, seperti untuk membuat papeda misalnya, penduduk Maluku hanya menggunakan wadah besar dan sendok kayu unyuk mengolah adonan tepung hingga menjadi sagu yang siap dikonsumsi.

Leave a Reply