Written by 08:39 Makanan Khas

Makanan Khas Pakistan

Tidak jauh berbeda dengan Indonesia masakan Pakistan kaya akan rempah-rempah. Jika Anda pecinta kuliner, setidaknya cobalah 10 makanan khas Pakistan ini.

Dijamin lidah Anda tidak akan berhenti untuk mencicipinya.

Makanan Khas Pakistan yang Lezat dengan Rempah-rempahnya

Mirip seperti India, karakteristik masakan Pakistan juga kaya akan rempah dan bumbu.

Sebagai negara yang terkenal dengan rempah-rempahnya, kuliner Indonesia juga tak jauh beda.

Karena itu makanan Khas Pakistan seringkali cocok di lidah orang Indonesia. Berikut ini adalah daftar makanan khas Pakistan paling populer yang enak dan patut Anda coba.

Makanan Khas Pakistan

[powerkit_toc title=”Daftar isi” depth=”2″ min_count=”4″ min_characters=”1000″]

Halwa Puri

Makanan Khas Pakistan

Halwa Puri (Halwa Poori) adalah makanan khas Pakistan yang terdiri atas 2 menu utama, Halwa dan Poori.

Halwa berbentuk sebagai puding atau saus manis yang terbuat dari campuran sirup gula dan semolina, lalu ditambah semacam remah kacang-kacangan seperti almond atau wijen.

Lihat juga makanan khas bandung

Sedangkan Puri merupakan sejenis roti kering yang terbuat dari adonan tepung, air, garam, dan minyak. Adonan Puri dibuat pipih dan melingkar lalu digoreng hingga menggembung. Bentuknya mirip seperti tortilla dari Meksiko.

Puri yang masih segar dan hangat dapat disobek dan dicolekkan ke sirup halwa yang manis dan segar.

Kegurihan Puri dipadukan dengan manisnya Halwa dapat menjadi menu sarapan pagi yang sempurna untuk Anda.

Sajji

Anda mungkin tidak tahu jika disebutkan nama Sajji, tapi Anda pasti langsung paham jika disebutkan ayam bakar atau kambing guling.

Sajji, Saaji, atau Seiji merupakan makanan tradisional Pakistan dari provinsi Balochistan yang menjadi populer di seluruh penjuru Pakistan.

Makanan Khas Pakistan ini memang terbuat dari daging kambing atau ayam (utuh) yang dibumbui, ditusuk, dan dibakar.

Selain dibumbui dengan garam dan rempah-rempah, daging ini juga dilamuri dengan getah pepaya agar lebih empuk. Di bagian dalam, biasanya diisi dengan nasi dan kentang.

Cara memasak ini menghasilkan daging yang renyah di luar dan juicy di bagian dalam. Aroma daging panggang dan kayu yang terbakar memberikan nuansa daging asap yang membangkitkan air liur.

Orang Pakistan biasa mengurapinya dengan air lemon dan menyantapnya bersama nasi, roti naan, atau minuman khas Pakistan, raita.

Zarda

Jika di Indonesia ada nasi uduk, di Pakistan ada nasi Pakistan Zarda.

Namun, berbeda dengan nasi uduk dimana beras dimasak bersama santan, Zarda menggunakan susu dan gula sebagai campuran dalam memasak.

Selain itu, beras yang digunakan juga merupakan beras basmati yang merupakan beras premium dengan bulir yang panjang. Juga bumbu yang digunakan sangat kaya rasa, terutama dari saffron, cinnamon, dan cardamom.

Untuk mendapatkan warna yang kuning keemasan, Zarda ditambahi dengan pewarna makanan alami seperti kunyit pada nasi kuning.

Tampilan dan rasa Zarda menjadi semakin mewah dengan taburan kismis atau kacang-kacangan.

Masakan tradisional Pakistan ini sebenarnya termasuk jenis makanan yang mewah. Karena itu Anda mungkin hanya akan mendapati di acara-acara tertentu, atau rumah makan yang cukup prestisius.

Seekh Kabab

Seekh Kabab bisa disebut sebagai kebab tradisional Pakistan.

Seperti kebab Turki yang sudah terkenal luas di Indonesia, Seekh Kabab terbuat dari daging giling yang dipanggang.

Seekh Kabab tradisional biasanya masih menggunakan arang untuk memanggangnya, persis seperti sate. Meskipun sudah banyak yang juga menggunakan oven agar lebih cepat dan mudah.

Lihat juga makanan khas sunda

Bedanya dengan kebab Turki, Seekh Kabab biasanya menggunakan daging kambing atau domba. 

Selain itu, meski disajikan dengan sayuran, ia tidak dibungkus dalam roti seperti umumnya Kebab Turki. Seekh Kabab biasanya disajikan menyerupai sosis, serupa roll daging yang panjang.

Paratha

Paratha atau Parota merupakan makanan tradisional dari wilayah Peshawar, Pakistan yang biasanya disantap saat sarapan.

Mirip Puri, Paratha terbuat dari tepung yang dipanggang. Hanya saja ia dilapis mentega dan bentuknya berlapis-lapis sesuai namanya, para (lapisan) dan atha (tepung). 

Teksturnya mungkin mirip bakpia, garing dan renyah di luar tapi lembut di bagian dalam.

Paratha paling sering dinikmati dengan isian kentang rebus, kembang kol, jahe, dan bumbu lain. Tak jarang ia juga dinikmati bersama minuman seperti teh, yoghurt, atau bahkan kare.

Naan

Jika belum pernah menikmatinya, Anda akan lebih mudah membayangkannya sebagai pizza khas Pakistan (tanpa toping).

Naan merupakan roti pipih yang terbuat dari adonan tepung, ragi, susu, garam, dan gula. Resep orisinil ini membuatnya memiliki tekstur chewy dan kenyal.

Semakin lama, Naan brekembang dengan tambahan kreativitas, baik dari bahan, isian, hingga toping.

Ada Kulcha Naan yang diberi isian kismis, kentang. Atau Naan bawang yang diberi topping potongan bawang dan mentega.

Bahkan, ada pula variasi Naan yang diberi isian keju dan topping kurma.

Chapli Kabab

Chapli Kabab merupakan makanan khas Pakistan yang berasal dari wilayah Pashtun, bagian utara Pakistan.

Seperti jenis kabab lainnya, ia terbuat dari daging giling, baik sapi maupun domba. Hanya saja bentuknya lebih tebal, menyerupai steak dari Eropa.

Aroma dan gurih dagingnya semakin mantap dengan bumbu dari biji delima dan coriander kering, cabai hijau, dan daun peppermint.

Biasanya, Chapli Kabab disajikan dengan salad, sambal, saus yoghurt, dan disantap bersama roti Naan.

Gosht Karahi

Karahi merupakan sebutan untuk panci tebal tempat memasak dalam bahasa Pakistan. Gosht Karahi terbuat dari daging kambing atau sapi, sedangkan kari ayam biasa disebut chicken karahi.

Mungkin karahi ini masih satu akar kata dengan kari, karena hasil masakannya seperti masakan kari.

Bumbu yang digunakan seperti bumbu kari pada umumnya: bawang, cardamom, cumin, jahe, cabe merah, dan garam masala.

Masakan ini populer di wilayah Pakistan dan India bagian utara. Sementara di India lebih disukai yang pedas, Karahi yang mild lebih disukai di Pakistan.

Nihari

NIhari merupakan masakan berbasis daging yang aslinya berasal dari Delhi lama.

Ketika Pakistan dan India terpisah, banyak imigran yang menetap di Karachi dan membuka kedai Nihari. Karena itu Nihari menjadi bagian tak terpisahkan dari masakan khas Pakistan.

Nihari terbuat dari daging sapi, domba, atau ayam, yang dimasak dalam api kecil untuk waktu yang lama (6-8) jam.

Daging tersebut dimasak bersama bumbu yang kaya, dari cumin, cloves, garam masala, hingga cardamom. Karena dimasak dalam jangka waktu lama, bumbu tersebut dapat meresap dengan sempurna ke dalam dagingnya.

Tekstur, kelezatan, dan kelembutan daging Nihari menjadikannya favorit bagi orang Pakistan sebagai menu sarapan di pagi hari.

Samosa

Samosa merupakan masakan ala Pakistan yang berupa kulit lumpia berisikan daging dan sayuran.

Dagingnya biasanya terbuat dari kambing atau sapi, sedangkan sayurannya berasal dari kentang, bawang, dan kacang-kacangan.

Rasa samosa cenderung gurih dengan bumbu yang kaya. Beberapa jenis samosa bahkan isiannya dimasak dalam bumbu kari sebelum diisikan ke dalam kulit spring roll dan digoreng.

Lihat juga makanan khas daerah

Namun, jika Anda jalan-jalan ke Pakistan, Anda akan banyak mendapati Samosa dengan isian yang manis di kedai-kedai kaki limanya.

Demikian 10 makanan khas Pakistan yang paling populer, enak, dan disukai semua orang. Manakah yang pernah Anda coba, apakah Samosa, Halwa Puri, atau bahkan Nasi Zarda yang mewah?

Last modified: 5 November 2020