36 Makanan Khas Bali Paling Terkenal, Populer, dan Enak

Pulau Bali selain terkenal dengan keindahan wisata alam dan kearifan lokalnya, ternyata juga masih menyimpan beraneka ragam olahan kuliner khas, sehingga pelancong bisa sekalian berwisata kuliner di sana. Mengingat mayoritas penduduk Bali adalah Hindu, membuat mereka memiliki cukup banyak olahan dari daging babi, walaupun olahan daging lain seperti ayam dan bebek cukup melimpah, tapi terkadang dijadikan sebagai pengganti babi. Selain itu hasil laut seperti ikan dan rumput laut tetap dijadikan makanan di sana, karena cukup melimpah.

Banyak makanan dari provinsi dengan ibukota Denpasar tersebut memiliki rasa yang lumayan pedas, entah itu berkat bumbunya atau tambahan sambal pada menunya. Sambal seperti sambal matah dan sambal terasi adalah jenis dengan pemakaian paling sering oleh kuliner-kuliner Bali sebagai pelengkap. Untuk mendapatkan aneka kuliner tersebut, menemukannya sangatlah mudah, mengingat telah banyak rumah makanan hingga hotel yang menyediakannya karena wisatawan banyak yang menyukainya. Untuk itu, bagi kamu sedang berlibur ke Pulau Dewata, jangan lupa untuk menikmati makanan khas Bali yang terkenal enak dan wajib dicoba pilihan MakananOlehOleh.com berikut ini.

1. Nasi Ayam Kedewatan

Salah satu tujuan wisata bagi para turis lokal maupun mancanegara bila ke Bali adalah Ubud yang memiliki keindahan alam pesawahan dan tentunya kulinernya. Salah satunya adalah nasi ayam kedewatan yang dijual oleh salah satu rumah makan di wilayah Gianyar dengan nama “Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku”. Letaknya ada di Jl. Raya Kedewatan, Ubud, Gianyar, Bali dengan ciri khas rumah makannya adalah beraksitektur asli Bali. Dari alamat tempat menjualnya, pasti sudah tahu nama kedewatan yang ada pada kuliner tersebut didapat dari alamat tempat penjualannya.

Nasi khas Ubud ini hampir mirip dengan nasi campur yang beredar di seluruh Nusantara, bedanya lauk-lauk yang ada di sana adalah daging ayam, kacang goreng, jeroan, sate, telur rebus, dan kacang panjang. Mengingat masyarakat yang mencintai rasa pedas, disediakan pula sambal matah yang dibuat dari irisan cabai kecil-kecil yang ditambah dengan bawang dan garam. Sebagai salah satu kuliner lezat, tak jarang pula para wisatawan asing datang ke sana untuk menikmati satu porsi nasi ayam kedewatan untuk sarapan ataupun makan siang. Apalagi satu piringnya cuma dihargai 10 ribu rupiah saja, sehingga sangat terjangkau bagi warga lokal maupun orang asing.

2. Sate Lilit

Kuliner yang paling identik dengan Bali adalah sate lilit yang terkenal dengan cara pembuatannya itu. Berbeda dengan jenis sate lain, sate lilit memang dibuat dengan cara melilitkan adonan daging kedalam tusuk. Sedangkan kebanyakan olahan sate menusuk satu persatu daging yang telah dipotong kecil-kecil sebelum akhirnya dipanggang. Selain berbeda dari segi menaruh daging, juga berbeda dari segi ada tidaknya bumbu kacang yang telah melekat pada olahan sate. Pada sate lilit, kamu tidak akan menjumpai penggunaan bumbu kacang, karena bumbu-bumbu sate telah dicampur dengan daging sebelum dibakar.

Biasanya untuk membuat sate lilit, bahan yang digunakan adalah daging ikan tuna, namun ada juga yang memakai daging ayam. Membuatnya hanya perlu menghaluskan daging dengan cara menggilingnya kemudian memberikan bumbu dari bawang merah, serai, daun jeruk, dan bawang putih. Selanjutnya adonan yang telah merata akan dililitkan ke tusuk sate sebelum nantinya dibakar sampai matang. Rasa pedas manis dengan aroma serai akan langsung muncul saat menikmati makanan yang ada hampir di seluruh Bali ini.

3. Rujak Buleleng

Kuliner paling tepat untuk menimati teriknya matahari Bali saat siang hari adalah rujak buleleng yang memiliki rasa segar nan pedas. Berbagai buah-buahan akan dipotong dalam satu wadah kemudian nantinya akan dilumuri bumbu rujak di atasnya secara merata, itulah rujak buleleng. Sekilas memang mirip dengan rujak-rujak lain di Indonesia, namun karena bumbu atau sambalnya yang dicampur dengan buah membuatnya berbeda. Kita tahu sendiri bahwa rujak normal yang kerap dipasarkan akan memisahkan bumbu dengan buah yang nantinya dimakan dengan cara mencocol buah dengan bumbu tadi.

Walaupun ada pula yang mencampur buah dengan bumbu, tapi kebanyakan di pisahkan, dan perbedaan lain adalah bahan pembuatan bumbunya. Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bumbunya adalah gula aren buleleng, cuka, terasi, garam, cabai rawit, dan yang berbeda adalah adanya pisang batu. Tujuan dari penambahan jenis pisang tersebut adalah untuk memberi rasa sepat setelah kesemua bumbu bersatu dengan cara diuleg. Sedangkan untuk buah-buahan pembuatan rujak dari Buleleng ini sama dengan kebanyakan, yakni ada mangga, kedondong, nanas, bengkoang, ubi merah, pepaya, dan timun yang diiris tipis-tipis. Saat mencicipinya kamu akan langsung merasa pedas dari bumbunya dan buah-buah muda tadi akan memberi rasa segar di mulut, sehingga terasa begitu nikmat.

4. Ikan Asap Sambal Matah

Pulau dengan nama Pulau Serangan mungkin belum terlalu terkenal, namun olahan khasnya bernama ikan asap sambal matah adalah salah satu makanan terbaik. Di buat dari ikan hasil tangkapan orang-orang pulau yang masih segar seperti tongkol, tuna dan kerapu yang diasapi dengan rasa pedas, itulah ikan asapnya Pulau Serangan. Keunikan dari makanan khas Bali yang halal ini adalah penggunaan sabut kelapa yang dipakai untuk mengasapinya sehingga menimbulkan aroma sabut yang khas. Selain menimbulkan aroma, pemasakan dengan sabut pulalah yang membuat teksturnya empuk dan bumbunya merasuk ke dalam karena dimasak lebih lama.

Untuk membuatnya memang cukup memerlukan waktu, karena saat memasaknya, perlu membolak-balik ikan beberapa kali sambil mengolesi bumbu pada ikan tersebut. Apalagi saat proses membalik ikan tersebut, perlu waktu 5 sampai 8 menit dan setiap pembalikan juga harus mengganti sabut kelapa. Untuk membumbui ikannya, perlu bumbu halus dari cabai, kunyit, bawang putih, dan bawang merah. Setelah dirasa matang, ikan asap tersebut akan disajikan bersama dengan nasi dan ditemani dengan sambal matah rasa pedas. Pembuatan sambal matah yang membuat rasanya benar-benar pedas dibuat dengan cabai rawit, bawang, dan serai hasil rajangan yang dicampur petis dan garam.

5. Bulung Kuah Pindang

Sebagai daerah dengan wilayah laut yang cukup luas, membuat Bali menjadi penghasil rumput laut dengan hasil sangat melimpah, sehingga di sana terdapat masakan khas bernama bulung kuah pindang. Pembuatannya memerlukan rumput laut dengan jenis Kappaphycus alvarezii yang memiliki ciri-ciri warna yang hijau namun agak gelap dan sedikit kemerahan.

Uniknya, bulung kuah pindang memiliki dua warna setelah dimasak, yakni hijau yang didapat dari perendaman dengan air kapur dan akan bewarna putih bila rumput laut melewati proses penjemuran. Rumput laut tersebut nantinya akan direbus dan diberi kuah pindang dan diberi taburan bumbu khas yang membuat rasanya pedas gurih. Untuk menikmatinya cukup dengan memakannya bersama nasi yang masih hangat atau bisa dimakan dengan rujak buleleng.

Untuk membuat kuahnya, maka yang diperlukan adalah ikan segar seperti tongkol atau tuna yang direbus bersama daun salam, garam, dan serai. Kaldu ini nantinya akan disiramkan bersama rumput laut rebus dan pada proses akhirnya diberi juga bumbu garam, perasan jeruk limau, dan kelapa parut. Selain itu, masih ada tambahan berupa bumbu halus dari jahe, terasi bakar, cabai rawit, dan garam pada wadah berisi bulung kuah pindang tersebut. Ada juga yang memberi taburan kacang tolo, kedelai, dan kacang tanah yang digoreng kering. Untuk mendapatkannya sangatlah mudah, karena di Denpasar ada banyak warung dan rumah makan yang menyediakannya.

6. Ayam Betutu

Ayam betutu sudah sangat dikenal masyarakat luas, namun di Bali olahan tersebut berbeda karena dibuat dengan bumbu bernama base genep. Base genep merupakan bumbu khas Bali yang berisi bawang merah dan putih, cabai, kemiri, terasi, serai, daun salam, daun jeruk, lengkuas, jahe, kunir, dan kencur yang dihaluskan baru ditumis. Selain itu, ayam betutu bali punya keunikan lain, karena akan memberikan daun singkong ke dalam perut ayam setelah dilumuri dengan bumbu genep di atas. Namun sebelum diolah, ayam akan diikat baru direbus beberapa jam sampai bumbu meresap.

Bahkan setelah direbus, makanan khas Bali ayam betutu masih belum siap dihidangkan, karena harus dibakar dulu agar rasanya semakin nikmat. Untuk menikmati ayam betutu asli Bali ini, coba saja mengunjungi Rumah Makan Ayam Betutu Pak Man yang terletak di Jalan Kubu Anyar Tuban, Badung. Satu ekor ayam betutu dihargai dengan harga 65.000 rupiah, sehingga bisa dinikmati satu keluarga. Namun jika cuma seorang atau berdua, pesan saja yang seperempat atau setengah ekor saja agar menghemat uang dan ayamm tidak mubazir. Dengan rasa yang enak karena bumbu genep yang penuh dengan rempah, membuatnya menjadi primadona yang sangat cocok dinikmati bersama nasi.

7. Nasi Campur

Jika nasi campur atau rames dikira hanya ada di pulau Jawa, itu salah besar, karena di Bali ada nasi campur yang dihiasi oleh lauk yang Bali banget. Beragam lauk pauk dapat dipilih oleh para pelanggan seperti telur pindang, sate lilit, besisit, lawar sayuran, sambal, dan tak lupa ada nasi. Namun tidak hanya itu saja, karena nasi campur di Bali banyak dijual di berbagai rumah makan, sehingga akan ada variasi lauk untuk membuatnya berbeda dari produsen lain. Dengan lauk yang enak, banyak para penikmat kuliner tersebut menjadikannya sebagai sarapan pagi, makan siang, hingga makan malam untuk mengisi perut.

Beberapa lauk yang kerap ditemui selain menu utama di atas adalah jukut urap, tum ayam, kacang tanah goreng, lawar ayam, dan sambal matah. Jukut urap sendiri adalah makanan yang dibuat dari nangka muda, dan ada pula yang membuatnya dengan cara mencampurkan hasil rebusan bayam, kacang panjang, dan tauge bersama parutan kelapa bakar. Dengan lauk yang melimpah, kamu bisa memilihnya sebagai menu makan saat di Bali, apalagi untuk menemukannya sangat mudah.

8. Babi Guling

Nama babi guling di Bali sebenarnya lebih dikenal dengan be guling yang dibuat pertama kali oleh Suku Bali walaupun di luar negeri tradisi babi panggang yang mirip dengan babi guling telah dikenal luas. Bahan utama untuk membuat babi guling tentunya adalah daging dari anak babi, baik jantan maupun betina. Lalu isi perut babi tersebut akan diisi dengan sayur berupa daun ketela pohon baru nantinya dipanggang sambil diguling-gulingkan. Makanan khas Bali babi guling akan matang bila warnanya telah berubah, dari awalnya merah mulai menjadi cokelat dengan tekstur dagingnya yang menjadi renyah.

Makanan ini tergolong makanan premium, mengingat dulunya hanya disajikan saat upacara adat atau upacara keagamaan saja, namun kini telah menjadi menu rumah makan di Bali. Untuk mendapatkan makanan ini bisa didapat di Kabupaten Gianyar, baik di rumah makan atau hotel-hotel yang menyediakannya. Namun karena dibuat dari daging babi, bagi umat islam sangat tidak disarankan untuk memakannya, karena sudah pasti haram. Namun karena memiliki rasa enak, masyarakat Hindu di Bali sangat menyukainya, termasuk turis-turis asing yang sedang melancong ke Pulau Dewata tersebut.

9. Ikan Laut Sambal Mentah

Dengan potensi hasil ikan yang besar dan masyarakatnya yang dominan menjadi nelayan, Bali punya olahan dari ikan dengan nama be pasih mesambel matah. Makanan khas Bali di Jimbaran tersebut adalah bahasa Balinya ikan laut sambal mentah. Untuk membuatnya hanya perlu ikan laut yang masih segar dengan diberi bumbu-bumbu seperti terasi, kunyit, ketumbar, garam, kencur, ketumbar, dan bawang putih yang dihaluskan untuk dilumurkan ke ikan. Sebelum dimasak, saat proses melumuri bumbu tersebut harus ditunggu sampai bumbu benar-benar telah meresap sampai ke dalam.

Baru setelah bumbu meresap, ikan segar tersebut akan dipanggang menggunakan arang batok atau arang kayu sampai matang. Sesuai namanya yang ada kata sambalnya, maka diperlukan pula sambal yang terbuat dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, serai, garam, dan terasi bakar. Rempah-rempah tersebut akan dirajang dan dihaluskan bersama tambahan minyak kelapa dan perasan air jeruk limau. Di kawasan pesisir Bali seperti pantai Sanur dan Jimbaran, makanan khas Bali di Sanur yang biasa dimakan dengan nasi ini sangat terkenal dan mudah dicari.

10. Bebek Betutu

Jika tadi ada ayam betutu, maka kini ada makanan khas asal Bali bernama bebek betutu yang dapat ditemui dengan bahan utama berupa bebek. Olahan yang dimasak dengan cara betutu memang menjadi ciri khas dari Bali, salah satunya adalah bebek betutu yang memiliki rasa rempah yang sangat meresap. Wajar saja karena pembuatannya bisa memakan waktu semalaman hanya untuk mendiamkan bebek yang telah berlumur bumbu. Untuk membuatnya juga tergolong unik, karena harus dikukus agar bebeknya matang merata dan memiliki tekstur yang lebih empuk.

Cara membuatnya berbeda-beda, namun biasanya setelah bumbu-bumbu dibuat dan telah menjadi base genep, maka selanjutnya adalah melumuri bumbu genep tersebut ke sekeliling bebek. Namun sisakanlah setengahnya, karena setengah bumbu genep tersebut akan diurap bersama bayam yang nantinya dimasukkan ke perut bebek. Yang membuat unik, setelah proses ini, bebek akan ditutup rapat dengan daun lalu didiamkan selama 6 sampai 7 jam atau semalam suntuk.

Baru setelah itu bebek akan dikukus selama satu jam, dan bahkan masih harus di panggang atau dioven sampai matang agar bisa dikonsumsi. Penyajiannya biasanya akan diberi tomat, timun, nasi, dan sambal matah agar semakin nikmat rasanya. Walaupun dulunya adalah makanan para bangsawan, namun kini bebek betutu bisa dinikmati siapapun di rumah makan maupun hotel.

11. Jukut Urab

Salah satu jenis urapan yang khas dari pulau Bali adalah jukut urab dengan penampilan hampir mirip dengan urapan sayur dari Jawa. Dalam satu porsi jukut urab, nantinya akan diisi dengan sayuran berupa kacang panjang, tauge, bayam, dan wortel kemudian diberi bumbu. Perbedaan antara urapan yang ada di Jawa dengan jukut urab terletak pada bumbu tersebut, karena jukut urab akan diberi perasan jeruk nipis dan ada kacang goreng yang menemaninya. Kalau soal rasa, yang jukut urab terkesan lebih memiliki rasa pedas, karena akan diberi bumbu berupa cabai begitu banyak.

Selain sayur mayur, untuk makanan khas Bali yang enak ini diperlukan bumbu halus yang juga bisa disebut dengan sambal urap yang terdiri dari cabai rawit, cabai besar, bawang merah dan putih, gula jawa, kencur, merica, daun jeruk, dan terasi. Bumbu tersebut akan dicampurkan dengan parutan kelapa dan perasan jeruk nipis saat bahan-bahan tersebut sedang ditumis. Terakhir setelah matang bumbu kelapa dan sayur akan dicampur dan diaduk rata agar bisa dikonsumsi bersama dengan nasi atau lontong.

12. Nasi Tepeng

Nasi tepeng sebenarnya mirip dengan nasi campur, namun memiliki lauk dengan jenis lain dari nasi campur, bahkan lauk tersebut menjadi salah satu daya tarik nasi tepeng. Yang membuat keduanya sama adalah penggunaan lauknya yang cukup beragam dan dicampur menjadi satu, walaupun variasi lauk keduanya berbeda. Nasi tepeng sendiri sering disebut dengan nama sego tempong dan menjadi makanan khas Kabupaten Gianyar. Untuk menyajikannya, warung-warung yang menjualnya akan menggunakan alas berupa daun pisang yang telah dilapis beberapa helai daun agar tidak mudah rusak. Rasa dari nasi tepeng dominan pedas dan lauk pauk di dalamnya membuat variasi rasa lebih beragam, khususnya sayurannya dengan kandungan serat.

Berbagai aneka sayuran bisa dimasukkan ke dalam porsi nasi tepeng seperti terong, kacang merah, kacang panjang, nangka muda, kelapa parut, dan daun kelor yang direbus terlebih dahulu. Kesemua sayur itu akan menjadi tambahan nasi yang telah dimasak dengan santan, kunyit, serai, daun salam, dan garam. Berkat pengolahan nasi yang berbeda inilah yang membuatnya unik dan memberi rasa gurih. Selain sayur dan nasi, biasanya satu porsi makanan yang dihargai 10 ribu rupiah ini akan diberi sambal. Untuk mendapatkannya cukup kunjungi saja pasar senggol Jalan Ngurah Rai yang buka dari jam 6 sampai 11 malam saja.

13. Nasi Jinggo

Nasi jinggo merupakan kuliner asal Bali dengan tampilan nasinya berbentuk kerucut memanjang lalu diberi lauk berupa suwiran daging, sambal, sambal goreng tempe, dan mie. Jika dilihat sepintas memang hampir mirip dengan nasi kucing khas angkringan dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, namun dari lauk dan bentuk nasinya itulah yang membedakannya. Selain itu, pembungkusan nasi jinggo lebih sering menggunakan daun pisang tinimbang kertas minyak. Menurut sejarah, makanan ini dinamai jinggo karena dulu harganya cuma 1500 rupiah sesuai arti nama jinggo yakni 1500. Namun kini karena naiknya harga sembako, membuatnya bisa dihargai 5 ribu sampai 10 ribu rupiah satu porsinya.

Selain bisa dibeli untuk makan malam, makanan khas Bali di Kuta ini kerap pula disajikan pada saat acara-acara pernikahan dan arisan dengan lauk yang lebih beragam tentunya. Selain lauk yang telah disebut di atas, masih ada lauk yang lebih keren, yaitu sate lilit, telur asin, sate ayam, sayur tumis, dan kacang goreng. Rasa nasinya sangat pulen dan sambalnya berasa super pedas, membuatnya semakin digandrungi. Untuk mendapatkannya bisa ditemukan saat malam hari mulai jam 7 malam hingga tengah malam di warung-warung pinggir jalan. Kota-kota besar tujuan para pelancong seperti Denpasar, Kuta, dan Ubud menjadi kota dengan warung nasi jinggo yang begitu menjamur.

14. Bubur Mangguh

Bubur mangguh adalah sajian bubur yang menjadi kuliner khas dari Desa Tedjakula, Bon Dalem, Buleleng dengan ciri khasnya menambahkan urapan dan kacang goreng. Menikmati satu mangkuk bubur mangguh, kamu akan mendapatkan rasa pedas dan rasa rempah-rempah yang sangat terasa. Apalagi dalam satu porsinya masih ada tambahan urapan berasa gurih dan beberapa lauk berupa suwiran ayam dan sayuran. Buburnya juga dibuat dengan rempah-rempah seperti daun salam, santan, dan garam sehingga menimbulkan rasa bubur yang gurih namun begitu lembut di mulut.

Setelah bubur selesai dibuat, untuk menambahkan rasa nikmat, bubur ini akan diberi lauk dan bumbu yang dicampur menjadi satu. Bumbu-bumbu tersebut dibuat dari bawang merah, ketumbar, bawang putih, kemiri, cabai merah, kunyit bakar, garam, dan merica yang dihaluskan lalu ditumis. Saat proses menumis, daging ayam yang telah disuwir-suwir, kaldu bubuk, lengkuas, dan daun salam akan dimasukkan. Setelah matang, lauk tersebut sudah bisa disajikan bersama bubur dengan kuahnya yang begitu segar. Namun masih ada lagi urapan yang didapat dari kelapa parut dan kecang panajang, serta ada lagi tambahan kacang panjang dan bawang goreng di atasnya. Untuk mendapatkannya bisa ditemukan di restoran Buleleng maupun Denpasar serta rumah makan yang menyediakannya.

15. Entil

Salah satu makanan dengan bentuk mirip ketupat namun dengan penyajian dan rasa yang berbeda adalah entil khas daerah Pupuan, Tabanan, Bali. Walaupun cara membuatnya mirip ketupat, namun entil memiliki bentuk lebih pipih dengan warna kehijau-hijauan. Bahkan pemasakan tradisional orang-orang Bali akan menggunakan daun nyelep atau daun talengidi bukan daun pisang (walaupun bisa) seperti lontong. Namun di balik semua perbedaan itu, entil sama-sama dimasak dari beras bercampur santan, sehingga mirip ketupat atau lontong.

Untuk menyajikan entil, beras dan santan yang telah dimasukkan ke daun telengidi dan sudah matang, maka akan ditelanjangi dari daun penutupnya. Setelah ditaruh di atas piring, maka akan ditambahkan bayam, kecambah, kacang panjang, sambal kelapa, dan sambal goreng. Bahkan untuk melengkapi rasa dan enaknya entil, maka akan diberi kuah bersantan untuk melumurinya, walaupun tidak terlalu banyak. Rasa entil adalah gurih dan akan bercampur dengan pedasnya sambal saat keduanya dimakan bersama, apalagi masih ada sayuran, sehingga membuat seporsi entil begitu istimewa. Di daerah asalnya, Pupuan, akan ada banyak warung-warung dengan menu entil, sehingga saat berkunjung kamu akan dengan mudah mendapatkannya.

16. Sate Pentul

Tidak hanya sate lilit saja yang terkenal dari Bali, karena saudaranya yaitu sate pentul juga ikut nimbrung jadi olahan khas Bali. Antara sate lilit dengan sate pentul punya persamaan pada menaruh daging pada tusukan satenya, yakni sama-sama dengan cara dililitkan setelah daging dihaluskan. Namun yang membuat sate pentul Bali berbeda adalah tusukannya yang didapat dari batang serai, bukan dari bambu, kayu, atau batang kelapa yang selama ini digunakan untuk sate normal. Tidak hanya itu, perbedaan lainnya adalah daging halusnya memiliki bentuk lebih tebal atau gendut saat melilit bersama batang serai.

Untuk membuat sate pentul, yang digunakan bukanlah daging unggas seperti ayam, bebek, atau binatang ternak layaknya sapi dan kambing, namun menggunakan hasil laut berupa ikan. Biasanya yang digunakan adalah ikan tenggiri atau ikan kakap yang dicampur dengan daging udang agar rasanya makin mantap. Membuatnya hanya memerlukan daging ikan kakap dan udang giling yang akan diblender bersama bumbu halus, kelapa parut, kaldu, garam, dan gula merah. Setelah hasil blenderan halus, adonan ini bisa langsung direkatkan ke batang serai, baru dikukus. Selesai dikukus, sate siap untuk dipanggang untuk seterusnya dikonsumsi dengan rasa gurih pedas.

17. Sate Penyu

Kesan pertama bagi yang mendengar sate penyu pasti akan menyebutnya sebagai sate yang dibuat dari daging penyu. Namun usut punya usut, sate penyu ternyata dibuat menggunakan daging babi, bukan daging penyu karena penyu adalah salah satu hewan dilindungi. Penggunaan nama penyu menurut beberapa cerita didapat dari tempat penjualan sate ini, karena dulunya produsennya menjualnya di tepi pantai, seperti penyu yang sering mondar-mandir di tepi pantai. Namun karena akan merusak nilai estetika pantai, makanya penjualan sate penyu tidak di tepi pantai lagi, melainkan di warung-warung atau kedai di pelosok Bali. Salah satu tempat yang paling terkenal dalam memproduksi sate penyu ada di dekat Gelora Trisakti, tepatnya di Jalan Patih Jelantik.

Di tempat tersebut, banyak konsumen antri memanjang untuk menikmati sate dari daging babi yang hanya dibumbui dari cabai dan garam tersebut. Dengan dua bahan itu, rasa sate penyu ini terasa pedas namun ada rasa gurihnya yang berpadu dengan empuknya daging babi. Dalam satu tusukan satenya, hanya ada 2 sampai 4 potongan daging saja, namun dalam satu porsinya dihargai cukup murah, yakni 8 ribu rupiah per bungkus. Pada satu porsi tersebut, disajikan 6 tusuk sate bersama dengan ketupat sehingga membuat penikmat sate ini tak kuasa hanya menikmati satu porsi saja.

18. Timbungan

Kata timbungan sebenarnya adalah nama untuk proses pengawetan makanan dengan cara menimbun makanan ke dalam bambu. Namun kini makanan yang dimasukkan ke dalam bambu tersebut juga disebut sebagai kuliner timbungan. Dalam pembuatannya, bambu berukuran relatif besar akan dilubangi untuk diisi dengan berbagai daging dan sayur. Daging-daging seperti ikan, babi, dan ayam adalah yang paling sering dipakai bersama dengan sayur seperti daun sela. Namun sebelum masuk ke dalam wadah bambu tersebut, daging akan dibumbui agar memiliki rasa yang enak dan nikmat dikonsumsi.

Bumbu-bumbu untuk membumbui daging bisa dengan menggunakan bumbu normal ataupun mamakai base genep dengan tambahan minyak kelapa seperti kuliner Bali lainnya. Setelah dirasa lengkap, bambu akan dipanggang atau didekatkan pada perapian sampai dirasa matang. Setelah matang, di restoran-restoran maupun rumah makan Bali akan menyajikannya bersama bambunya yang ditambah dengan nasi. Rasanya akan sangat nikmat dan gurih, sekaligus bisa bertahan lama karena diawetkan dengan bambu. Kuliner khas Bali ini, kerap disajikan saat hari raya Kuningan dan Galungan, walaupun di rumah makan kerap menyajikannya sebagai menu makan.

19. Tum

Tum adalah makanan yang diolah dengan cara memasukkan daging ke dalam daun pisang, namun daging tersebut terlebih dahulu dibumbui baru dimasak agar bisa disebut tum. Dilihat dari proses tersebut, memang mirip dengan pepes, namun ini adalah pepes dari Bali. Dalam penggunaan daging untuk tum, bisa digunakan daging ayam, sapi, bahkan daging babi, terserah sesuai keinginan. Dalam pembuatannya, daging tersebut harus terlebih dahulu dicincang agar lebih mudah dimasukkan ke dalam medium daun pisang.

Memasaknya cukup mudah, setelah daging cincang disiapkan, selanjutnya adalah dengan menumis bumbu-bumbu seperti kencur, cabai merah, bawang merah, bawang putih, garam, terasi, dan minyak kelapa yang kesemuanya lebih dahulu dihaluskan. Bumbu teesebut haruslah dicampur dengan daging dan diratakan agar bumbu benar-benar menyelimuti semua bagian daging. Adonan tersebut nantinya akan dimasukkan ke dalam daun pisang dengan pucuknya dikunci dengann lidi agar tidak terbuka saat dimasak, baru dikukus sampai matang. Tum sudah bisa disajikan setelah proses tersebut, biasanya akan dimakan dengan nasi, apalagi rasa tum yang pedas gurih membuatnya semakin cocok dengan nasi.

20. Serombotan Klungkung

Nama serombotan klungkung adalah nama untuk penyebutan makanan dari daerah Klungkung dengan isian berupa sayuran berisi aneka bumbu. Sayur yang kerap dijadikan sebagai serombotan adalah bayam, kangkung, terong bulat, buncis, kacang panjang, dan kecambah yang dimasak dengan cara direbus. Untuk mempermudah konsumen saat hendak memakannya, sayuran tersebut akan dipotong kecil-kecil dulu, baru di atasnya akan diberi bumbu. Bumbu-bumbu tersebut yang nantinya akan membuat rasa serombotan lebih bewarna dengan perpaduan rasa gurih dan pedasnya.

Makanan khas Bali tersebut akan dibumbui dengan sambal nyuh, yaitu sejenis sambal yang dibuat menggunakan daging kelapa tua yang dibakar lalu diparut halus. Setelah diparut, kemudian akan dicampur rata dengan bumbu yang dihaluskan dari cabai, bawang putih, terasi, gula bali, dan garam. Lalu yang kedua ada bumbu bernama unyah sere limo, yang terbuat dari garam, terasi, cabai, dan perasan air jeruk.

Bumbu ketiga adalah bumbu kacang yang juga ikut masuk sebagai bumbu serombotan dengan bahan utama pembuatannya adalah kacang tanah. Setelah kacang tanah ditumbuk halus, nantinya akan diberi bawang putih, terasi, cabai, gula bali, dan garam yang digoreng bersama sedikit minyak. Setelah matang, ketiga bumbu tersebut akan dicampur ke atas serombotan lalu biasanya akan diurap agar saat menikmati sayurnya terasa nikmat.

21. Rujak Kuah Pindang

Namanya memang tidak setenar rujak-rujak lain, seperti rujak buah dan rujak sayur yang terlebih dahulu terkenal, namun rujak kuah pindang sangat dikenal di Bali, mengingat Bali adalah tempat yang hanya menyediakan makanan ini. Ciri utama dari rujak jenis ini adalah pada sambalnya, atau bisa disebut dengan kuahnya yang menggunakan kuah dari ikan pindang. Sedangkan untuk isiannya, normalnya sama dengan rujak-rujak lain, yakni hasil dari perajangan buah-buahan berupa mangga, nanas, mentimun, bengkoang, dan jambu air. Rasanya cukup pedas, mengingat kuahnya telah diberi cabai dan terasi sebagai bumbu dan ada sensasi segar dari buah-buahan.

Ada cerita unik di balik nama rujak tersebut, karena sesungguhnya nama aslinya adalah rujak gelogor, bukan rujak kuah pindang. Nama kuah pindang sendiri yang menjadi sebutannya mungkin karena rujaknya disirami dengan kuah pindang sesuai tampilannya, sehingga masyarakat lebih mengenal dengan nama itu. Bila kamu tenga berada di Bali, jangan lupa untuk mengunjungi salah satu tempat produksinya di Jalan Bukit Tunggal, Denpasar. Di sana akan disajikan rujak dengan harga 6 ribu rupiah seporsinya dan setiap harinya melayani para konsumen lokal maupun asing. Selain rujak, warung dengan lantai 2 tersebut juga menawarkan es buah sebagai teman memakan rujak kuah pindang.

22. Laklak

Salah satu kue tradisional yang masih bertahan diantara jutaan kuliner modern di Pulau Dewata adalah makanan dengan nama laklak. Panganan ini dibuat menggunakan tepung beras, garam, santan, air daun suji, dan air daun pandan untuk dijadikan adonan. Penggunaan air dari daun pandan dan suji ternyata memiliki tujuan untuk menciptakan laklak dengan warna hijau dari bahan alami, sekaligus memberi rasa dan aroma pandan.

Dari adonan tersebut, kemudian akan dimasukkan ke dalam cetakan loyang berbentuk setengah bola untuk nantinya dipanaskan. Sebenarnya sampai sini laklak sudah bisa dikonsumsi namun dengan rasa gurih dan tekstur yang lembut saja, sehingga akan diberi aneka topping agar rasanya lebih manis.

Oleh karena itu, laklak matang akan ditaburi dengan gula aren yang telah direbus bersama parutan kelapa di atasnya. Pembuatannya memang terlihat gampang, namun bila tak telaten bisa-bisa laklak tidak mau mengembang. Jika ingin menikmati jajanan pasar dari Bali ini, cobalah untuk menikmati laklak dengan nama Laklak Men Gabrug. Di sana, satu porsi atau satu wadahnya akan dikemas dengan bentuk yang kekinian bersama 5 isian laklak yang manis.

Untuk bisa membeli laklak hasil produksi toko yang terletak di Jalan Nusa Indah No. 69 Denpasar tersebut, kamu hanya harus mengeluarkan uang 5 ribu rupiah agar bisa membawa pulang satu kotaknya. Keunikan dari Laklak Men Gabrug adalah dari pembuatannya yang masih fresh, jadi saat ada pembeli, mereka baru membuat laklak-nya, sehingga pembeli akan mengantri panjang, namun kualitasnya akan terjamin.

23. Sate Languan

Berbicara mengenai sate languan memang tidaklah setenar sate lilit, walaupun keduanya bisa dibilang sama-sama sate yang dibuat dengan cara melilitkan daging ke tusukan. Namun bahan yang biasa dipakai untuk membuat sate languan adalah daging ikan laut, khususnya adalah ikan tongkol yang juga punya rasa enak dan bergizi tinggi. Pembuatannya mirip dengan sate lilit normal, setelah ikan laut selesai digiling menjadi halus, selanjutnya adalah dengan menambahkan bumbu berupa garam, terasi, cabai, gula merah, bawang merah, jeruk limau, bawang putih, dan jenis rimpang-rimpangan.

Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan kemudian dicampur rata dengan daging sampai bumbu benar-benar meresap menyeluruh. Setelah proses ini, adonan sudah siap untuk dililit pada tusukannya yang dibuat dari pelepah kelapa yang berbentuk pipih. Baru setelah proses tersebut, sate bisa dipanggang dengan bara api sampai permukannya terlihat menghitam, tapi tidak hitam pekat, hanya sampai sedikit gosong.

Untuk bisa mendapatkan sate languan, kunjungi saja daerah asalnya yaitu Desa Pesinggahan, Klungkung, karena di sana akan ada banyak warung-warung dengan sate languan sebagai menu utamanya. Dan salah satu yang paling terkenal dan dikatakan sebagai pelopor adanya sate languan adalah Warung Lesehan Mertha Sari yang telah berdiri sejak tahun 1996.

Walaupun banyak sekali yang menjual sate languan, namun warung tersebut selalu menyediakan sate languan dengan resep turun temurun, sehingga banyak yang rela antri demi mendapatkannya. Dalam satu porsi sate yang dijual di Jalan Pesinggahan, Dawan, Klungkung, Bali Timur tersebut, akan ada tambahan berupa nasi putih, bahkan bisa juga pesan pepes dan lauk lain. Rasa khas dari sate tersebut adalah rasa manis namun tetap tak menghilangkan rasa pedas yang telah menjadi ciri khas masakan Bali.

24. Lawar

Nama lawar memang sangat identik dengan Bali, mengingat makanan ini dibuat dan ditemukan pertama kali di pulau tersebut. Lawar sendiri adalah masakan yang dibuat dari daging cincang bercampur dengan sayur dan bumbu tertentu. Bahkan beberapa jenis lawar, ada yang memakai darah dari hewan yang dipakai untuk membuatnya sebagai bumbu pendamping, seperti kuah.

Makanan khas Bali lawar ini menggunakan daging sebagai bahan utama pembuatannya, walupun terkadang ada juga yang memakai nangka muda. Daging hewan yang kerap dipakai adalah daging babi dan ayam, sehingga untuk membedakan lawar itu dibuat dari apa, maka biasanya ditambah dengan nama daging dibelakangnya. Misalnya adalah lawar babi, yang dibuat dari daging babi dan lawar nangka yang dibuat menggunakan nangka.

Tidak hanya lawar satuan saja, karena ada beberapa orang yang membuat lawar dari perpaduan bahan satu dengan bahan lainnya, misalnya mencampur daging babi dengan ayam, sehingga akan menimbulkan lawar jenis baru dengan penyebutan menjadi lawar padamare. Sebagai makanan yang dibuat dengan perpaduan bahan-bahan seperti kelapa dan bumbu khas Bali, membuatnya memiliki rasa pedas dan gurih, bahkan sensasi unik akan muncul bila ditambah dengan darah.

Dalam memakannya kamu tidak perlu berpikir panjang, cukup ditemani satu piring nasi, lawar akan sangat nikmat untuk disantap. Untuk mendapatkannya juga sangatlah mudah, mengingat lawar menjadi salah satu makanan yang sering muncul di dapur ibu-ibu rumah tangga di Bali, sehingga hotel, rumah makan, dan warung sering menyediakannya. Namun ada yang perlu diperhatikan saat memakannya, karena bila didiamkan terlalu lama akan cepat basi, mengingat lawar rata-rata hanya mampu bertahan setengah hari saja.

25. Tipat Cantok

Dari penamaannya, tipat berarti ketupat dan cantok berarti diulek atau diaduk, sehingga bila diterjemahkan, tipat cantok adalah olahan yang dibuat dengan ketupat lalu diaduk-aduk bersama bumbunya. Tidak hanya ketupat saja yang masuk dalam porsi tipat cantok, akan ada berbagai olahan sayur yang juga diaduk atau dicampur bersama bumbu-bumbunya. Dilihat dari penjabaran tersebut, mungkin ada yang menganggap tipat cantok adalah gado-gado yang telah dikenal masyarakat luas. Memang boleh dibilang ini adalah gado-gado-nya Bali, namun bila dilihat dari segi rasa, tentu akan sangat berbeda jauh dari gado-gado. Selain rasa, perbedaan yang menonjol adalah dari pembungkusannya, tipat cantok menggunakan janur, bukan dari daun pisang seperti lontongnya gado-gado.

Untuk membuat bumbunya terkesan sangat sederhana, karena mirip dengan bumbu kacang pada umumnya, yaitu gula merah, cabai, garam, jeruk limau, kencur, dan pastinya kacang tanah. Kesemua bumbu tersebut akan dilebur menjadi satu setelah kesemuanya dihaluskan. Sedangkan pada pembuatan lontong atau ketupatnya, hanya perlu menggunakan beras dan santan yang akan dipotong-potong setelah matang.

Untuk menambah cita rasa, selanjutnya akan ditambah dengan tauge, kacang panjang, dan kangkung yang telah direbus dan disajikan bersama potongan lontong. Taburan dari bumbu kacang yang pedas-pedas gurih akan dicampur bersama sayur dengan kandungan serat tinngi dan adanya ketupat membuat perut kenyang. Untuk mendapatkan makanan ini cukup sulit, karena hanya ada pada warung-warung tertentu, dan jangan berharap restoran besar menjualnya.

26. Nasi Pedas

Bila kamu di Jawa, pasti sudah mengenal dengan namanya nasi rames yang bisa diisi sampai dengan puluhan lauk dalam satu isiannya. Namun bila di Bali, ada yang namanya nasi pedas yang juga sama-sama memiliki banyak lauk untuk menemani satu kepal nasi. Nasi pedas normal akan diisi dengan nasi, sambal, kering tempe, serundeng, sayur tumis, daging halus, dan mi goreng. Dan yang paling istimewa adalah adanya sambal yang dibuat secara khusus agar menghasilkan sambal yang nikmat, namun memiliki rasa pedas yang membuat orang-orang sampai berkeringat. Selain lauk-lauk di atas, warung-warung penjual nasi pedas juga akan menjual aneka lauk untuk tambahan alias opsional, mulai dari telur ceplok, ampela, ati, opor ayam, ayam sayur, uraban, bahkan masih banyak lagi.

Salah satu warung yang menjualnya adalah Nasi Pedas Ibu Andika yang terletak di Jalan Raya Kuta Gg. Kubu 120C. Rasanya memang pedas, namun tidak pedas-pedas amat, karena akan ada rasa manis yang menyelinginya, apalagi jika ditambah dengan memakan lauk lain, rasa pedas akan sedikit terkurangi. Warung milik ibu Andika tersebut memang sangat terkenal, sehingga pelanggan yang menikmatinya harus rela mengantri, namun bila bosan, bisa juga dengan mengambil kerupuk usus di meja-mejanya. Harganya sangatlah enteng, karena satu porsinya cuma mulai dari 12 ribu saja, sedangkan bila tambah dengan lauk dan air minum bisa mencapai 20 ribuan. Lokasi dari warung ini tak jauh dari Joger, jadi saat ingin beli baju khas Bali tersebut, mampir saja ke warung nasi pedas ini.

27. Bebek Goreng

Pasti bebek goreng telah banyak muncul di daerah lain, namun di Bali ada bebek goreng yang dibuat dengan racikan bumbu khas Pulau yang terkenal dengan pantai sanurnya tersebut. Pada pembuatannya, yang harus diperlukan adalah bebek yang masih muda agar dagingnya tidak alot saat dikonsumsi. Pembuatannya berbeda dari bebek goreng kebanyakan, karena satu ekor bebek utuh akan dipotong menjadi empat bagian yang telah dilumuri dengan jeruk nipis sebelumnya. Selain jeruk nipis bebek akan dilumuri juga oleh bumbu halus agar rasa dari rempah tersebut merasuk ke dalam dagingnya. Rempah untuk membuatnya adalah jahe, lengkuas, kencur, bawang putih, terasi goreng, merica, gula, garam, dan ketumbar.

Bahkan saat proses pelumuran telah selesai, daging bebek yang telah dihilangkan dari bulu-bulunya harus didiamkan kurang lebihnya selama 2 jam, bahkan bisa lebih. Baru setelah itu, daging bebek akan digoreng dengan minyak sayur bersama dengan daun jeruk, serai, dan daun salam. Setelah dirasa berubah warna dan matang, bebek sudah bisa diambil untuk nantinya dihidangkan bersama dengan sambal matah yang terkenal akan kepedasannya. Biasanya bebek goreng akan disajikan bersama dengan nasi, karena bebek saja belum membuat kenyang, sehingga nasi dengan karbohidrat tinggi sangatlah pas. Daging bebeknya akan terasa gurih, apalagi bila dicocol dengan sambal matahnya yang pedas, membuatnya terasa begitu nikmat.

28. Batun Bedil

Jika biasanya olahan khas Bali punya rasa pedas, hal itu tidak berarti bagi jajanan dengan nama batun bedil yang justru punya rasa dominan manis. Batun bedil hampir mirip dengan bubur candil dari Jawa, karena dibuat dari tepung untuk isiannya kemudian akan diberi kuah dari gula untuk memberi rasa manis. Perbedaan dengan candil adalah dari isiannya, kalau candil bentuknya bulat hampir sempurna, sedangkan betun bedil memiliki bentuk pipih dengan ciri khas di tengahnya terdapat sedikit cekungan.

Selain dari segi tersebut, betun candil juga kerap ditambahi dengan parutan kelapa di atasnya, beda dengan candil yang tidak ada taburannya. Dalam pembuatan adonan panganan ini, yang diperlukan adalah tepung ketan, tepung tapioka, dan garam yang dicampur jadi satu lalu dibentuk pipih, dan di bagian tengahnya ditekan dengan jari, inilah yang membuatnya cekung.

Sedangkan dalam pembuatan kuahnya, diperlukan bahan yang lebih kompleks, meliputi santan, gula merah, garam, dan daun pandan yang dimasak sampai mendidih. Kuah tersebut nantinya akan ditambah lagi dengan larutan tepung beras yang telah dicampur dengan air sebelumnya, baru setelah tercampur akan ditambah dengan isiannya tadi yang berbentuk pipih sampai benar-benar matang.

Setelah mendidih itulah betun siap untuk disajikan, dan jangan lupa tambahkanlah parutan kelapa di atasnya agar semakin menggugah selera siapa saja yang melihatnya. Betun bedil kini sudah siap untuk disantap, makanlah dalam kondisi masih hangat agar rasanya lebih nikmat, apalagi jika mengunyah isiannya yang kenyal dan menikmati kuah manisnya, pasti semakin nikmat.

29. Bebek Bengil

Dalam artian bahasa Bali, bengil berarti kotor, sehingga bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia arti bebek bengil adalah bebek kotor. Nama yang unik memang, karena penamaan kuliner ini ternyata didapat dari bebek-bebek yang masuk ke dalam restoran yang nantinya akan menjadi tempat menjual bebek bengil saat baru pertama dibangun, sehingga lantai menjadi kotor.

Dan karena itulah nama kuliner tersebut dinamai bebek bengil, termasuk restoran yang menyediakannya juga sampai dinamai bebek bengil. Olahan bernama bebek ‘kotor’ ini dibuat dengan bahan dasar bebek utuh dengan ciri khasnya memiliki permukaan kulit luar yang terasa sangat crispy karena digoreng kering. Selain itu, rasanya begitu menggoda, karena telah terbukti dengan tenarnya nama bebek bengil di kalangan wisatawan lokal maupun domestik.

Restoran yang menyediakan bebek bengil adalah Bebek Bengil Restaurant Ubud dan salah satu cabangnya yang sama-sama ada di Bali, Bebek Bengil Restaurant Nusa Dua. Sebenarnya makanan khas Bali di Ubud dan Nusa Dua ini mirip dengan olahan bebek pada umumnya, namun rasa gurih dan rempah-rempahnya yang membuatnya berbeda, karena telah dimasak sedemikian rupa.

Saat menyantap satu ekor bebek ini, satu orang memang terlalu kebanyakan, sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsinya bersama keluarga. Dalam satu porsinya, disajikan pula nasi, sate lilit, dan sambal serta ada bonus mixed juice untuk menemani satu ekor bebeknya. Rasa gurih dari daging bebek akan dicampur dengan pulennya nasi dan pedasnya sambal khas Bali, itulah kesan yang timbul saat memakan bebek bengil tersebut.

30. Nasi Sela

Nasi sela merupakan sejenis nasi yang dicampur dengan aneka lauk tertentu, namun yang membuatnya dinamakan nasi sela adalah karena ada tambahan cacahan ubi yang mengiringinya. Karena ada ubi itulah namanya menjadi nasi sela, sesuai arti nama sela yang berarti ubi atau ketela dalam bahasa setempat. Makanan yang menjadi khas kabupaten Karangasem tersebut bahkan pernah menjadi makanan pokok masyarakat pada tahun 1970-an karena saat itu beras cukup langka, sehingga ubi ditambah untuk menambah karbohidrat.

Ubi-ubian yang dipakai untuk membuat nasi sela adalah ubi jalar, yang menimbulkan kesan rasa yang manis, lalu ada ketela dengan rasa yang biasa saja alias tawar. Namun tidak hanya ubi saja yang dicampur dengan nasi, karena itu adalah penyajian zaman dahulu, kini justru nasi sela diperjualbelikan dengan lauk yang lebih beragam.

Beberapa diantara lauk tersebut dapat dipilh sesuka hati, namun normalnya lauk yang ada adalah sayur bejek, grago (udang yang kecil), sayur bejek bumbu kalas, dan kacang tanah. Namun dibeberapa warung ada yang menyediakan lauk yang lebih lengkap, sehingga pelanggan akan puas dengan opsi tersebut. Sebut saja suwiran ayam betutu, pindang tongkol, sate kulit ayam, kacang panjang, urab sayur, sambal matah, dan sambal teri.

Dalam warung-warung yang menyediakannya, nasi sela dikemas secara sederhana, dengan hanya dibungkus dengan kertas minyak untuk dijual. Salah satu warung paling terkenal dengan olahan nasi selanya adalah Warung Mek Luh yang terletak di depan RSUD Karangasem, atau Warung Nyoman Sate Tuna Nasi Sela dengan alamat Jl. Raya Anggungan No.11, Mengwi, Badung.

31. Sudang Lepet

Nama sudang lepet memang jarang didengar oleh kebanyakan orang, karena untuk menemukannya hanya dapat di temui di kota Singaraja atau Buleleng. Sudang lepet sendiri merupakan sejenis ikan asin yang memiliki bentuk sangat tipis, sehingga memiliki tekstur yang renyah dengan rasa asin menyelimutinya. Sebagai makanan dari orang-orang pesisir utara pulau Bali, sangat tepat rasanya bila sudang lepet dibuat dari ikan, mengingat Buleleng dan Singaraja memiliki warga yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Penamaan sudang lepet terkesan memiliki arti yang aneh, karena sudang yang berarti ikan asin, ditambah lagi dengan kata lepet dengan arti sial. Sehingga kalau digabung jadi ikan asin sial, entah bagaimana masyarakat menamainya seperti itu, namun beberapa sumber mengatakan bahwa nama tersebut diberikan pada makanan ini karena ikan harus diolah dengan cara dipukul-pukul sampai tipis.

Pembuatan ikan asin ini terbilang rumit, mengingat setelah menangkap ikan, ikan segar langsung dijemur pada teriknya sinar matahari, lalu dipanggang dengan bara api. Agar bentuknya tipis, ikan harus rela dipukul-pukul agar melebar, bahkan bila digoreng garing akan mirip dengan kerupuk, namun berasa asin dan lebih renyah. Untuk memasaknya, sudang lepet hanya perlu digoreng lalu diberi bumbu berupa minyak kelapa, perasan jeruk nipis, dan ditambah sambal matah atau sambal nasi.

Sudang lepet sangat cocok bila dimakan bersama nasi panas, yang ditambah jukut undis, dan plecing kangkung. Rumah makan yang menyediakannya adalah Rumah Makan Pondok Asri di Buleleng atau pasar-pasar di daerah tersebut. Bahkan di Desa Sengit, Sawan, Buleleng menjadi sentra pembuatan sudang lepet dengan harga 10 ribu per 6 sudang lepet besar atau 10 yang kecil.

32. Jukut Ares

Jukut ares merupakan makanan berkuah yang terbuat dari kaldu tulang hewan yang ditambah dengan bahan utamanya berupa batang pohon pisang. Penggunaan batang pohon dengan buah bewarna kuning tersebut haruslah yang masih muda, atau yang muncul disamping pohon dewasa dengan ukuran sebesar lengan orang dewasa. Kaldunya juga cukup unik, karena yang dipakai bukan dagingnya, melainkan dibuat dari tulang hewan, seperti tulang babi, ayam, hingga bebek. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan anak pohon pisangnya, karena kalau asal-asalan, bisa-bisa rasa jukut ares jadi tidak enak, karena yang paling enak adalah dari batang pisang klutuk atau batu. Namun karena tak selamanya ada, pisang raja adalah alternatif paling tepat untuk dijadikan sayur ares ini.

Dalam pembuatannya, batang pisang harus diambil bagian dalamnya, yang berbentuk putih, itulah yang akan terlebih dahulu dicacah halus, atau dipotong dengan bentuk bulat berukuran 0,5 cm saja agar mudah masuk ke mulut. Agar tidak sepat, rendamlah hasil potongan tersebut pada air garam, sambil diremas-remas pula agar makin bersih dan lembut. Sedangkan untuk membuat kuahnya, tumislah bumbu halus dari jahe, lengkuas, bawang putih, cabai rawit, bawang merah, ketumbar, dan lada hitam sambil diberi tulang hewan dan batang pisang bersama daun jeruk nipis dan daun salam. Setelah matang, sayur ares sudah siap untuk dimakan dengan rasa pedas gurih, dan paling mantap bila menjadi makanan pendamping nasi hangat.

33. Sate Plecing

Setelah sate lilit yang lebih dahulu dibahas, sekarang ada varian sate lain yang juga sangat terkenal di Bali dengan rasanya yang begitu enak. Berbeda dengan sate lilit atau sate pentul yang menjadikan daging hewan menjadi halus untuk dililitkan ke tususkan, karena sate plecing sama dengan sate-sate lain di luar sana yang menususkkan potongan daging ke tusuk sate. Sedang daging yang biasa dipakai untuk membuatnya adalah daging babi, namun karena orang muslim mengharamkannya dan ada pula yang tak suka, maka ada alternatif lain dengan memakai daging ayam dan sapi. Walaupun terkesan mirip dengan sate-sate lain, namun yang membuatnya berbeda adalah sambalnya yang dibuat dengan bumbu khas Bali yang begitu pedas.

Jika lainnya memakai bumbu berupa saus kacang atau kecap, maka sate plecing punya bumbunya sendiri yang kerap dinamai dengan sambal plecing, bahkan ada dua varian, yakni sambal plecing manis, dan sambal plecing pedas. Setelah sate dibuat dengan cara memanggangnya didekat bara api, selanjutnya setiap tusuk sate sudah siap disajikan dengan sambal tersebut.

Untuk bisa mendapatkannya, ada warung yang sangat terkenal dengan olahan sate plecingnya, yaitu Sate Plecing Arjuna yang berada di Jalan Arjuna No. 49, Denpasar. Harganya sangatlah murah, karena cuma dengan uang 20 ribu rupiah saja kamu bisa mendapatkan beberapa tusuk sate bersama nasi atau ketupat plus sambalnya. Warung tersebut siap melayani pembeli mulai jam 9 pagi sampai jam 7 malam waktu setempat, dan akan ramai saat waktu makan siang.

34. Tipat Tahu Gerenceng

Dari namanya, tipat yang berarti ketupat dan tahu yang berarti tahu sudah dapat diketahui dengan gamblang bahwa makanan ini adalah ketupat tahu yang dijual di daerah Banjar Gerenceng. Tidak hanya ketupat dan tahu saja yang disajikan dalam satu porsinya, karena akan ada tambahan berupa bumbu kental yang akan disiramkan di atasnya atau ditaruh terlebih dahulu sebagai alas ketupat.

Sensasi yang pertama kali muncul saat menikmatinya adalah rasa pedas manis gurih yang bercampur menjadi satu, sehingga membuat mulut tak berhenti ingin mengunyahnya. Selain itu, untuk memberi kesan nikmat pada makanan ini, tambahan berupa kecambah yang begitu banyak akan ditaruh di atasnya, bersama dengan bawang goreng, dan ditambah lagi dengan lauk berupa kerupuk udang.

Penjual tipat tahu gerenceng ada di Jalan Dr. Sutomo no. 9, walaupun banyak lagi penjual tipat tahu, namun tipat tahu di daerah Gerenceng inilah yang paling enak dan terkenal. Selain menyajikan tipat tahu dengan rasa istimewa, warung ini telah teruji bahkan menjadi inspirator munculnya produsen tipat tahu lain karena telah ada sejak tahun 1960-an.

Untuk harga jangan dipikir, karena dengan uang 8 ribu rupiah saja kamu sudah bisa mengonsumsi satu porsi tipat tahu. Bila ingin menambah dengan kerupuk udang, kamu harus menambah uang seribu rupiah lagi, namun karena perpaduan kerupuk dengan tipat tahu begitu pas, tak ada salahnya untuk menambahnya. Ada juga varian lain berupa tipat tahu plus telur yang dibanderol dengan harga 11 ribu rupiah.

35. Siobak Khe Lok

Kuliner dengan nama siobak sebenarnya bukan asli dari Bali, karena negara asal dari makanan ini adalah China alias makanan Tionghoa. Namun lambat laun orang-orang Bali khususnya Singaraja memodifikasinya menjadi makanan khas Singaraja dengan bumbu yang diadaptasi dari bumbu-bumbu khas Indonesia. Siobak merupakanan makanan yang terdiri dari nasi dengan campuran olahan dari babi berupa daging, lemak goreng, jeroan, usus, hingga kerupuk rambak kulit babi. Tidak sampai disitu saja, karena saat semua isiannya tercampur, selanjutnya adalah pemberian kuah kental di atasnya untuk memberi rasa. Pembuatan kuah ini didapat dari campuran tauco, ngo hiang, dan ada sedikit tepung untuk membuat kuahnya menjadi agak kental.

Untuk mendapatkan olahan ini sangatlah mudah, khususnya di Singaraja karena memang masyarakat lokal dan asing menyukai olahan dari babi ini. Salah satu yang menjualnya adalah warung Sio Bak Khe Lok yang letaknya berada di Jl. Surapati no. 66, Singaraja, bahkan telah ada sejak tahun 1963 lalu. Penggunaan nama Khe Lok yang melekat pada tempat makan siobak ini ternyata didapat dari pemiliknya yang bernama Tan Khe Lok, seorang keturunan Tionghoa, jadi sama dengan asal dari makanan ini. Rasa dari setiap olahan babinya terasa sangat gurih di mulut, apalagi bila telah bercampur dengan kuahnya yang berasa pedas manis berkat adanya tauco, bisa-bisa lidah bergoyang.

36. Rujak Bulung

Jika biasanya rujak dibuat dengan buah-buahan, berbeda halnya dengan yang namanya rujak bulung khas Bali. Rujak bulung ternyata dibuat dengan rumput laut yang disiram kuah pindang, bercampur dengan bahan lain seperti kedelai goreng dan kelapa parut goreng. Penggunaan rumput laut sebagai rujak bukan tanpa alasan, mengingat daerah asalnya yaitu Kelurahan Serangan adalah salah satu penghasil rumput laut, sehingga untuk memanfaatkan melimpahnya rumput laut selain untuk diekspor, juga untuk dikonsumsi dalam bentuk rujak bulung ini. Rumput laut yang dipakai adalah yang bewarna hijau dengan kandungan serat tinggi, sehingga banyak masyarakat menyukainya.

Dalam menyajikannya, rujak bulung ini juga ditambah dengan sambal yang dibuat dari bahan baku utamanya, yaitu cabai rawit serta bumbu-bumbu lain. Selain itu, ada juga potongan kupat yang menemani rumput laut rebus pada satu porsinya, karena memang rumput laut bukan makanan utama, melainkan pendamping, salah satunya adalah makanan pendamping ketupat.

Untuk mendapatkannya, di Denpasar ada yang namanya kedai Anik yang punya keunggulan pada pembuatan rujak bulung dengan resep turun-temurun, sehingga kualitasnya tetap terjaga. Di sana, harganya hanya 15.000/porsi, tak salah memang karena rasa gurih ketupat akan bercampur dengan enaknya rumput laut dan pedasnya sambal, bahkan kesegaran kuahnya bersatu.

Dengan adanya 36 makanan asli Bali yang enak dan paling terkenal oleh wisatawan ini, semoga bisa menjadi referensi untuk para pelancong dari dalam maupun luar negeri untuk menjadi santapan makan mereka. Walaupun masih banyak lagi masakan dari Pulau Dewata, namun kalau disebutkan satu-satu bisa panjang tulisan ini. Namun dari ketiga puluh enam list di atas, kamu telah bisa mengonsumsi aneka jenis makanan, dari yang kering, berkuah, tradisional, hingga modern, karena ada semua di sana.

Leave a Reply