21 Makanan Khas Magelang yang Rasanya Sangat Enak

Magelang adalah salah satu kota di Indonesia yang terletak di provinsi Jawa Tengah yang sekaligus menjadi ibukota dari kabupaten Magelang. Dengan luas tanah tak mencapai 20 km persegi, Magelang menjadi kota yang cukup mudah dijangkau keseluruhan daerahnya. Meskipun kecil, Magelang tetap menyimpan sejuta pesona yang akan selalu dicintai oleh mereka yang pernah berkunjung ke kota berjuluk Kota Santri atau Kota Getuk ini.

Dimulai dari potensi wisata yang dimiliki oleh Magelang, seperti hamparan gunung-gunung besar yang tampak indah hingga Candi Borobudur yang terkenal hingga mancanegara. Bukan hanya sektor pariwisatanya, Magelang juga menyimpan segudang kuliner enak yang patut dibanggakan. Penasaran dengan makanan khas Magelang apa saja yang terkenal? Berikut akan MakananOlehOleh.com tampilkan daftarnya.

1. Kupat Tahu

Di Indonesia ada beberapa jenis kupat tahu, tapi yang paling dikenal oleh masyarakat luas berasal dari Surakarta, Singaparna, dan Magelang. Ketupat magelang mempunyai perbedaan yang terletak pada bumbu dan bahan pelengkap. Jika kupat yang berasal dari Singaparna terdapat tauge yang sudah direbus, sementara ketupat yang menjadi makanan khas Magelang menggunakan irisan kol, bakwa, mie, dan tahu putih sebagai pelengkapnya.

Kupat tahu sendiri jika di Jakarta akan mirip dengan ketoprak. Sajian utama yang diberikan oleh hidangan ini terdiri dari ketupat atau lontong, tahu yang sudah digoreng, dan tauge serta irisan kembang kol. Untuk bumbunya, kupat tahu disajikan bersama saus sambal kacang yang juga bisa ditambah tingkat kepedasannya dengan memberikan beberapa sendok sambal. Penyajian kupat tahu juga tak jarang diperlengkap dengan kerupuk dan irisan timun.

2. Sup Senerek

Kehangatan kota Magelang akan terasa lebih lengkap jika dinikmati bersama semangkuk sup senerek. Kuliner yang konon mendapat pengaruh dari kolonial Belanda ini menjadi salah satu hidangan unik dan favorit di kota Magelang. Apa itu sup senerek? Sup senerek adalah makanan khas Magelang yang secara tampilan tak ada yang beda dengan sup pada umumnya di mana terdapat potongan daging ayam atau sapi dan irisan wortel. Bedanya, sup senerek mempunyai ciri khas pada penambahan bayam dan kacang merah.

Jika kamu ingin mencoba hidangan ini, kamu juga bisa menemukannya dengan nama sup kacang merah. Menikmati sup senerek di kala angin segar menerpa tubuh dapat membuat tubuh lebih rileks. Kuah kaldu daging yang baru diangkat dari panci rebusan bisa menghangatkan dan menyegarkan tubuh. Sup senerek umumnya disajikan dengan nasi putih. Di beberapa warung makan di Magelang, sup senerek juga terkadang dimakan bersama cemilan lauk dan peceh wuih berbumbu pedas.

3. Buntil Daun Talas

Buntil adalah panganan tradisional yang sangat terkenal di dataran Jawa. Jika pada umumnya buntil berbentuk gumpalan berisikan campuran makanan yang dibalut menggunakan daun pepaya, maka di Magelang kamu bisa menemukan buntil yang memakai daun talas sebagai pembungkus isiannya. Buntil daun talas menjadi salah satu makanan tradisional khas Magelang yang rasanya tak kalah enak dengan buntil daun pepaya.

Untuk membuat buntil daun talas, orang Magelang biasanya memilih daun talas yang masih muda. Sedangkan untuk isiannya bisa berupa parutan kelapa, udang asin, dan biji petai. Pembuatan makanan berbahan dasar sayuran ini sangat mudah dan hanya memerlukan peralatan dapur yang sederhana. Buntil daun talas yang sudah siap santap biasanya disajikan bersama kuah santan berisikan cabe dan rempah lain sehingga menciptakan warna kemerahan. Buntil daun talas bisa dihidangkan bersama nasi hangat dan menu pendamping seperti ikan pindang, lalapan biji kacang panjang, dan sambal bawang.

4. Nasi Goreng Magelangan

Mendatangi Kota Santri seakan belum lengkap jika tidak mencicipi nasi goreng khas Magelang. Nasi goreng yang menyematkan nama kotanya sendiri pada nama makanan yang umum ditemukan di dalam dan luar negeri ini tentu memiliki ciri khas yang bisa membuat semua orang jatuh cinta saat mencobanya. Ada beberapa alasan sendiri mengapa orang-orang tak bisa menahan diri dari hidangan enak ini.

Nasi goreng magelangan disajikan bersama menu yang tak biasa, yakni mie basah dan balungan atau tulang ayam. Untuk cita rasanya, makanan khas Magelang ini sangat gurih karena dicampur dengan kuah kaldu ayam saat memasaknya. Selain itu, ada juga yang unik dari nasi goreng magelangan yakni tidak dimasak menggunakan kompor gas melainkan tungku arang. Jika kamu mau mencobanya, nasi goreng magelangan dijual mulai harga Rp12.000an, sangat terjangkau, bukan?

5. Opor Enthog

Selain kupat tahu dan nasi goreng magelangan, Magelang juga punya kuliner lain berupa opor enthog. Opor enthog juga termasuk ikon kuliner kota Magelang yang merujuk pada makanan berkuah yang menggunakan angsa sebagai hidangan utamanya. Makanan ini bisa biasanya paling banyak ditemukan di desa Menowo yang masih termasuk dalam kawasan Magelang. Salah satu tempat makan opor enthog di desa Menowo, Magelang yang terkenal adalah Opor Enthog Johar Sari a la bu Cipto.

Angsa atau enthog yang diolah menjadi opor pertama-tama disembelih lalu dimasak dengan cara dibakar menggunakan tungku hingga semua bulunya rontok. Saat dibakar daging enthog juga mengeluarkan lemak dan minyak sehingga kuah kaldu opornya lebih kental dan berminyak dibuatnya. Opor enthog dan opor ayam berbeda dengan opor ayam. Jika opor ayam kuah dan kaldunya disatukan, opor enthog memisahkan kuah dan enthognya. Penyajian opor enthog biasa dilakukan bersama nasi putih, lalapan mentimun dan daun pepaya, serta sambal ijo jelantah.

6. Mangut Beong

Jajaran makanan enak khas Magelang yang bisa kamu coba selanjutnya adalah mangut beong. Selain di Magelang, mangut beong juga terkenal di kota-kota lain di Jawa Tengah. Sebenarnya, apa itu mangut? Mangut sendiri adalah masakan berbentuk gula dengan kuah kaldu yang encer dan bercita rasa pedas. Bahan baku yang dipilih untuk mangut oleh masyarakat Magelang umumnya adalah ikan beong.

Ikan beong adalah ikan air tawar sejenis lele dengan ukuran yang lebih besar. Bagian beong yang kerap disantap dalam sajian mangut adalah bagian kepalanya. Ikan beong pada mulanya diproses dengan cara digoreng yang kemudian dicampurkan ke kuah super pedas hingga bumbunya meresap. Makanan khas Magelang ini biasanya dinikmati bersama nasi hangat, ayam bacem, udang, oseng-oseng kikil, dan sayur tracel,

7. Mangut Lele

Selain ikan beong, lele juga kerap digunakan untuk membuat mangut. Mangut lele bukan hanya banyak dijumpai di Magelang, tetapi juga di Yogyakarta yang berdampingan dengannya. Untuk kamu yang mau mencoba mangut lele, kamu bisa datang ke dusun Tangkilan, kelurahan Pabelan, kecamatan Mungkid. Nama warung makan yang terkenal dengan sajian mengut lelenya adalah warung makan Purnama.

Makanan khas kota Magelang ini mempunyai cita rasa yang gurih, pedas, dan manis. Paduan rasa tersebut menyatu menjadi satu pada lele dan kuah santan yang warnanya kuning kemerahan. Bumbu yang dipakai untuk menghasilkan mangut antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai hijau, kunyit, jahe, serai, kencur, lengkuas, daun salam, santan, dan jeruk purut.

8. Bakmi Jombor

Kalau kamu mengaku sebagai penggandrung mie, maka wajib untuk mencoba bakmi jombor. Bakmi jombor bisa ditemui di utara perempatan Ringroad Jl. Magelang. Cita rasa bakmi jombor yang enak dan bisa bikin ketagihan telah menciptakan daya magnet untuk setiap orang yang pernah mencobanya. Makanan khas Magelang satu ini bisa dipesan dalam versi sederhana ataupun spesial.

Untuk bakmi jombor spesial maka pada sepiring mie juga akan ditambahkan dada atau paha ayam dan telur. Panganan ini berwarna gelap dengan bakmi yang warnanya kekuningan sehingga menimbulkan kesan beda antara bakmi jawa pada umumnya. Rasa dari bakmi jombor manis dan gurih. Sedangkan tekstur bakminya sendiri lembut tapi tidak terlalu lembek sehingga tingkat kekenyalan yang dimilikinya akan terasa pas saat digigit.

9. Sego Godog

Dalam bahasa Jawa, sego berarti nasi dan godog berarti rebus. Jadi sego godog magelang ini merupakan hidangan berbahan utama nasi yang direbus. Sego godong termasuk makanan khas Magelang yang banyak diburu orang. Biasanya panganan ini menjadi menu alternatif untuk mereka yang bosan menyajikan nasi putih hangat pada umumnya.

Sego godog atau nasi godong termasuk makanan yang kaya gizi. Meskipun makanan ini terkesan sangat kuno, tapi semua orang menyukainya dengan alasan selain enak, makanan ini juga menyehatkan. Tak heran memang mengingat sego godog menggunakan berbagai bahan dengan kandungan nutrisi tinggi seperti kubis, tomat, ayam, dan telur. Meskipun makanan ini bernama nasi godog, namun pada penyajiannya juga terdapat mie basah sehingga bisa membuat perut lebih kenyang.

10. Sego Megono

Pada hari pertama Idul Fitri, masyarakat Magelang mempunyai tradisi menyajikan hidangan utama yang dimakan selama satu hari penuh. Bukan lontong opor ataupun ketupat sayur, melainkan sego megono. Sego megono adalah makanan khas Magelang berupa nasi yang disantap bersama megono atau kluban. Megono sendiri di tanah Magelang merupakan sayuran yang dikukus dan dibumbui dengan lombok, kencur, dan jeruk purut.

Megono yang sudah direbus juga diperlengkap dengan taburan ikan teri goreng atau bakar. Sayuran yang dipakai untuk membuat sego megono juga beragam. Dari sekian banyak macam sayur, makanan khas Magelang ini memilih beberapa jenis sayur seperti daun ketela, daun pepaya, kecambah, daun kacang panjang, bayam, nangka muda, dan bahkan rebung.

11. Getuk Trio

Getuk yang merupakan makanan ringan berbahan dasar singkong banyak sekali diproduksi di Magelang. Dari kebiasaan masyarakatnya yang masif melakukan pembuatan getuk, tak heran jika Magelang menyandang sebutan Kota Getuk. Salah satu getuk yang terkenal di Magelang adalah Getuk Trio. Getuk Trio sendiri merupakan merk getuk yang juga terbuat dari bahan baku berupa singkong. Sepak terjang Getuk Trio di tanah Magelang telah mendapat apresiasi dari penduduk lokal maupun bukan.

Getuk Trio dahulu dibungkus dengan box yang terbuat dari bambu atau kini dikenal dengan nama besek. Tanpa dikira, respon masyarakat terhadap getuk yang dibuat oleh ibu Setiawitidi ini sangat bagus sehingga sampai sekarang Getuk Trio dibungkus menjadi satu dalam dus berlabelkan Getuk Toko Trio. Getuk Trio bisa dibeli sebagai oleh-oleh untuk wisatawan. Tekstur kue getuknya legit dan rasanya manis. Getuk Trio tidak mengandung bahan pengawet sehingga daya tahannya hanya mencapai dua hari saja.

12. Wajik Salaman

Selain getuk, Magelang juga mempunyai jajanan pasar yang tak kalah fenomenal dan enak lainnya, yakni wajik. Wajik sendiri adalah panganan yang terbuat dari beras ketan yang rasanya manis dan mempunyai tekstur lembut di mulut. Salah satu wajik yang terkenal di Magelang adalah Wajik Salaman. Wajik Salaman mempunyai cita rasa yang sangat pas di semua lidah sehingga siapapun yang mencobanya tidak akan merasa bosan atau enek karena rasa dan teksturnya yang tidak tepat di mulut.

Wajik Salaman juga terbuat dari bahan dasar beras ketan yang dahulu masih diolah menggunakan tangan oleh pemiliknya, Ny. In. Ketika Ny. In meninggal, usaha wajik yang telah digandrunginya selama ini dilanjutkan oleh putranya, Gunawan Pribadi, sampai sekarang. Camilan khas Magelang yang satu ini dibuat dari bahan terbaik, pemanis alami, dan pewarna makanan yang berkualitas. Untuk kamu yang ingin menjadikan Wajik Salaman sebagai buah tangan, kamu bisa mengunjungi pusat penjualannya yang bertempat di Jl. Raya Salaman 110, Magelang.

13. Tape Ketan Muntilan

Tape ketan adalah jajanan tradisional khas Magelang yang biasa dibuat oleh masyarakat setempat yang sekaligus pemilik toko oleh-oleh. Penduduk Magelang biasa memanggil tape ketan yang dibeli sebagai buah tangan sebagai “muntilan”. Tape ketan terbuat dari beras ketan putih yang diberikan pewarna alami dari daun katu. Ada dua jenis tape ketan yang dikemas sebagai oleh-oleh. Pertama, dibungkus dengan kemasan plastik yang diikat karet dengan isi ½ kg. Kemudian yang kedua dimasukkan dalam kemasan stoples dengan isi 1 kg.

Saat ini, penjual Tape Ketan Muntilan semakin membludak di Magelang sehingga para wisatawan bisa lebih mudah memburunya tanpa harus berebut dengan pengunjung lain. Tape Ketan Muntilan sendiri bukan hanya dibuat oleh produsen kecil, melainkan ada juga produsen skala besar yang ikut serta memproduksinya. Tapi biasanya, produk wajik pabrikan menggunakan zat pewarna dengan sedikit kandungan kimia tapi masih dalam tahap aman dikonsumsi.

14. Jemunak

Jemunak ini merupakan panganan tradisional yang sekilas mirip dengan bubur sumsum. Kehadiran jemunak tidak setiap hari, tetapi biasanya hanya satu kali dalam setahun atau tepatnya ketika menjelang bulan puasa. Saat memasuki Ramadhan, di pinggiran jalan kota Magelang cukup marak penjual jemunak dadakan untuk pengendara yang tidak sempat berbuka di rumah atau masyarakat sekitar yang sedang ngabuburit.

Jemunak memiliki cita rasa manis yang dihasilkan dari cairan gula atau kinca. Sementara bubur utama yang disajikan dibuat dari bahan dasar ketela, beras ketan, gula merah, dan kelapa. Jajanan yang satu ini banyak dijual untuk takjil karena bisa mengembalikan stamina tubuh yang hilang setelah seharian berpuasa. Jemunak biasanya dihidangkan di atas wadah berupa daun pisang agar lebih praktis untuk mereka yang lagi dalam perjalanan.

15. Slondok

Bagi sebagian orang mungkin menilai makanan ini unik dari namanya. Memang benar, dari pengakuan beberapa wisatawan yang berkesempatan mengunjungi Magelang, mereka mengatakan kalau slondok termasuk makanan khas Magelnag yang terdengar unik sekaligus aneh dari namanya. Tanpa peduli dengan namanya, mereka juga mengaku kalau slondok ini menjadi camilan wajib yang harus dicoba oleh setiap wisatawan yang ingin memanjakan diri di Kota Santri.

Untuk kamu yang belum tahu, slondok adalah makanan ringan berbentuk kerupuk yang terbuat dari bahan dasar singkong. Karena dibuat dari singkong, slondok tak hanya menjadi camilan yang numpang lewat di perut, tetapi juga bisa membuat perut kenyang. Kerupuk slondok biasanya dibuat dalam berbagai varian rasa, seperti slondok keju, slondok balado, dan slondok rasa lain. Di Magelang, kerupuk slondok cukup banyak dijual oleh penjual oleh-oleh khas Magelang.

16. Geblek

Selain slondok, ada lagi makanan dengan nama yang tak kalah unik: geblek. Sekilas nama makanan ini memang terdengar lucu sekaligus berkonotasi negatif. Tpai siapa peduli? Di balik namanya, geblek tetap disukai masyarakat luas. Bahkan, geblek ini juga menjadi salah satu ikon kuliner Magelang yang bisa bikin orang ketagihan. Kebanyakan orang yang sudah mencobanya seakan tak ingin berhenti menyantapnya meskipun panganan ini mempunyai tekstur yang alot.

Geblek sendiri dibuat dari bahan dasar tepung singkong. Dahulu, camilan ini masih ramai peminatnya bahkan dijadikan sebagai jajanan wajib yang harus dibeli ketika berbelanja ke pasar. Tapi sekarang, penjual geblek mulai sulit ditemukan karena keberadannya digeser oleh kedatangan jajanan modern. Oleh karenanya, jika kamu termasuk salah satu yang belum pernah menjajal panganan ini, geblek bisa dibuat sendiri di rumah. Bahan-bahan pembuatanya sangat mudah ditemukan, termasuk cara membuatnya yang gampang diikuti.

17. Soto Kluwih

Kluwih atau keluwih adalah pohon berdaun lebar yang menghasilkan buah yang mirip dengan sukun dan nangka. Setiap bagian kluwih (daun, akar, dan buahya) menyimpan sejumlah nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Dahulu, daun kluwih diambil untuk dijadikan obat sakit gigi dengan cara membakarnya hingga menjadi arang untuk kemudian dioleskan pada gigi yang sakit.

Di Magelang, ada satu warung makan yang memanfaatkan buah kluwih. Namanya Soto Kluwih dan Ayam Goreng Mbah H. Djoyo. Soto kluwih yang disajikan menggunakan olahan buah kluwih sebagai bahan pelengkapnya. Buah kluwih yang dipilih telah diolah sedemikian rupa sehingga berubah bentuk seperti abon sapi, tapi rasanya jauh berbeda dengan daun sapi. Soto kluwih sendiri mempunyai kuah kaldu yang bening. Jika mau menikmati soto kluwih pedas, pembeli bisa menambahkan sambal yang juga terbuat dari kluwih.

18. Bakso Kerikil Imut

Bakso kerikil sempat nge-hits di Jakarta sebagai makanan yang direkomendasikan banyak orang agar segera dicoba. Selain unik, bakso kerikil juga menawarkan sensasi makan yang tak biasa. Selain di Jakarta, bakso kerikil juga banyak ditemukan di Magelang. Bakso kerikil di Magelang mempunyai ukuran yang kecil-kecil. Dikarenakan ukurannya yang mungul, dalam satu mangkuk biasanya terdapat segerombol bakso kerikil yang siap mengisi perut.

Dari segi tampilan dan rasa, mungkin tak ada yang jauh berbeda antara bakso kerikil di Jakarta maupun Magelang. Yang membedakan mungkin harga pasarannya yang mana di Magelang umumnya lebih murah dibanding bakso kerikil yang dipasarkan di Jakarta. Bakso kerikil paling enak dimakan dengan sambal pedas saat cuaca Magelang sedang tak bersahabat dan bisa mengancam kesehatan badan.

19. Tongseng Kepala Kambing

Tongseng sebenarnya bukan makanan asli Magelang karena di daerah lain juga banyak ditemukan makanan serupa. Tapi yang membuat sebuah makanan menajdi ciri khas suatu kota adalah adanya perbedaan yang unik dan tak biasa digunakan oleh daerah-daerah lain. Seperti di Magelang, kamu akan menemukan sajian tongseng yang menggunakan kepala kambing sebagai bahan utama yang dihidangkan.

Tongseng kepala kambing termasuk makanan khas Magelnag yang terkenal. Jika kamu mau mencicipi hidangan ini, tongseng kepala kambing bisa didapati di warung makan Tongseng Kepala Kambing Pak Din yang terletak di Desa Keji, Muntilan. Aroma daging kambing yang disajikan dalam semangkuk tongseng sangat harum dan nikmat. Tongseng yang ditawarkan oleh warung makan tongseng pak Din hanya dibuat ketika ada pesanan. Dengan begitu, pembeli bisa menyantap tongseng kepala kambing yang masih segar dan hangat.

20. Grubi

Bagi masyarakat Magelang yang mengalami masa sekolah pada tahun 70 hingga 80an sudah tidak asing dengan makanan khas Magelang ini. Grubi dahulu dijadikan jajanan pasar yang bisa dipastikan selalu pretensi pada setiap warung jajanan di sekitar sekolah. Hanya dengan mengeluarkan uang beberapa rupiah saja, camilan ini bisa dimakan langsung bersama teman-teman sembari bercanda-canda kecil.

Jika kamu belum tahu, grubi adalah panganan yang terbuat dari ubi jalar yang dibentuk seperti bola-bola yang digoreng dan dibumbui dengan gula jawa merah. Bentuk grubi hanya menyerupai bola, tapi tidak seperti bola pada kenyataannya karena secara tampilan masih banyak rongga-rongga di dalamnya. Cita rasa grubi manis khas gula jawa dan teksturnya renyah. Saat ini grubi masih tetap eksis dipasarkan. Bedanya, jika dahulu grubi lebih umum dijual di warung-warung kecil, sekarang grubi telah dibawa ke dalam arus persaingan pangan sehingga dijual sebagai buah tangan oleh cukup banyak produsen.

21. Nasi Lesah

Penduduk Indonesia yang belum pernah menyambangi kota Magelang pasti merasa kurang familiar dengan makanan satu ini. Bahkan, di Internet sendiri nama nasi lesah tidak banyak ditemui karena ketidaktahuan masyarakat mengenai makanan khas Magelang ini. Oleh karenanya, pada bagian akhir tulisan ini, disertakan nasi lesah sebagai panganan khas kota Magelang yang wajib kamu ketahui.

Nasi lesah adalah makanan tradisional di Magelang yang secara tampilan mirip dengan soto, tapi penyajiannya lebih umum menggunakan piring, bukan mangkuk. Kuah yang menjadi campuran nasi lesah biasanya banyak dan hampir memenuhi piring. Cita rasa dari nasi lesah sangat mirip dengan soto sehingga ada juga orang yang menyebutnya dengan soto khas Magelang, padahal bukan. Kuah nasi lesah sendiri rasanya gurih berpadu kaldu ayam dan santan kelapa. Warna kuahnya keruh karena penggunaan bumbu-bumbu yang dicampur santan.

Makanan basah khas Magelang ini menyajikan sejumlah bahan utama seperti sohun, irisan kubis, irisan wortel, irisan seledri, suwiran daging ayam, dan kecambah. Saat ini nasi lsah semakin sulit ditemui. Menurut warga Magelang yang notabene penjual panganan ini, nasi lesah kurang diminati masyarakat karena mengandung kuah santan. Karena alasan tersebut, banyak masyarakat yang lebih menyukai kuah encer tanpa santan seperti soto misalnya.

Itulah daftar makanan khas Magelang yang menjadi kesukaan banyak orang. Jika diperhatikan, hampir mayoritas makanan Magelang menyimpan aroma tradisionalitas yang cukup tinggi. Tak heran jika rata-rata pecinta kuliner Magelang adalah mereka yang tinggal di dataran Jawa, meski tak sedikit pula penduduk dari luar Jawa yang juga menaruh hati dengan beragam kuliner yang dimiliki oleh kota Magelang.

Leave a Reply