36 Makanan Khas Jawa Barat yang Paling Terkenal

Mengenai Jawa Barat, provinsi ini merupakan salah satu provinsi yang telah menjadi pusat kuliner Indonesia, mengingat melimpahnya kuliner khas Sunda ada di sana. Belum lagi dengan adanya kota Bandung, sebuah kota bahkan ibukota dengan daya kreatifitas masyarakatnya yang tinggi, sehingga banyak bermunculan produk olahan baru.

Apabila kamu tengah berwisata atau sedang berada di Jawa Barat, jangan lupa untuk meluangkan waktu untuk sekedar icip-icip kuliner khasnya. Ada banyak pilihan makanan yang bisa kamu coba, ini dia ke-36 daftar makanan khas Jawa Barat rangkuman MakananOlehOleh.com untuk referensi kuliner kamu yang lagi berada di Jawa Barat.

1. Nasi Lengko

Mengenai nasi lengko, olahan tersebut merupakan perpaduan antara nasi dengan isian berupa sayur dan gorengan, seperti tahu dan tempe goreng, serta daun kucai, mentimun, dan tauge. Untuk memperlengkap dan menciptakan rasa yang enak, ditambah pula dengan taburan saus kacang yang memiliki rasa gurih.

Bahkan terkadang, dengan adanya cabai, membuatnya menjadi bumbu yang pedas dan membuat penikmatnya ketagihan. Selain itu, untuk memperlengkap rasa, ditambahkan pula taburan bawang goreng di atas semua campuran nasi lengko tersebut.

Makanan yang asli dari daerah Cilacap ini, juga sering disebut dengan sego lengko, mengingat bahasa daerahnya nasi adalah sego. Kuliner tersebut bahkan memiliki nilai gizi yang cukup besar, karena adanya tahu dan tempe membuatnya memiliki kandungan protein,

Belum lagi dengan adanya sayuran yang memiliki kandungan serat tinggi. Apabila kamu ingin mencobanya, salah satu rumah makan yang menyediakan menu makanan khas Jawa Barat dan keterangannya ini adalah Nasi Lengko H. Barno yang berada di Tanah Para Wali, Cirebon. Alamat lengkapnya ada di Jalan Pangongan, dan telah terbukti kelezatannya karena telah ada sejak tahun 1968.

2. Tapai Ketan

Olahan dengan nama tapai memiliki ciri khas dibuat dengan cara difermentasi, begitu pula dengan tapai ketan yang menjadi olahan khas daerah Kuningan. Pembuatan tapai ketan tersebut, menggunakan bahan dasar beras ketan, entah itu ketan hitam maupun putih, namun kebanyakan memakai yang ketan putih.

Selain itu, olahan tapai yang dibuat dari ketan putih kerap diwarnai dengan daun katuk agar memiliki warna hijau alami. Sedangkan untuk bungkusannya kerap didapat dari daun jambu hingga daun pisang. Pemilihan daun pisang biasanya lebih sering karena untuk memberikan identitas makanan khas Jawa Barat beserta gambarny ini termasuk ke dalam kekayaan kuliner nusantara.

Sesuai dengan namanya, tapai ketan dibuat dengan proses fermentasi dari ragi, yakni setelah ketan selesai dikukus, nantinya akan dimasukkan ke daun dengan tambahan ragi. Setelah dibungkus beberapa saat, dan didiamkan dalam waktu 3 hari sampai seminggu, tapai ketan tersebut sudah siap untuk dihidangkan.

Dengan proses tersebut, dipercaya bahwa tapai ini bisa menambah kandungan vitamin B1 yang sangat baik untuk sistem pencernaan dan obat diabetes. Untuk mendapatkannya juga dapat dengan gampang didapat di area sekitar Kuningan, dan sudah dibungkus dengan kemasan modern.

3. Tahu Kuningan

loading...

Normalnya, tahu akan dibuat dengan biji kedelai dengan proses fermentasi untuk bisa mendapatkan olahan tahu yang sempurna. Proses tersebut juga terjadi pada pembuatan tahu Kuningan, bedanya dengan tahu normal adalah bentuknya yang lebih padat dengan rasa gurih.

Untuk ukuran dari makanan cemilan khas Jawa Barat ini juga tidak terlalu besar, karena hampir mirip dengan tahu sumedang, namun tahu sumedang punya isian kopong. Karena tekstur dan isiannya yang lebih padat, tahu kuningan sangat tepat dimakan sebagai cemilan maupun lauk, karena bisa mengenyangkan perut.

Sesuai kebanyakan tahu untuk cemilan, makanan khas Jawa Barat dan asalnya yang dari Kuningan ini juga enak dan lebih lezat bila dimakan dengan cabai rawit bahkan sambal, sehingga bisa menghasilkan perpaduan rasa pedas gurih. Untuk bisa mendapatkannya, di kota asalnya, Kuningan, cukup banyak produsen yang menjajakannya, salah satunya adalah Tahu Kopeci.

Produsen tersebut akan menjual tahu kuningan di alamat kerjanya, Jalan Veteran, dan bahkan telah menjadi tempat oleh-oleh asal Kuningan. Selain itu, kelebihan dari Tahu Kopeci adalah rasanya yang lezat dan telah terbukti, belum lagi bagian dalam tahunya sangat lembut.

4. Rujak Kangkung

Semua orang sudah mengerti apabila olahan dengan nama rujak, sudah pasti identik dengan buah-buahan dengan taburan bumbu kacangnya. Namun berbeanding terbalik dengan rujak kangkung, karena yang dijadikan sebagai bahan bakunya adalah sayur kangkung, bukan buah.

Kelebihan dari penggunaan kangkung adalah untuk mendapatkannya yang lebih mudah, dan juga karena sifatnya yang kering alias tak berair, bisa membuat rasa pedas bumbunya semakin terasa. Selain itu, yang membuatnya unik adalah dalam bumbunya ada bahan dari asam jawa, sehingga bisa menghasilkan rasa pedas dan sensasi rasa masam.

Kuliner yang bisa dikatakan unik ini, ternyata berasal dari Kecamatan Cibingbin, Kuningan, dan dapat dengan mudah ditemui di Kuningan. Walaupun rasanya lebih pedas dan sensasi rasa segar kurang sering muncul, namun ternyata peminatnya begitu banyak dan cukup fanatik.

Makanan yang dibuat dari kangkung yang telah direbus dan dipotong kecil-kecil dan ditaburi bumbu ini dihargai dengan uang mulai 10 ribu rupiah saja. Soal kandungan gizi mungkin tak selengkap rujak buah yang lebih ramai isian, namun adanya kangkung dengan kandungan seratnya yang tinggi adalah alasan tepat mengonsumsinya.

5. Nasi Jamblang Daun Jati

Mengenai nasi jamblang, sebenarnya olahan ini hanyalah nasi yang diisi dengan sepicuk nasi dengan tambahan lauk dan dibungkus menggunakan daun jati. Namun ada cerita dibalik lahirnya kuliner asli Cirebon ini, yakni dimulai ketika Belanda memerintahkan pembuatan jalan raya Anyer-Panarukan.

Kerja rodi ini membuat warga Cirebon ikut dipekerjakan, akhirnya warga Desa Jamblang membuat nasi dengan bungkus daun jati untuk para pekerja. Namun awalnya hanya memiliki lauk berupa tempe, tahu, dan sambal, tetapi kini telah ada sekitar 40 jenis lauk yang berbeda.

Dalam satu porsinya, nasi jamblang memang hanya menyediakan sedikit nasi, namun akan ditumpuk dengan puluhan lauk, sehingga membuatnya lebih bervariasi. Apalagi pembungkusannya yang menggunakan daun jati, maka bisa menciptakan aroma dan rasa khas kepada nasi, belum lagi daun jati bisa membuat makanan lebih tahan basi.

Makanan khas Jawa Barat dan asal kotanya, yakni di Cirebon, ada yang namanya warung Nasi Jamblang Mang Dul yang terletak di Jalan Cipto Mangunkusumo dengan olahan favoritnya nasi jamblang. Di sana ada sekitar 40-an lauk, di antaranya adalah tahu tempe, sambal, telur, sate, urapan, jenis daging, dan masih banyak lagi pilihannya.

6. Lepet Kuningan

loading...

Nama lepet sudah pasti dikenal bagi sebagian bahkan hampir seluruh masyarakat Jawa, karena makanan ini kerap disajikan saat acara idul fitri hingga idul adha. Salah satu jenis lepet adalah lepet kuningan dengan ciri khasnya terletak pada warnanya yang kecokelatan, berbeda dengan lepet lain yang agak menguning.

Seperti kebanyakan lepet, lepet asal Kota Udang ini juga dibuat menggunakan ketan putih dan dibungkus dengan media daun kelapa. Bungkus tersebut nantinya akan diikat menggunakan tali dari bambu atau jenis tali lain agar adonan ketan tidak berceceran saat dimasak.

Tidak hanya berisi ketan putih saja, karena lepet kuningan juga akan diisi dengan kacang tunggak dan sebelum itu ketannya akan dicampur dengan parutan kelapa. Untuk rasa juga mirip dengan lepet umum, yakni akan meninggalkan rasa gurih yang sulit dilupakan, begitu pula dengan rasa kacangnya yang membuat lepet lebih enak.

Walaupun tergolong makanan sederhana, namun nyatanya lepet memiliki angka gizi yang cukup tinggi, itu dikarenakan oleh adanya ketan putih. Khasiatnya adalah mampu mengurangi atau meredakan batuk dan juga dipercaya mampu membuat uap di paru-paru terkikis.

7. Makaroni Panggang

Makaroni di Nusantara lebih dikenal sebagai makanan yang cocok dikonsumsi sebagai cemilan karena ukurannya yang kecil dan rasanya gurih nan enak. Namun di Bogor, ada yang namanya makaroni panggang dengan ukuran yang lebih jumbo dengan tambahan aneka isian, sehingga bisa juga dikatakan makanan berat.

Pada makaroni panggang, makaroninya akan memiliki ukuran lebih panjang dari makaroni-makaroni umum yang disajikan dengan tujuan sebagai cemilan. Selain itu, kuliner yang telah dikenal luas oleh masyarakat dan pelancong ini juga ditaburi dengan keju di atasnya, sehingga akan menimbulkan rasa gurih berlebih.

Untuk bisa mendapatkan satu porsi makaroni panggang, alamat lengkapnya terletak di Jl. Salak No. 24, Babakan. Dengan isiannya yang berupa daging dan aneka rempah, tentunya satu porsi makaroni ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Selain karena alasan gizinya, kalian harus membeli olahan ini juga karena membuatnya perlu cara yang agak rumit.

Apabila pembuatnya kurang telaten maka akan menghasilkan rasa yang kurang pas. Untuk harga kamu tidak perlu khawatir, cukup dengan uang 18 ribu, makaroni panggang dengan ukuran besar ini bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh Jawa Barat dan telah dibungkus rapi secara modern.

8. Mie Kocok

Nama mie kocok mungkin tidak setenar saudaranya, mie ayam yang telah terlebih dahulu menjadi masakan yang ada hampir di seluruh Indonesia. Namun popularitas masakan dengan bahan utama mie telur ini jangan diragukan lagi bila di Jawa Barat, khususnya Bandung.

Dalam satu porsi mie kocok sendiri, bisa diisi dengan mie telur, sawi, tauge, dan daun bawang, namun karena semakin banyak peminatnya, isian seperti daging dan bakso juga masuk ke dalam mangkuknya. Walaupun penggunaan bakso dan daging bisa membuatnya mirip dengan mie ayam atau mie bakso, namun penggunaan mie telur dan rasa kuahnya-lah yang bisa membedakannya.

Menurut cerita, kata kocok berasal dari dikocoknya mie dan tauge pada air panas, sehingga nantinya akan membuatnya layu dan siap disajikan. Namun kini proses pengocokan tersebut tidaklah dipakai oleh produsen-produsen mie kocok di seluruh Indonesia.

Dalam porsi spesialnya dengan tambahan bakso dan daging, mie kocok bisa menjadi makanan yang kaya akan gizi, selain adanya serat pada sayur, kebutuhan protein akan didapat dari dagingnya. Selain gizi, kuliner asal Bandung tersebut menarik untuk dicicipi juga karena rasa gurihnya yang enak dengan banderol harga cuma 10 sampai 15 ribu saja per mangkuknya.

9. Karedok

Makanan khas Jawa Barat karedok merupakan kuliner dengan bahan dasar sayur-sayuran segar yang disajikan bersama siraman bumbu kacang. Makanan dengan nama karedok sebenarnya mirip dengan gado-gado atau pecel, namun perbedaan paling mendasar adalah pada pemakaian sayurnya yang disajikan dalam keadaan mentah.

Diantara sayuran yang bisa dijadikan sebagai karedok adalah timun, daun kemangi, kacang panjang, kol, terong, dan tauge, kesemuanya akan dipotong kecil-kecil dan disajikan dalam keadaan mentah. Walaupun mentah, rasanya akan tetap lezat karena penggunaan bumbu kacangnya yang menimbulkan rasa pedas gurih pada sayuran.

Pembuatan bumbu kacang tersebut dibuat menggunakan kacang tanah, cabai rawit, gula jawa, terasi, air asam, garam, kencur, dan bawang putih. Dan perlu diketahui bahwa makanan ini berasal dari Sumedang namun telah melebarkan sayapnya, sehingga di daerah-daerah kerap menjumpainya. Selain karena rasanya enak, adanya kandungan serat yang cukup tinggi pada karedok bisa menjadi nilai lebih dalam mengonsumsinya.

10. Dorokdok

Jika mendengar kata Garut, kulinet yang terlintas pertama kali adalah dodol, karena makanan tersebut telah menjadi ikon Kabupaten di Jawa Barat itu. Namun olahan lain yang menjadi kebanggaan warga Garut adalah dorokdok, sebuah kerupuk yang dibuat dari kulit sapi ataupun kulit kerbau.

Penamaan dorokdok pada makanan khas Jawa Barat lengkap satu ini sendiri didapat dari suara yang muncul ketika memakan dorokdok, yaitu akan menghasilkan suara ‘dorok dok dorok dok’. Adanya suara tersebut dikarenakan renyahnya kerupuk dengan bentuk memanjang ini.

Yang membuat olahan asal Garut ini unik adalah, jika berbeda penggunaan kulitnya, nantinya juga akan menciptakan rasa yang berbeda pula. Misalnya apabila yang dipakai adalah kulit sapi, selain renyah nantinya juga akan menciptakan rasa gurih, sedangkan apabila dari kulit kerbau, maka rasa yang dihasilkan lebih manis dan renyah.

Sebagai olahan yang dibuat dari kulit hewan, kandungan protein hewani di dalamnya tergolong cukup tinggi. Bila ingin mendapatkan makanan ini, tak perlu cari kesana kemari, karena di pusat kota Garut banyak yang menjajakannya dalam kondisi mentah ataupun matang.

11. Dodol Garut

Makanan dengan bentuk balok agak memanjang dengan warna khas cokelat bertekstur lembut dan rasanya manis, maka itulah yang dinamakan dodol. Walaupun mirip dengan jenang di Kudus, namun dodol punya tekstur luar yang lebih kering, dan pengemasannya dibentuk kotak, sedangkan jenang dikemas seperti tabung.

Secara umum, dodol dibuat menggunakan tepung ketan, parutan kelapa, dan gula merah, itu adalah rasa original dari panganan ini. Memang masih sederhana, karena diawal kemunculan makanan khas Jawa Barat dari tepung ketan, yaitu tahun 1920-an, masih sedikit penjual dan kreatifitas pembuatnya.

Kini tidak hanya rasa manis dari gula merah saja yang hadir, ada pula puluhan rasa lain yang dibuat oleh berbagai produsen ddol yang menjamur di Garut. Mulai dari rasa buah-buah seperti strawberry, nanas, sirsak, durian, nangka, dan masih banyak lagi, begitu pula dengan aneka rasa lain seperti cokelat.

Bila ingin menikmati dodol, tak sulit menemukan penjualnya di Garut, selain sebagai oleh-oleh, dodol juga kerap dipasarkan ke luar daerah hingga ke luar negeri. Salah satu pabrik pembuatnya adalah Dodol Picnic yang telah ada sejak tahun 1947 Jalan Pasundan No. 102, di sana selain bisa membeli dodol, pengunjung juga bisa berwisata melihat pembuatan dodolnya.

12. Chocodot

Karena terkenal dengan dodol, maka Garut juga memiliki olahan coklat yang dipadukan dengan dodol, dia adalah chocodot. Walaupun ditemukan secara tidak sengaja, yaitu ketika dodol terjatuh ke adonan cokelat, namun saat dicicipi ternyata rasanya enak.

Karena hal tersebut maka muncullah chocodot yang diciptakan Kiki Gumelar, pemberian nama chocodot tersebut didapatkan dari kependekan chocolate with dodol garut dan masyarakat kerap menyebutnya cokelat dodol. Bentuk makanan ini bulat seperti bakpao, namun agak kecil, dengan varian rasa yang beragam, tergantung jenis cokelat yang dipakai.

Terdapat aneka rasa pada chocodot, yakni ada yang rasa cokelat pahit, cokelat susu, dan ada cokelat dengan tekstur lembut di mulut. Kesemuanya bahkan dinamai dengan kata-kata gaul anak zaman sekarang, seperti cokelat anti galau, enteng jodoh, hingga cetar membahana.

Uniknya lagi, ada beberapa varian chocodot yang dikemas menggunakan kemasan berupa ramalan shio, jadi, tak ada salahnya memilih yang sesuai shio kalian. Untuk membeli kuliner manis ini, dapat ditemukan di pusat oleh-oleh daerah Tarogong, atau bisa juga berkunjung ke lokasinya di Jalan Siliwangi.

13. Doclang

Doclang merupakan makanan yang terdiri dari ketupat, tahu, telur, kentang, serta ada siraman bumbu kacang mengitarinya. Terkesan sangat mirip bukan dengan ketoprak-nya Jakarta maupun kupat tahu-nya Bandung, namun ada banyak yang membedakan antara ketiganya.

Jika ditelusuri, adanya kentang menjadi perbedaan paling menonjol diantara ketiganya, selain itu, pembungkusan ketupat yang memakai daun patat juga berbeda dari dua olahan di atas. Untuk urusan rasa memang tidak terlalu beda jauh, mengingat bumbunya adalah sama-sama bumbu kacang, jika ada mungkin terletak pada tingkat kepedasannya.

Dengan kandungan gizi yang cukup lengkap, doclang bisa dikonsumsi sebagai menu makan malam bahkan dijadikan sebagai menu makan pagi alias sarapan, hal itu diketahui persis penjualnya, karena saat pagi dan malam, mereka dapat dengan mudah ditemukan.

Salah satu olahan doclang spesial terletak di Jalan Mantarena, yang memiliki rasa bumbu kacang dengan cita rasa unik dan seporsinya bisa mengenyangkan. Untuk masalah harga, cuma denga uang 8 ribu saja, satu porsi lengkap doclang yang telah dilengkapi telur dan tambahan kerupuk bisa didapatkan.

14. Asinan Bogor

Selain asinan betawi yang menggunakan kuah bumbu kacang, ada juga asinan bogor dengan ciri khasnya dibuat memakai kuah dari cabai merah. Berkat cabai merah inilah, warna dari asinan bogor memerah pekat dan pastinya akan menimbulkan rasa pedas yang teramat.

Dalam satu porsi asinan, selain adanya kuah pedas tersebut, ditambahkan pula dengan adanya potongan sayuran atau buah-buahan, bahkan keduanya bisa digabung. Hal ini dikarenakan asinan bogor memiliki tiga varian berupa asinan buah, asinan sayur, dan asinan buah dan sayur.

Untuk sayurnya, kerap dipakai sayur dengan jenis tauge dan kol, yang nantinya akan dipotong kecil-kecil, sedangkan buahnya adalah buah tropis layaknya bengkuang, jambu, salak, dan nanas. Dalam pembuatan kuahnya, setelah cabai direbus, nantinya akan dihaluskan dengan campuran ebi, cuka, dan gula pasir, bari ditambah dengan air.

Jika kesemuanya sudah selesai dibuat, sayur atau buah-buahan yang telah bersih akan dimasukkan ke dalam kuahnya, namun harus ditunggu beberapa saat sampai kuahnya meresap, baru bisa dikonsumsi. Harga untuk satu kemasannya adalah 10 sampai 15 ribu, selain cocok dikonsumsi saat baru dibeli, juga tepat bila dijadikan oleh-oleh.

15. Taoge Goreng

Dari namanya mungkin ada yang berpikir bahwa olahan ini adalah tauge yang dibuat dengan cara digoreng, namun ternyata nama itu menipu siapa saja, karena sebenarnya tauge goreng dibuat dengan cara direbus. Kata goreng pada makanan ini didapat dikarenakan perebusan tauge-nya dilakukan menggunakan wajan, yang notabene digunakan sebagai alat penggorengan.

Tidak hanya tauge saja yang ada dalam satu porsi makanan khas budaya Jawa Barat ini, karena akan ada mie rebus dan tambahan potongan ketupat dalam satu porsinya, serta tak lupa ada siraman kuah oncom yang semakin menambah cita rasa serta kenikmatan dari makanan ini.

Dalam pembuatan kuah oncom, yang dipakai adalah oncom dengan tambahan tauco serta ada rempah lain. Biasanya penjualnya akan membuat kuah ini terlebih dahulu di rumah mereka, sedangkan untuk merebus mie dan tauge akan dilakukan saat ada pesanan oleh pembeli.

Salah satu yang melakukan cara ini adalah produsennya yang berada di Jalan Surya Kencana, tujuannya adalah agar tauge dan mie selalu hangat saat disantap pembeli. Makanan yang kerap dijajakan dengan menggunakan pikulan ini ternyata sudah mulai langka, dan untuk harga dari makanan khas Jawa Barat yang langka ini sendiri cuma 10 ribu satu porsi lengkapnya.

16. Lontong Kari

Berbicara mengenai lontong, bumbu yang paling sering ditemui adalah jenis bumbu kacang, namun kalau penggunaan bumbunya adalah kari, maka itu adalah makanan khas Bandung, lontong kari. Sebenarnya makanan ini hampir sama dengan lontong-lontong lain, namun karena adanya kari itulah yang membuatnya berbeda.

Selain membuat berbeda, adanya kari juga memberi kesan rasa gurih dan lebih enak disantap dengan aroma dagingnya yang sedap. Terdapat dua jenis daging untuk pembuatan karinya, yakni daging sapi dan sapi ayam. Dalam satu porsi lengkapnya terdapat telur rebus, dan ditaburi kedelai goreng serta bawang goreng.

Sedangkan untuk teman makannya ada kerupuk dengan rasanya yang renyah. Dikarenakan makanan ini cukup populer di kalangan masyarakat Bandung, banyak pula penjual yang berdagang di pinggir jalan, entah itu saat pagi maupun malam hari. Harganya juga tergolong murah, karena rata-rata para pembeli penjual makanan yang sangat lezat dikonsumsi saat sarapan ini dibanderol dengan harga 10 ribu.

17. Soto Kuning

Sesuai dengan namanya soto kuning, makanan ini memiliki keunikan pada kuahnya yang bewarna kuning, dan yang dijadikan rempahnya adalah kunyit. Makanan dari Bogor ini memiliki aroma kunyit tersebut akan ditambah dengan beraneka ragam daging, mulai dari daging ayam dan sapi, limpa, hingga babat.

Kesemua daging tersebut mempunyai tekstur yang lembut di mulut serta akan bercampur dengan gurihnya kuah soto. Seperti kebanyakan soto-soto lain, soto kuning juga akan terasa lebih lengkap dan lebih enak bila dimakan dengan nasi hangat. Tak lupa juga kehadiran sambal bisa membuat lidah kamu ingin terus bergoyang menikmatinya.

Untuk bisa mendapatkan soto kuning ini, di Bogor terdapat rumah makan yang menyajikannya, yaitu warung dengan letak ada di Jalan Suryakencana. Di sana menjadi pilihan utama bagi para wisatawan yang sempat singgah di Bogor, bahkan saat sedang ramai-ramainya, antrean bisa sangat panjang, dan didominasi orang luar Bogor.

Kelezatan soto kuning buatan warung ini telah terbukti, karena dari para pengantri tersebut, kebanyakan adalah orang-orang yang pernah merasakan soto kuning sebelumnya. Harganya sendiri terbilang cukup terjangkau, karena 20 ribu rupiah sudah bisa mendapatkan seporsi soto dengan tambahan nasi dan daging ayam, sedangkan babat dan limpa bisa dipilih dengan harga lebih mahal.

18. Roti Unyil

Makanan khas asli Jawa Barat yang paling dikenal oleh masyarakat Bogor adalah roti unyil dengan bentuknya yang mini tersebut. Dengan tampilan bentuk kecil, maka nama unyil disematkan pada roti ini, karena arti dari unyil adalah kecil. Bahkan ada juga yang menganggap kalau penamaan unyil karena sebuah tontonan hiburan untuk anak-anak di mana terdapat karakter berupa boneka yang bentuknya imut yang diberi nama unyil.

Untuk bisa mendapatkan roti unyil, tempat paling sesuai adalah toko yang berada di Jalan Pajajaran Komp V No. 1, outlet tersebut telah menjual aneka macam roti unyil. Yang menjadi indikasi bahwa roti ini begitu digemari oleh orang-orang adalah, membludaknya volume pembeli yang rela antre untuk mendapatkan roti mini tersebut.

Kelebihan dari roti ini adalah melimpahnya varian rasa, mulai dari rasa khas luar negeri hingga rasa lokal, sebut saja cokelat negro, ayam asap, keju susu, roti jagung, smoke beef keju, dan rasa-rasa lain. Dengan aneka rasa ini, orang-orang tak akan bosan untuk mengunyahnya sebagai kudapan untuk menikmati waktu senggang.

Selain bisa dijadikan sebagai makanan untuk diri sendiri, roti unyil juga bisa dijadikan untuk oleh-oleh sanak saudara. Harganya pun mulai dari 1.500 untuk satu buah roti unyil, walaupun terasa agak mahal, namun dengan rasanya yang enak dan nikmat bisa membuat siapa saja ketagihan.

19. Tahu Gejrot

Makanan sederhana dari Jawa Barat namun memiliki rasa yang enak adalah olahan dengan nama tahu gejrot. Panganan dari daerah Cirebon tersebut dibuat dari bahan dasarnya berupa tahu goreng, dengan keunggulannya yang memiliki tekstur lebih berisi.

Dalam penyajiannya, tahu tersebut tidak sendirian, karena akan ditemani dengan yang namanya kuah asam pedas berbahan dasar cabai rawit. Biasanya penyajian tahu gejrot akan ditaruh di atas pisin, atau lebih tepatnya piring yang terbuat dari tanah berbentuk agak kecil.

Tahu yang ada di atas pisin tidaklah tahu glendongan, karena akan terlebih dahulu dipotong kecil-kecil, agar lebih mudah dikonsumsi dan bumbu lebih meresap. Kuah asam pedasnya selain terbuat dari cabai rawit, juga akan ada tambahan bumbu seperti petis, air gula, gula, dan bawang merah.

Rasa yang akan timbul ketika lidah mendapat sentuhan tahu gejrot adalah pedas manis gurih yang sangat terasa di mulut. Dipastikan siapa saja yang mencicipi makanan yang mudah ditemukan di Cirebon ini akan dengan cepat ketagihan dan ingin mencoba kembali.

20. Surabi

Surabi atau serabi adalah panganan yang telah tersebar rata hampir di seluruh Jawa Barat, bisa dikatakan bahwa makanan ini adalah khas Sunda. Pembuatannya dibuat menggunakan tepung beras dengan cara masak yang masih tradisional, karena harus menggunakan tungku, bahkan tungku tersebut dibuat dari tanah liat.

Penampilan makanan khas Jawa Barat surabi sendiri memiliki bentuk membulat dengan tekstur empuk, sehingga akan ada rasa legit nan gurih saat memakannya. Belum lagi ada banyak varian surabi yang tidak hanya terbuat dari gula dan kelapa saja, karena masih banyak produsen yang menawarkan rasa lain.

Rasa original surabi memang manis, karena ada penggunaan gula dan kelapa, namun lambat laun telah banyak jenis lain, diantaranya ada di Warung Surabi Setia Budi. Warung dengan alamat di Jalan Dokter Setiabudhi No.175 tersebut mengolah surabi dengan selai kacang, durian, strawberry, hingga markisa.

Lebih hebatnya lagi, surabi yang awalnya tidak punya isian apapun di warung ini justru disulap dengan tambahan isian kornet, ayam, atau telur. Selain lebih menambah cita rasa, adanya isian dan selai ini juga membuat gizi di dalamnya lebih meningkat. Tapi itu semua kembali kepada selera penikmatnya. Karena tak jarang juga orang yang justru eneg jika makan surabi dengan tambahan kornet, ayam, atau telur.

21. Peuyeum

Peuyeum merupakan sejenis tape yang juga dibuat dengan cara fermentasi, namun pembutannya dilakukan dengan bahan dasar singkong. Jenis ubi tersebut setelah dikukus sudah langsung siap untuk diberi taburan ragi yang memicu pertumbuhan jamur pada singkong.

Pemberian ragi tersebut yang membuat peuyeum memiliki warna putih di sekelilingnya, dan karena ragi inilah rasa singkong berubah menjadi berbeda, karena akan berasa tape. Setelah memberi ragi, singkong harus ditempatkan pada tempat tertutup dan wajib didiamkan selama 2 sampai 3 hari agar rasanya makin nikmat.

Makanan yang dulunya banyak dibuat di daerah Cipeyeum yang membuatnya dinamai peuyeum tersebut telah banyak dijual di Bandung, seperti di pasar maupun tempat wisata. Uniknya, banyak penjualnya yang menjualnya dengan cara menggantungkan peuyeum, tujuannya sih untuk menarik minat pembeli.

Makanan ini bahkan dipercaya mampu menghangatkan tubuh, sehingga sangat tepat dikonsumsi ketika malam tiba atau hawa dingin melanda. Karena banyaknya penjualnya, rata-rata harga peuyeum di setiap tempat hampir sama, dan tergolong murah.

22. Tahu Susu Lembang

Sebenarnya tahu susu memiliki tampilan luar yang sama dengan tahu-tahu pada umumnya, namun yang membuatnya berbeda adalah dalamannya yang lebih lembut dan padat. Bahan utamanya juga sama, yakni menggunakan kacang kedelai, akan tetapi tahu susu lebih istimewa, karena akan ada campuran susu di dalamnya.

Makanan yang muncul mulai tahun 2008 lalu tersebut diberi tambahan susu karena di Lembang (daerah asalnya) memiliki hasil susu yang melimpah. Selain itu, dengan adanya susu inilah, tahu menjadi lebih unik dan menjadikan rasanya lebih gurih, lembut, dan pastinya bergizi.

Secara umum, tahu susu memiliki ukuran layaknya tahu sumedang, yakni agak kecil, namun karena isiannya padat, maka bisa membuat perut lebih terisi. Sedangkan tempat utama yang menjualnya terletak di Jalan Raya Lembang No. 177 dengan outlet yang berbentuk SPBU atau POM bensin.

Harga dari makanan khas Jawa Barat yang enak ini cukup mahal, yakni 12 butir tahu susu, akan dihargai dengan uang 10.000 rupiah. Untuk memasaknya mudah, yakni hanya dengan cara digoreng sampai bewarna kecokelatan lalu bisa disantap dengan cabai.

23. Tahu Sumedang

Olahan tahu yang sangat familiar di telinga masyarakat Tanah Air adalah tahu sumedang yang berasal dari daerah Sumedang, Jawa Barat. Seperti kebanyakan tahu yang ada, bahan utama tahu ini juga adalah kacang kedelai dengan kandungan protein nabati yang tinggi.

Berkat kandungan tersebutlah tahu sumedang seharusnya bisa menjadi makanan yang tepat dan menyehatkan bagi anak-anak hingga dewasa. Seperti yang telah kita ketahui, tahu sumedang punya ciri-ciri berbentuk kotak kecil dengan isiannya yang kopong.

Walaupun kopong, namun yang membuat olahan tahu ini istimewa adalah berasal dari rasanya yang gurih dan lembut di mulut, dan sangat cocok bila dimakan dengan cocolan saus atau dengan cabai. Nama lain dari tahu ini adalah tahu boen keng, karena dibuat pertama kali oleh keluarga Boen Keng sejak 100 tahun lalu.

Di Sumedang, keluarga Boen Keng masih menjualnya, lokasi outlet mereka ada di pusat kota dan tak ada cabangnya. Pembuatan tahu di sana masih menggunakan tenaga manusia, bahkan kedelainya direndam dulu 4 sampai 6 jam agar rasanya makin lezat.

24. Batagor

Nama batagor sendiri sudah sangat dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, padahal makanan tersebut bukanlah asli Indonesia, karena merupakan perpaduan Tionghoa-Indonesia. Namun karena telah diolah sedemikian rupa, akhirnya diadopsi oleh suku sunda, dan tergolong makanan khas Jawa Barat.

Sesuai dengan namanya, batagor alias baso tahu goreng, makanan ini dibuat dengan cara digoreng dengan isian berupa tahu dan baso plus bumbu kacang. Rasanya lebih condong ke arah gurih, walaupun terkadang ada pula pembuatnya yang memberi rasa pedas pada adonan bumbu kacangnya.

Pembuatan batagor dibuat menggunakan adonan tepung tapioka dan ikan tenggiri lalu dibungkus kulit pangsit, baru digoreng. Ada pula yang tidak memakai kulit pangsit, sehingga akan lebih mirip dengan siomay. Untuk memperlengkapnya, nantinya akan ditambah dengan tahu yang telah dipotong kotak, biasanya tahu yang dipakai adalah jenis tahu putih.

Selain itu, ada beberapa produsen yang menambahkan potongan sayur kol. Untuk bisa mendapatkan batagor sangatlah gampang, di ibukota-nya Jawa Barat, Bandung, banyak pedagang batagor menjamur di pusat kota hingga kawasan ramai. Di luar kota Bandung, yang masih dalam kawasan Jawa Barat, juga banyak ditemukan penjual batagor baik keliling ataupun mangkal.

25. Cireng

Cireng atau nama aslinya aci goreng adalah makanan dengan bahan utama pembuatannya berupa tepung kanji dengan pemasakan dengan cara digoreng. Dalam adonan tepung kanji tersebut nantinya akan dicampur dengan terigu, garam, merica bubuk, bawang putih, daun bawang, kedelai, air, dan dimasak dengan minyak goreng.

Semua adonan tersebut nantinya akan dibentuk menjadi bulat atau sesuai keinginan dan biasa dimakan menggunakan bumbu kacang atau saus. Untuk urusan rasa, originalnya akan terasa gurih, namun karena lambat laun banyak produsen berinovasi, muncul pulalah rasa yang beragam dengan isian yang lebih variatif.

Aneka rasa seperti sosis, daging ayam, kornet, abon, keju, daging sapi, hingga teriyaki kerap menjadi perasa dari cireng. Selain inovasi rasa, inovasi bentuk juga mulai banyak ditemukan, jika cireng normalnya berbentuk bulat, maka sekarang bentuk seperti hati, kotak, segitga, hingga daun banyak dibuat.

Berkat rasa dan bentuk yang menarik itulah sekarang cireng yang asli Sunda mulai banyak peminatnya, termasuk pula penjualnya. Untuk itu, untuk bisa mendapatkan cireng, di kota besar seperti Bandung terdapat berpuluh-puluh penjual yang tersebar di pusat kota atau tempat wisata.

26. Combro

Sebenarnya kuliner dengan nama combro adalah kekeliruan, karena nama aslinya adalah comro, sesuai dengan kepanjangannya, oncom di jero. Kalimat tersebut berarti oncom di dalam, sesuai dengan identitas makanan khas Jawa Barat dari singkong dan oncom ini, yaitu dengan menaruh oncom di dalam parutan singkong berbentuk bulat lonjong.

Untuk memasukkan oncom, oncom harus lebih dahulu dibuat halus atau dengan cara dihancurkan sehingga lebih mudah masuk adonan. Nantinya parutan singkong dan oncom halus bila telah bersatu akan dimasak dengan cara digoreng. Penggorengannya juga harus dengan teknik karena kalau tidak maka akan menyebabkan kulit combro menjadi kecokelatan.

Rasa dari combro adalah gurih, walaupun tekstur luar dari combro agak keras, namun bila telah merasakan dalamannya, rasa gurih nantinya akan bercampur lembutnya singkong dan ditambah enaknya combro. Rasa gurih dalam combro, ternyata didapat dari adanya tambahan garam dan kelapa parut dalam adonan singkong halus, serta ada tambahan sedikit gula untuk menyeimbangkan rasa.

Selain itu, pembuatan oncomnya juga harus dicampur dengan bahan lain, yakni ketika oncom halus jadi, nantinya akan ditumis bebarengan bersama bawang merah, daun bawang, cabai rawit, bawang putih, seledri, merica, dan garam. Penjualnya tersebar di antara para pedagang kaki lima, biasanya penjual banyak menjajakannya di kota Bandung.

27. Misro

Jika combro adalah oncom di jero, maka sekarang ada yang namanya misro alias akronim dari amis di jero. Arti dari kalimat tersebut adalah manis di dalam, karena di dalam adonan singkong parut akan ada gula merah, sehingga saat selesai diolah nantinya akan terasa manis ketika masuk mulut.

Bentuk dari makanan ini adalah bulat, tapi tidak bulat lonjong seperti combro, hal inilah yang menjadi perbedaan antara keduanya bila dilihat dari segi tampilan. Bila memakan misro, sudah pasti akan terasa manis dan gulanya lumer di mulut, namun tak hanya itu saja, karena adonya singkong parut juga memberi kesan lembut pada panganan ini.

Untuk pembuatan misro, para pedagang tidak perlu susah payah, karena singkong hasil parutan hanya akan dicampur dengan garam saja. Sedangkan untuk pemberian gula merahnya, hanya cukup dengan menghancurkannya sedikit lalu ditaruh pada adonan singkong secara merata, agar manisnya merata pula.

Untuk memasukkan gulanya, adonan singkong harus dibentuk pipih, sehingga saat gula aren ditaburkan, adonan bisa langsung dibentuk membulat dengan mudah. Karena misro adalah makanan tradisional khas Jawa Barat, makanan khas Sunda ini jarang ditemui di kafe, namun pedagang kaki lima di Bandung masih setia menjualnya.

28. Ubi Cilembu

Sebenarnya ubi cilembu adalah sejenis ketela rambat atau bisa juga dikatakan sebagai ubi jalar, namun memiliki kelebihan tersendiri pada rasa manisnya. Sesuai dengan namanya cilembu atau si madu, umbi-umbian ini memiliki rasa layaknya madu, yakni manis dan juga memiliki aroma khas madu.

Ciri-ciri dari ubi asli Sumedang ini adalah, waktu mentah, warna ubi cilembu bewarna krem kemerahan, sedangkan saat diolah menjadi kuning dengan bentuk yang panjang berurat. Dalam pengelohan ubi ini, pantangannya adalah dilarang digoreng dan direbus, karena kandungan madu akan hilang saat direbus dan akan mudah gosong bila digoreng.

Secara umum, orang-orang menjualnya dalam bentuk ubi cilembu bakar, karena akan memberikan rasa manis dan juga rasa khas dari pembakaran. Juga banyak yang menjadikan ketela ini menjadi produk seperti keripik, dodol, tape, saus, sirup, selai, hingga tepung karena punya rasa semanis madu.

Selain dibakar, ubi cilembu juga bisa dioven dan dipanggang, bahkan saat dioven, umbi akan mengeluarkan cairan lengket seperti madu dan sangat legit bila dikunyah. Ketela ini sangat cocok dikonsumsi bagi siapa saja, mengingat adanya kandungan vitamin A yang cukup tinggi, begitu pula dengan vitamin B dan C.

29. Empal Gentong

Makanan asal Cirebon ini memang sudah terkenal sampai seluruh Jawa, bahkan Indonesia karena memiliki cara pengolahan dan rasa yang berbeda. Sesuai namanya, empal gentong diolah dengan cara memasukkan aneka daging ke dalam gentong untuk nantinya dimasak beberapa saat.

Bahkan pengolahan tradisional akan menggunakan kayu bakar khusus yang didapat dari pohon mangga, tujuannya sudah pasti agar memberi rasa khas pada empal gentongnya. Sedang untuk daging yang kerap masuk pada olahan ini adalah daging sapi, usus, hingga babat yang nanti setelah masak akan terasa begitu empuk ketika digigit.

Penampakan makanan khas Jawa Barat dari daging ini mirip dengan gulai, yakni daging-daging yang telah masak akan memiliki kuah bewarna agar kekuning-kuningan, namun kuahnya lebih cair dari gulai. Sedangkan untuk bahan tambahan, empal akan disajikan bersama kucai dan ditambah pula dengan sambal gandengannya, yaitu sambal berbahan dasar cabai kering yang digiling.

Berkat adanya sambal inilah, selain segar, juga bisa memberi cita rasa pedas pada empal, padahal rasa awalnya adalah gurih. Saran penyantapan adalah ketika empal gentong masih hangat, dan akan sangat tepat bila dikonsumsi bareng dengan nasi atau potongan lontong.

30. Opak

Makanan yang telah merambah Jawa Barat sebagai olahan khas Sunda dengan nama opak secara umum adalah olahan dengan bahan dasar tepung beras. Namun itu hanya versi awalnya saja, karena kini telah berkembang aneka jenis opak dengan bahan dasar yang berbeda-beda pula.

Namun satu hal yang pasti dari opak, yaitu bentuknya yang pipih dan tipis dengan rasa yang renyah. Bahkan walaupun makanan ini adalah asli dari Jawa Barat, namun beberapa daerah di Jawa juga mengakuisisi makanan ini, namun dengan bentuk yang berbeda, seperti opak solo dan opak wonosobo.

Namun jika opak-nya Jabar, maka yang sudah pasti muncul di toko oleh-oleh adalah opak ketan dan opak singkong dengan bahan dasar sesuai namanya. Opak ketan akan menggunakan bahan berupa beras ketan dengan rasa gurih dan renyah, selain itu ada dua varian dari opak jenis ini, yaitu yang original opak ketan asin dan ada pula opak ketan manis.

Sedangkan yang opak singkong atau sampeu, bahannya adalah parutan singkong dengan tambahan garam, cabai merah, dan MSG. Ada juga opak kucai, opak dengan bahan dasar singkong plus daun kucai, lalu opak gendar dari nasi, dan juga ada opak santir dengan bentuk seperti keripik, serta opak ilat berbentuk lidah.

31. Rengginang

Makanan dengan nama rengginang adalah olahan tradisional, bahkan proses pembuatannya kerap dibuat menggunakan bahan dasar nasi yang tak termakan. Secara umum, rengginang adalah jenis dari kerupuk dengan bentuk bulat berbahan dasar nasi atau ketan, bahkan bentuk nasi tersebut masih terlihat jelas pada tampilan rengginang.

Walaupun dikatakan kerupuk, namun kudapan ini berbeda dari kerupuk kebanyakan, karena bila kerupuk lebih sering dibuat dengan tapioka, ini justru dari nasi. Secara lengkap, rengginang dibuat dengan cara mengeringkan nasi (biasanya nasi sisa agar tidak mubazir) menngunakan teknik menjemur di bawah sinar matahari, ketika kering nantinya akan digoreng, maka jadilah rengginang.

Normalnya, makanan dari Jawa Barat ini akan terasa renyah dengan rasa gurih ikut menyertainya, bahkan saking renyahnya, saat dikonsumsi rengginang akan berbunyi kres kres. Namun dengan seiring berkembangnya lidah manusia, olahan tradisional ini juga menyesuaikan selera orang-orang dengan rasa yang bervarian.

Selain rasa asin dan manis, juga terdapat rasa udang, kerang lorjuk, dan terasi dengan cara menambahkan bahan-bahan tersebut dengan nasi. Di provinsi Jawa Barat, kota Bandung dan Bogor adalah dua nama kota dengan banyaknya penjual rengginang sebagai buah tangan untuk para kerabat.

32. Sate Maranggi

Sate maranggi merupakan makanan khas Ciamis Jawa Barat yang kerap ditemukan di Purwakarta dan Medan, namun maranggi yang ada di Purwakarta memiliki varian lebih banyak daripada maranggi-nya Medan. Jika di Medan daging yang dipakai hanyalah babi, maka beda dengan Purwakarta, karena di sana selain ada penggunaan daging babi, juga ada pemakaian daging kerbau.

Di Purwakarta sendiri, biasanya sate maranggi akan disajikan bersama dengan kecap manis, acar, dan sambal tomat. Selain di Purwakarta, sate ini juga kerap ditemukan di daerah Cianjur, dan keduanya memiliki kemiripan karena sama-sama daerah Jawa Barat.

Yang membuat sate maranggi berbeda dengan sate-sate lain adalah, daging bersama bumbu akan direndam dalam satu wadah selama beberapa saat. Daging tersebut akan direndam dengan kecap manis, ketumbar, kunyit, lengkuas, dan jahe, serta ada penggunaan cuka lahang dengan porsi sedikit.

Akibat proses perendaman tersebut, sate maranggi tidak akan disajikan bersama siraman saus seperti sate-sate lain, namun tetap saja satenya memiliki rasa manis asam yang enak. Makanan yang pada tahun 2012 lalu masuk 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia tersebut bisa dimakan bersama nasi timbel, ketan bakar, atau potongan lontong.

33. Gehu

Gorengan dengan nama gehu merupakan akronim dari tauge tahu, sehingga bila didefinisikan gehu merupakan tahu isi tauge atau kecambah. Normlanya tidak hanya tauge saja yang menjadi isian tahu, karena akan ada potongan sayur-sayur lain seperti wortel dan kol, kadang kala ada tambahan bihun.

Soal rasa, makanan yang menggunakan bahan dasar tahu goreng ini adalah pedas, karena di dalam isiannya juga akan diisi menggunakan cabai giling, bahkan terkadang juga kulitnya dicampur dengan cabai. Yang membedakan tahu isi dengan gehu adalah pemakaian tahunya yang berbentuk segitiga, dan ukurannya juga lebih besar ketimbang tahu isi lain.

Selain itu, gehu juga akan membei kesan rasa jeletot, yakni rasa pedas yang berlebih sehingga bisa membuat mata para penikmatnya melotot. Untuk bisa memperkaya rasa, gehu biasanya akan diisi dengan ebi dan ayam, selain memiliki kandungan protein, isian tersebut juga akan menambah rasa nikmat dari gehu.

Untuk masalah harga, jangan terlalu dipikirkan, uang 1 ribu sampai dengan 3 ribu bisa digunakan membeli gehu, mulai dari isian berupa mie hingga ebi. Untuk mendapatkan makanan yang bisa juga dikonsumsi dengan cocolan saus ini adalah disekitar Bandung, khususnya para pedagang kaki lima di pusat keramaian.

34. Cimol

Nama cimol sudah teramat terkenal bagi orang-orang Jawa Barat, khususnya di daerah Bandung yang memang menjadi pusatnya para penjual cimol. Makanan dengan bahan dasar tepung kanji ini akan dibuat dengan cara dibulat-bulatkan atau digemol, sehingga namanya menjadi cimol, aci digemol.

Cimol mempunyai dua jenis, yakni basah dan kering. Letak perbedaan antara keduanya adalah penggunaan sausnya. Cimol kering menggunakan bubuk kering sebagai taburannya, jenis ini adalah yang plaing sering dijual. Kalau cimol basah harus menyiramkan saus basah pada cimol.

Untuk pembuatan cimol hanya memerlukan tepung kanji, terigu, dan tepung beras bercampur dengan garam, merica, serta baking powder. Adonan tersebut akan dibuat membulat lalu digoreng, setelah matang, cimol bisa disantap, atau bisa langsung membelinya di kawasan Bandung.

35. Bala-bala

Bala-bala sejatinya adalah gorengan bakwan dengan bahan dasar berupa tepung terigu dan dicampur bersama dengan sayuran kol dan wortel, terkadang ada pula tauge. Aneka sayuran tersebut harus dipotong kecil-kecil dulu untuk nantinya dicampur dengan tepung terigu dan air, kesemuanya akan diaduk-aduk agar sayur dan tepung tercampur merata.

Bentuk bala-bala hanya bulat pipih, sehingga adonan bisa diambil dengan sendok lalu digoreng pada wajan berminyak panas. Nantinya akan tercipta bala-bala dengan sayuran yang berserakan, makanya dinamai bala-bala karena artinya berserakan sesuai sayurnya.

Rasa bala-bala saat dimakan adalah terasa gurih dengan tekstur yang begitu empuk, belum lagi akan ada rasa manis dari sayur kol dan wortel ketika digigit. Perpaduan rasa itu terasa sangat pas bila ditambah lagi dengan rasa pedas dari cocolan sambal ataupun dimakan dengan cabai rawit.

Biasanya masyarakat ibukota Jawa Barat, Bandung, akan memakannya sebagai kudapan dan menemani makan nasi atau juga menjadi teman saat minum kopi maupun teh. Untuk mendapatkannya sangatlah mudah, dari pinggir jalan, warung-warung, hingga pedagang kaki lima memiliki olahan dengan nama bala-bala ini untuk dijual dengan harga mulai seribuan.

36. Tutug Oncom

loading...

Oncom sendiri merupakan makanan khas Jawa Barat, begitu pula dengan olahan yang menjadikan oncom sebagai bahan dasar, yaitu tutug oncom atau sangu tutug oncom. Biasanya orang-orang akan memanggilnya dengan sebutan nasi T.O yang sebenarnya adalah singkatan dari nama panjangnya.

Sesuai dengan sebutannya, tutug yang berarti menumbuk, tutug oncom dibuat dari oncom yang dicampur aduk atau ditumbuk halus dengan nasi. Namun sebelum dicampur, oncom harus terlebih dahulu digoreng atau dibakar agar enak untuk dikonsumsi.

Walaupun oncom lebih dikenal oleh masyarakat Bandung, namun warga Tasikmalaya justru menjadikannya sebagai tutug oncom, dan membuat tutug oncom menjadi khas Tasik. Nasi ini tanpa lauk sebenarnya sudah enak untuk dikonsumsi, namun juga bisa dimakan dengan lauk pauk lain berupa sambal hingga ayam untuk menambah nikmat nasi T.O.

Rasa originalnya akn terasa gurih yang bercampur dengan pulennya nasi sebagai bahan utama lain pembuatannya. Bahkan karena saking enaknya, oncom telah diproduksi secara instan, sehingga siapapun orang-orang bisa membelinya sebagai oleh-oleh, dan bisa dimasak kapanpun karena punya daya tahan keawetan yang lama.

Dari ke-36 daftar makanan khas Jawa Barat paling enak tersebut, rasa-rasanya bisa dicoba untuk sekedar dijadikan pengganjal perut atau menjadi oleh-oleh sanak saudara. Dengan kekhasan kulinernya, provinsi dengan semboyan Gemah Ripah Rph Rapih bisa menjadi destinasi wisata kuliner terbaik. Dan jangan lupa untuk mencoba menikmati aneka olahan tradisional yang ada pada list di atas, selain untuk merasakan rasanya, hitung-hitung ikut melestarikan makanan tersebut.

Leave a Reply