24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama

Ada banyak alasan mengapa setiap penduduk Indonesia harus mengunjungi Medan, mulai dari kulinernya yang beragam hingga kebhinekaan yang terlambangkan dengan begitu jelas lewat kerukunan warganya. Jika kamu sampai detik ini belum pernah berkunjung ke Medan, buatlah rencana liburan ke Medan bersama keluarga atau teman-teman.

Kuliner asli yang beragam akibat banyaknya suku di Medan siap membuat kamu jatuh cinta dengan Medan. Bukan cuma itu, keindahan Danau Toba yang begitu terkenal juga perlu kamu manfaatkan untuk mengisi porsi pada memori ponselmu. Dan yang tak boleh terlupa adalah oleh-oleh khas Medan yang terkenal dan tahan lama. Ada apa saja? Berikut telah MakananOlehOleh.com buatkan daftarnya.

1. Medan Napoleon

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Medan Napoleon merupakan kue yang dibuat dari perpaduan antara bolu gulung dari Medan dan Napoleon Cake asli Perancis. Medan Napoleon dibuat dari tiga lapisan pastry yang diberi olesan selai dan diluarnya ditutup dengan bolu dan topping beraneka ragam. Rasa renyah dari kulit pastry dan lembutnya bolu plus selai, menjadi perpaduan yang sangat enak pada kue blasteran ini.

Soal rasa, tenang saja, karena terdapat beberapa varian rasa yang tentunya tidak asing di lidah kita, seperti rasa durian yang manis, green tea, keju, dan yang cukup mahal adalah red velvet. Untuk mendapatkan satu kotak Medan Napolean dihargai mulai dari 65 ribu rupiah, namun khusus yang red velvet memang lebih mahal. Oleh-oleh khas Medan Napoleon yang dimiliki artis Irwansyah ini terletak di Jalan K.H. Wahid Hasyim No.46/35, Babura dan telah mendapat label halal dari MUI.

2. Teri Bajak

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Teri Bajak merupakan produk sambal yang dibuat dengan teri yang kemudian ditambah dengan bumbu sambal. Pembuatannya yang menggunakan teri memang tergolong unik, karena biasanya teri disajikan dalam kedaan mentah. Penggagasnya yaitu Windi Septia Dewi memang ingin membuat olahan teri yang melimpah di Medan menjadi makanan tradisionan bercita rasa modern.

Rasa yang dihasilkan teri bajak adalah pedas karena adanya cabai kemudian tekstur renyah saat menggigit teri nasi yang berbentuk kecil-kecil. Oleh-oleh khas Medan yang tahan lama berupa sambal teri ini memiliki beberapa varian seperti teri Medan dengan sambal merah atau dengan sambal rawit. Selain itu ada teri Medan yang menggunakan dua sambal di atasnya dengan tambahan kacang.

Ada juga yang unik dari oleh-oleh khas Medan asli ini, yakni teri belah sambal merah atau rawit dan teri belah sambal merah atau rawit yang ditambah dengan kacang. Harga teri bajak dijual dipasaran dengan harga 40 ribu rupiah per 200 gram dengan kemasan zip lock plastic. Untuk mendapatkannya ada di toko oleh-oleh seperti di Jalan SM Raja Medan, Jalan T Amir Hamzah Nomor 17.

3. Kopi Sidikalang

Bagi yang bosan akan kopi yang itu-itu saja, maka kopi Sidikalang adalah jenis kopi paling tepat untuk diminum karena rasa enaknya tak kalah dari kopi-kopi lain. Sebagai kopi asli Sumatera tepatnya dari daerah Sidikalang, Dairi, Sumatera Utara, dengan kontur tanah tepat, membuatnya memiliki cita rasa enak.

Meskipun terdapat jenis arabika, namun di Sidikalang, robusta adalah yang paling banyak diburu, bahkan kadar kafeinnya bisa sampai 70 sampai 80 persen. Beda dari arabika karena hanya setengahnya, namun tetap saja banyak peminatnya. Salah satu produsen kopi Sidikalang paling dikenal masyarakat luas adalah Kopi Tanpak Sidikalang milik H. Sabilal Rasyad Maha.

Kelebihan produk oleh-oleh khas Medan yang enak milik H. Sabilal Rasyad terletak pada penggunaan kopi robusta Sidikalang asli dengan kualitas unggulan, sehingga hanya 1,5 sendok kecil bubuknya saja mampu membuat kopi dengan air 200 ml nikmat. Namun karena kadar kafeinnya tinggi, siapa saja peminumnya yang jarang menikmatinya bisa-bisa tidak tidur semalaman. Untuk menikmati kopi bercita rasa kuat ini, datang saja menuju Jalan Sudirman, No. 71, Dairi.

4. Bika Ambon

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Bika Ambon adalah salah satu makanan terkenal di kalangan masyarakat Medan dan menjadi oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Medan. Walaupun terdapat nama Ambon, panganan ini tidak berasal dari daerah tersebut, melainkan muncul pertama kali di Medan tepatnya di simpang Jl Ambon-Sei Kera Medan.

Ciri dari oleh-oleh khas Medan murah ini adalah memiliki bentuk balok dengan warna kuning ditambah adanya lubang dan berserat. Bahan pembuatnya adalah tepung tapioka, air nira, telur, dan gula serta beberapa rempah lain untuk menunjang rasa. Salah satu produsen bika Ambon adalah bika Ambon Zulaikha dengan alamat jualnya berada di Jalan Mojopahit No. 62 dan No. 96 DEF yang mengusung bika dengan berbagai varian rasa seperti durian, keju, moka, pandan, dan pandan keju.

Dalam pembuatannya, air nira terlebih dahulu difermentasi selama 10 jam agar rasanya lebih enak. Untuk membelinya terdapat 2 bentuk, yakni bentuk besar dengan harga mulai Rp50.000 sedangkan yang kecil mulai harga Rp30.000 tergantung rasa yang dipilih oleh konsumen. Kamu bisa membelikan oleh-oleh ciri khas Medan untuk dibawa ke kantor dan dimakan bersama-sama.

5. Bolu Meranti

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Bolu meranti adalah sejenis bolu gulung, pembuatannya dengan bahan tertentu dan pertama kali dijual di Jalan Meranti. Bolu tersebut memiliki rasa lembut di mulut dan sangat empuk saat dimakan, serta dengan adanya tambahan isian, membuat rasanya lebih beragam dan enak.

Beberapa varian isi yang menghasilkan rasa enak tersebut adalah keju, nanas, strawberry, cokelat, moka, blueberry, bahkan ada rasa tambahan dari abon dengan rasa gurihnya. Di atasnya bisa diberi dengan tambahan topping seperti meses, keju, dan kacang.

Walaupun awalnya kue ini dijual dengan cara dititipkan ke para penjual lain, kini kamu dapat membelinya di Jalan Sisingamangaraja No. 19B atau berkunjung langsung ke tempat produksinya di Jalan Kruing No 2K. Kue yang telah mendapat sertifikat halal dari MUI ini dipasarkan dengan harga yang agak mahal, yaitu 40 ribu sampai 75 ribu tergantung dari isian yang dibeli.

Sebelum kamu membeli kue ini sebagai oleh-oleh enak khas Medan, kue bolu meranti hanya mampu bertahan 3 hari saja, namun jika didiamkan di mesin pendingin, bisa bertahan sampai 7 hari lamanya. Itulah kekurangan [tidak tahan lama] sekaligus kelebihan [karena tidak tahan lama menjadi bukti bahwa bahan yang dipakai tidak menggunakan campuran pengawet] yang dimiliki oleh bolu meranti.

6. Pancake Durian

Sebagai buah yang melimpah di kota Medan rasanya tak lengkap bila tak mencicipi olahan durian unik berupa Pancake durian. Olahan ini memiliki rasa manis, apalagi ada daging buah durian yang sangat banyak, membuatnya begitu manis dan lembut di mulut.

Jika ingin merasakan sensasi seperti itu, maka tempat paling tepat adalah Durian House yang berada di Jalan Sekip, No. 67 H, Medan Petisah. Walaupun masih ada toko-toko lain dengan olahan Pancake Durian, namun Durian House adalah produsen paling top.

Pembuatannya dilakukan dengan cara memilih buah durian dengan kualitas terbaik dan yang pasti durian tersebut adalah durian Medan yang telah dikenal semua orang akan kelezatannya. Belum lagi kulit pancake-nya yang tipis dan lembut, membuatnya akan lebih mudah dimakan karena langsung lumer di mulut.

Untuk harga satu kotak kecil dihargai 75 ribu, sedangkan kotak besar berisi 10 pancake, harganya cuma 80 ribu. Namun karena dibuat secara alami tanpa pengawet, maka pancake hanya mampu bertahan 10 jam di luar, tapi bisa 7 hari bila di freezer. Saat ini pancake durian telah banyak dijual di kota-kota di luar Medan. Oleh karena itu, jika kamu ingin membeli oleh-oleh khas Medan yang unik dan tidak pasaran, lebih baik kamu beli yang lain.

7. Manisan Jambu

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Jika biasanya jambu biji dimakan secara langsung atau dibuat menjadi rujak, namun di Medan juga bisa diolah menjadi manisan jambu dengan rasa manis sebagai rasa paling terasa. Jambu yang digunakan adalah jambu Bangkok yang terlebih dahulu dipotong 4 bagian dan dihilangkan bijinya lalu diolah menjadi manisan. Selain ada rasa manis yang kuat, ada rasa renyah dan segar karena dibuat dari bahan dasar berupa jambu bangkok.

Salah satu produsennya adalah Jambu Aguan yang terletak di dekat tempat produksi bolu Meranti yakni berada di Jalan Kruing No. 2G, Medan. Dengan membeli manisan ini, kamu bisa mendapatkan sensasi berbeda tinimbang memakan jambu biji secara langsung. Apalagi untuk mendapatkan manisan dari buah dengan nama latin Psidium guajava ini hanya dihargai 15 ribu per kilogramnya.

8. Sirup Markisa

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Sirup Markisa merupakan sirup yang dibuat menggunakan bahan dasar buah markisa segar yang telah dipisahkan dari bijinya yang banyak. Sama halnya dengan markisa, sirup ini juga memiliki rasa asam manis yang sangat khas namun tidak terlalu berlebihan. Produsen penjualnya yang sudah ada sejak tahun 1954 yaitu Markisa Ny. Lim adalah produsen yang cukup digemari. Selain menggunakan bahan alami tanpa pengawet dan pewarna, juga karena menggunakan resep turun-temurun sejak dulu kala.

Karena dibuat menggunakan markisa asli, sudah pasti sirup yang dihasilkan memiliki warna kuning orange. Untuk meminumnya lebih segar dan nikmat, disarankan untuk meminumnya saat keadaan dingin dengan cara memberinya es batu atau didiamkan di freezer sampai benar-benar dingin. Minuman ini akan sangat baik dikonsumsi karena memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan gizi-gizi lain. Untuk membelinya, silahkan berkunjung ke lokasi Markisa Ny. Lim yang berada di Jln. Kpt. Maulana Lubis No. 8, Medan.

9. Kacang Sihobuk

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Kacang sihobuk merupakan olahan kacang yang dibuat menggunakan kacang pilihan yang direndam selama tiga sampai lima jam lalu dijemur sampai kering sebelum nantinya digongseng dengan menggunakan pasir. Tujuan penggunaan pasir sebagai perantara penggorengan adalah agar kacang yang dibuat tidak kehilangan cita rasanya. Nama ‘Sihobuk’ pada kacang ini sendiri didapat karena dulu terdapat daerah dengan nama serupa namun telah diporak-porandakan.

Untuk mendapatkan cemilan ini, bisa dijumpai di hampir semua toko maupun kedai yang berada di dekat kedai menuju Danau Toba. Untuk membedakannya dengan kacang-kacang lain, kacang sihobuk memiliki kemasan dengan warna dominan merah putih. Ciri dari kacang ini adalah warnanya yang sedikit hitam dan masih terdapat kulitnya yang sedikit berabu. Adanya warna hitam dan abu yang menempel adalah karena cara memasaknya dengan cara digongseng menggunakan pasir.

10. Durian Kupas

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Salah satu buah yang melimpah di Medan adalah Durian, bahkan walaupun banyak yang memburunya, tetap saja durian akan melimpah di sana. Buah yang memiliki kulit dengan duri besar dan tajam itu biasa dimakan dengan cara mengupasnya terlebih dahulu. Namun karena duri-durinya itu, maka akan membuat kesusahan bagi siapa saja yang ingin membukanya. Namun produsen Ucok Durian telah menawarkan durian kupas yang telah dikupas terlebih dahulu lalu dikemas sedemikian rupa.

Ucok Durian dalam menjual durian kupas tidaklah main-main, karena dalam memasarkannya, mereka menggunakn durian Medan asli yang dipilih dari kualitas terbaik. Oleh karena itu, memiliki rasa yang enak dan manis serta sangat higienis karena dikemas pada box tupperware. Untuk box dengan ukuran 0,9 liter, dijual 60 ribu, lalu yang 2 liter 120 ribu dan yang paling besar, 4 liter 240 ribu. Dengan kemasan box inilah kamu dapat membawanya pulang sebagai oleh-oleh dengan selamat.

11. Buah Durian

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Sama halnya dengan durian kupas, ucok durian juga memiliki produk lain berupa durian utuh dengan rasa manis. Bahkan bagi para konsumen yang ingin membelinya bisa langsung mencicipinya, jika enak silahkan dibeli, namun jika tidak enak mereka akan menggantinya. Buah dengan nama latin Durio zibethinus yang dijual di Ucok Durian adalah yang terbaik dan memiliki stok yang melimpah. Bahkan banyak orang yang rela mengantri untuk mendapatkan satu buah segar yang memiliki 0% kolsterol ini.

Karena hampir sama dengan durian kupas, sudah pasti rasa yang ditawarkan oleh buah berduri ini sangat manis dengan daging buah yang lumayan banyak. Jadi setiap melumat satu buah durian, maka yang dirasakan hanyalah rasa durian yang terkenal enaknya. Alamat dari Ucok Durian berada di Jalan KH. Wahid Hasyim No. 30-32, Babura yang berdekatan dengan oleh-oleh khas Medan bernama Medan Napoloen.

12. Risol

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Risol atau bisa juga disebut dengan risoles adalah makanan yang dibuat dengan kulit pastry yang diisi dengan isian berupa sayuran atau daging cincang. Kemudian diluarnya juga dilapisi dengan tepung panir dan kocokan telur ayam agar rasanya lebih mantap. Di Medan ada yang namanya Risol Spesial Gogo yang berdiri sejak tahun 1981 oleh Juliani Chandra. Kelebihan produk ini dari risoles lain adalah kulitnya yang lebih tipis dan tepung panirnya lebih halus dari kebanyakan.

Selain itu, perbedaan lainnya dengan risol lain adalah adanya krim dan susu yang sangat lembut. Untuk urusan isian, ada dua jenis isian yang diusung oleh Risol Spesial Gogo, yaitu dengan isi sayuran yang diiris halus dan ditambah dengan potongan telur dadar. Lalu jenis kedua adalah yang diisi menggunakan daging ayam yang terlebih dahulu dicincang. Untuk membelinya dengan harga yang lebih murah dan masih hangat, datang saja ke tempat pembuatannya di Jl. Mojopahit No.53, Petisah Tengah.

13. Pia Tamiang

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Pia adalah sejenis kue kering yang dibuat menggunakan tepung, minyak, dan air kemudian ditambah dengan isian tertentu untuk memberikan rasa. Pembuatannya harus terlebih dahulu mencampur adonan di atas lalu dicetak ke dalam cetakan dengan besar seperti telur ayam. Adonan tersebut nantinya akan dipanggang ke dalam oven yang pastinya tidak akan membuat pia berbau tengik ataupun basi.

Salah satu produk pia di Medan adalah pia tamiang yang dulunya bernama pia Hou Chen yang telah ada sejak 40 tahun lalu. Pia ini dipopulerkan oleh Gwe Yen Huat, yang menjadi keturunan Tionghoa dan dirinya juga mengubah penamaan pia ini. Perubahan itu terjadi karena saat orde baru, pemerintah melarang usaha dengan nama Tionghoa, sehingga nama Tamiang dipilih karena merupakan alamat pembuatannya. Alamat tersebut adalah Jl. Tamiang No. 16, yang juga bisa dikunjungi untuk membeli pia beraneka rasa ini yang dikemas dengan wadah yang menarik.

14. Rujak Brayan

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Jika biasanya rujak dibuat dengan buah-buahan yang dilumuri dengan sambal merah atau sambal petis, maka berbeda dengan Rujak Brayan Medan yang menggunakan saus berupa jus buah dengan tambahan gula. Isian buahnya juga sangat beragam, dan yang dipilih adalah buah-buah muda agar rasa asam semakin melekat seperti kebanyakan rujak. Buah-buah yang dimasukkan pada rujak ini diantaranya mangga, kweni, bengkoang, nanas, pepaya, dan mentimun lalu ada tambahan kolang-kaling.

Buah-buah tadi harus terlebih dahulu dibersihkan dan direndam pada air garam agar memberi rasa asin dan renyah, yang nantinya dipotong mirip dadu agar lebih mudah dimakan. Setelah potongan buah siap, maka selanjutnya adalah dengan membuat sausnya dari mangga dan kweni yang dibuat jus. Perbandingan antara mangga dan kweni adalah 8:2 dengan mangga lebih banyak. Rasa yang dihasilkan oleh perpaduan bahan-bahan ini adalah manis, asin, asam, dan segar.

15. Popia Yoserizal

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Popia adalah jajanan yang hampir mirip dengan lumpia dan sama-sama dibungkus lalu ditambah dengan isian berupa sayuran seperti buncis, daun bawang, wortel, bahkan bengkoang yang diiris tipis-tipis. Selain itu, agar berbeda dari lumpia isiannya adalah daging merah (chasio) dan daging kepiting yang lazim ada pada lumpia makanan khas Semarang.

Perbedaan lainnya adalah kulit pembungkus popia lebih tipis dari lumpia dan akan terasa garing dan renyah saat digigit walaupun sudah dingin. Rasanya yang asin namun ada rasa lainnya kemudian ditambah dengan sambal khas popia yang agak manis membuatnya semakin menarik.

Salah satu popia yang paling terkenal seantero Medan adalah yang dibuat oleh Popia Yoserizal. Produk yang dijual di Jl. Yose Rizal ini memiliki dua jenis, yaitu popia basah yang bisa langsung dimakan di tempat, dan popia goreng yang harus digoreng dulu agar bisa disantap. Namun karena dibuat dari chasio alias daging babi membuatnya menjadi makanan non-halal.

16. Tempe

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Ternyata di Medan ada tempe Medan, Berbeda dari tempe kebanyakan yang kita ketahui, tempe tersebut ternyata memiliki bentuk yang lebih tembem dan kedelai yang digunakan lebih besar. Warna asli dari tempe ini adalah kuning, begitu pula saat dimasak, warnanya tetap masih kuning. Rasa yang dihasilkan dari tempe ini sangat khas dan ada rasa renyah yang dipadu dengan rasa gurih.

Bahkan presiden Indonesia dulu, Susilo Bambang Yudhoyono saat masih memegang jabatan presiden sering mencicipi tempe ini, apalagi saat ke Medan. Menurut pemilik Pabrik Tempe Setia Luhur Medan di Jalan Setia Luhur, Hanafi, untuk mendapatkan tempe yang berkualitas, maka ia harus tahu selera konsumen dengan cara mendengar keluhan mereka. Pembuatan tempe pada pabriknya Hanafi dibuat dengan merebus kacang sampai 3 jam agar lebih enak.

17. Ikan Sale

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Ikan Sale Medan adalah ikan yang dimasak menggunakan cara diasapi atau dijemur agar menciptakan ikan yang memiliki kadar air sedikit yang lebih awet. Untuk membuat ikan sale, bahan yang dibutuhkan adalah ikan lele Limbat. Untuk mendapatkannya bisa langsung menuju ke Jalan MT Haryono tepatnya di pusar Central belakang Medan Mall. Di sana terdapat bermacam-macam sale ikan dengan berbagai ukuran yang dijual saat masih mentah agar bisa diolah di rumah.

Ikan sale asap ini dapat diolah menjadi gulai seperti gulai khas Mandailing atau hanya digoreng dengan bumbu seperti irisan bawang dan cabai. Selain itu, ikan sale ini juga bisa disambal dengan cara dimasak dengan tauco. Untuk mendapatakan satu kilogram ikan sale, kamu harus merogoh dompet sebesar 40 ribu atau dapat membelinya di restoran-restoran namun dengan harga yang lebih mahal dan sudah pasti rasanya lebih enak.

18. Jambu Taiwan

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Jambu Taiwan merupakan jenis dari jambu biji namun memiliki bentuk yang lebih besar daripada jambu lokal dan bijinya jarang-jarang. Rasa yang dihasilkan oleh jambu yang dulunya berasal dari Taiwan ini adalah rasa manis yang berpadu dengan rasa gurihn, meskipun tidak begitu mencolok.

Berbagai macam olahan seperti rujak yang dibumbui sambal merah atau sambal kacang serta dibuat menjadi manisan adalah beberapa opsi terbaik untuk mengolahnya. Walaupun berasal dari Taiwan, namun karena pengaruh penjajahan jambu ini sampai di Medan dan ditanam dari tanah Medan yang menghasilkan jambu yang enak.

Buah jambu Taiwan dapat ditemui dengan mudah di kota Medan, mulai dari pasar-pasar, kemudian di pinggir jalan, khusunya Jalan Subroto, Binjai, dan Gajah Mada. Bahkan di supermarket atau mall dan di tempat-tempat rekreasi, banyak sekali penjualnya.

19. Lemang

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Lemang adalah makanan khas Medan yang hampir mirip dengan lontong, dengan bahan-bahan seperti Ketan putih, Santan, garam, dan daun pisang untuk membungkus dan membakar lemang. Bahkan ada juga yang memasaknya dengan cara memasukkan adonan lemak kedalam bambu, baru dimasak pada api. Rasa yang dihasilkan sudah pasti rasa gurih nan lezat, apalagi jika disantap dengan sanak saudara.

Di Medan sendiri, lemang menjadi sajian wajib saat berbuka puasa, makanan ini bisa menjadi makanan berbuka ataupun sahur yang pas. Hal ini karena adanya ketan yang memiliki kandungan karbohidrat, cocok untuk mengganjal perut. Untuk bisa merasakan cita rasa makanan ini, ada baiknya membelinya di Lemang Flamboyan milik pak Nur yang berada di jalan Flamboyan. Harga satu porsinya adalah 25 ribu rupiah, bahkan dengan harga itu, dalam sehari 200 lonjor lemang bisa dihabiskan.

20. Roti Ganda

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Sesuai namanya, roti ganda, yaitu roti yang dipotong menjadi dua bagian atau bisa disebut juga dengan nama ganda. Roti yang sederhana ini, hanya diisi oleh meses cokelat, dan selai yang terlebih dahulu dipesan. Biasanya para pembeli harus memilih selai terlebih dahulu, lalu roti tawar akan dibelah dua dan diisi oleh selai tersebut yang nantinya akan dipotong beberapa bagian baru dimasukkan ke plastik untuk dibawa pulang atau dibuka dimanapun.

Walaupun bukan berasal dari Medan, yakni hanya ada di Pematang Siantar deng alamat lengkapnya ada di Jl. Sutomo No.89, namun tak ada salahnya kan, mengingat jaraknya cukup dekat dari Medan. Apalagi toko yang telah dibuka sejak 1979 menawarkan harga 16 ribu untuk porsi besar dan porsi kecilnya hanya Rp2.500 saja. Namun karena rotinya fresh langsung dari oven, maka roti ini hanya mampu bertahan 2 hari sejak pembelian.

21. Lapis Legit

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Lapis legit adalah kue tradisional yang mendapat pengaruh kebudayaan Belanda, jadi tidak asli Indonesia dengan nama lain ‘spekkoek’. Walaupun begitu di tanah air kita, lapis legit sangat dikenal dan disukai oleh khalayak ramai. Bahan untuk pembuatannya yang umum dijumpai adalah mentega, margarin, gula halus, susu bubuk, tepung terigu, telur, dan ada juga yang memberi tambahan kayu manis dan cengkeh.

Di Medan, ada produsen lapis legit yang dinamai Affinois Medan yang memberi tambahan keju dengan rasa yang gurih khas keju. Dengan tampilan yang memukau seperti layaknya lapis, yaitu bergaris-garis dengan warna dominan kuning hitam, dan diberi rasa keju membuatnya semakin nikmat di mulut.

Belum lagi dengan hadirnya beberapa topping di atasnya, membuatnya semakin mempesona. Affinois Medan sendiri telah memiliki izin halal, sehingga tak perlu khawatir mengonsumsi olahan dari outlet yang beralamatkan di Jalan Mojopahit No 12e Medan itu.

22. Kain Ulos

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Kain Ulos merupakan kain tradisional khas asli suku batak yang dibuat dengan cara ditenun dengan motif dan warna tertentu. Jika menjumpai kain ini, kain yang besar akan terlihat seperti selendang, dan yang lebih kecil lebih mirip dengan sajadah. Kain yang memiliki filosofi kasih sayang ini dibuat dengan memakan waktu yang cukup lama karena cukup rumit. Apalagi saat membuat motif dengan menggambungkan berbagai warna, walaupun warna yang umum adalah putih, hitam, dan merah.

Kain yang dipakai dengan cara diselampangkan atau diikatkan pada kepala dan badan tersebut memiliki beberapa motif yang dapat dengan mudah ditemui di Medan, seperti Pajak (Pasar) Sentral, Pasar Petisah, dan toko di sepanjang jalan menuju Danau Toba.

Motif-motif yang terdapat pada oleh-oleh barang khas Medan ini adalah Ulos Ragidup, yang dipajang di dinding rumah lalu ada Ulos Ragihotang yang cocok untuk acara pernikahan. Ulos Mangiring yang hanya dipakai oleh tetua, dan ada Ulos Giun Hinar-Haran yang digunakan saat ada kematian. Terakhir ada pola dengan nama Ulos Abit Godang yang memiliki makna pengharapan dan kebahagian.

23. Kaos

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Ada banyak brand oleh-oleh khas Medan selain makanan, tepatnya kaos. Kaos khas Medan yang pertama adalah Medan Bah! dengan berbagai macam motif yang kekinian namun tetap Medan banget. Motif-motif yang dibuat biasanya adalah ikon-ikon kota Medan yang tidak ada di kota-kota lain kemudian di tambah dengan kata-kata.

Kaos Medan Bah! Kini telah memiliki lebih dari 30 jenis kaos dengan desain yang warna-warni dengan gambar seperti Sisingamangaraja, salah satu pahlawan. Lalu ada Sudako alias angkutan khas Medan, dan ada pula Mie Medan dengan tulisan seperti Horas, Horas Medan, Mantap Krina, Tungggu Ko Balek Medan dan lain-lain. Harga 1 kaosnya dibanderol muali 80 ribu, namun ada produk-produk lain di sana, seperti jaket, stiker, gantungan kunci, dan gelas.

Yang kedua adalah kaos dengan merek Punya Medan yang dirintis oleh anak muda bernama Vito Sinaga yang lahir pada 8 Oktober 1993. Kaos-kaos tersebut lebih banyak menggunakan kata-kata sebagai daya tariknya, walaupun ada kaos dengan gambar juga. Kata-katanya sangatlah unik, namun terkadang sangat terbuka seperti ‘Minum Tuak Dulu Lae’.

Selain itu ada juga kata-kata yang Medan banget sepeti ‘Awak Medan’, ‘#Medan’, ‘Merry Christmas Medan’, dan lain-lain. Ada juga yang ditambah dengan gambar agar semakin menarik kaosnya. Harga yang dibanderol rata-rata 75.000 yang dapat dibeli di website resminya, punyamedan.com, atau berkunjung ke Jalan Periuk No 11A untuk melihat langsung koleksinya.

24. Batik

24 Oleh-oleh Khas Medan yang Terkenal & Tahan Lama Oleh-oleh

Walaupun batik Medan adalah batik yang tergolong baru karena suku asli mereka yaitu suku Batak tidak menjadikan membatik adalah budaya mereka. Namun dengan semakin diminatinya batik, kini ada batik baru di Medan yang memiliki motif yang Batak bnget. Bahkan di setiap daerah memiliki jenis-jenis batik yang berbeda, mulai dari Mandailing, Toba, Tapanuli, Karo, Simalungan, dan Pakpak Dairi. Pembuatan batik-batik tersebut hampir sama dengan di Jawa, yakni dengan jenis Batik Tulis dan Batik Cap.

Perbedaan batik Medan dengan batik jawa adalah pada coraknya yang lebih condong pada motif-motif suku Batak dan ada yang mirip dengan kain Ulos. Sedangkan batik Jawa cenderung diberi motif hiasan tumbuhan maupun hewan dengan warna yang gelap. Ada beberapa motif dari berbagai daerah, yaitu Motif hari hara sundung dilangit (Toba), Motif mataniari (Mandaling), Motif pani patunda (dari Simalungun), Motif Gorga sitompi, Motif semut beriring, dan Motif itik pulang petang.

Itu dia daftar oleh-oleh khas Medan yang bisa kamu bawa pulang. Jika kamu kebingungan dalam memilih, disarankan agar kamu mengutamakan untuk membeli buah tangan berupa olahan dari buah durian. Pasalnya, buah berduri tebal ini yang paling dikenal masyarakat karena rasanya yang lezat berasal dari Medan.

tempatwisataindonesia.id
Review
5